Selasa, 28 September 2010

Kursus Setir Mobil Bukan Sekedar Belajar Mengemudi



Selama beberapa tahun terakhir, jumlah penyelenggara pendidikan atau kursus setir mobil di Kota Solo semakin menjamur. Kebutuhan akan keterampilan setir mobil yang terus meningkat dan prospek bisnis yang cerah menjadi pemicunya.

Lalu, apa saja yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan atau kursus tersebut? Materi apa saja yang diberikan kepada para siswanya dan keuntungan apa saja yang mereka dapatkan dengan mengikuti kursus tersebut? Tak bisa dipungkiri, keterampilan untuk mengemudikan mobil di zaman seperti sekarang ini tampaknya memang sudah menjadi suatu kebutuhan. Terlebih dengan semakin meningkatnya intensitas penggunaan mobil di masyarakat.

Karena itu, tak mengherankan jika penyelenggara pendidikan atau kursus setir mobil pun bermunculan bak jamur di musim hujan. Biasanya mereka memberikan pendidikan keterampilan mengemudikan mobil mulai dari kemampuan dasar seperti menghidupkan dan mematikan mobil, hingga yang paling sulit seperti memarkir mobil di tempat yang sempit.

Materi yang kami berikan kepada para siswa dibagi dalam beberapa tahap, yaitu kemampuan dasar, maju, mundur/parkir, tanjakan, dan diakhiri dengan diskusi dan evaluasi, jelas Islah, salah seorang karyawan di lembaga kursus setir mobil Zaza, yang ada di Jl Yosodipuro, Solo, saat ditemui Espos beberapa waktu lalu.

Materi yang kurang lebih sama juga diberikan di lembaga pendidikan atau kursus setir mobil Gama Lia yang ada di Jl Gajah Mada Solo. Sang pemilik, Ali Ghufron mengatakan materi yang diberikan kepada para siswa meliputi kemampuan dasar seperti pengenalan panel-panel mobil, menghidupkan dan mematikan mobil, serta menjalankan dan menghentikan mobil.

Selanjutnya, untuk menjalankan mobil maju, materinya meliputi mengemudi mobil di jalan raya, belok kanan dan kiri, dan mengemudi mobil ke pinggir dan ke tengah. Untuk keterampilan mundur/parkir, materinya meliputi mengemudi mobil mundur, parkir di lapangan, dan parkir di pinggir jalan. Sementara untuk materi tanjakan meliputi mengemudi mobil di tanjakan, berhenti di tanjakan dengan rem kaki, berhenti di tanjakan dengan rem tangan, dan berhenti di tanjakan dengan kopling.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan materi pengetahuan tentang rambu-rambu lalu lintas di jalan raya, serta tentang cara-cara perawatan mobil secara garis besar, dan setelah selesai kursus, siswa akan mendapatkan ijazah, jelas Ali.
Paket biaya

Mengenai biaya pendidikan, baik Gama Lia maupun Zaza menetapkan tarif yang sama, yaitu Rp 290.000 untuk satu paket pendidikan yang terdiri atas 10 kali pertemuan berdurasi satu jam/pertemuan. Kami juga menawarkan bantuan untuk pembuatan SIM A. Untuk itu, siswa diharuskan membayar biaya tambahan sebesar Rp 250.000 dan menyerahkan fotokopi KTP serta pas foto tambah Ali.

indonesiaindonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar