Tampilkan postingan dengan label badut ulang tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label badut ulang tahun. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Oktober 2009

Badut



Badut adalah seorang penghibur yang memoles wajahnya dengan bedak tebal dan berpakaian aneh, serta fasih memperagakan mimik-mimik lucu. Profesi badut sebenarnya cukup tua. Konon, sejak zaman yunani kuno dan romawi kuno.
Mereka tak hanya membuat tertawa orang-orang kaya yang stres lewat pertunjukan. Tapi juga menghibur dan mencari nafkah di jalan-jalan atau yang dikenal dengan istilah ngamen. Dengan kemampuan berpantomim dengan gerakan-gerakan slapstik yang konyol, boleh jadi merekalah salah satu penjaja hiburan jalanan tertua di dunia.
Belakangan, istilah badut sendiri melebar ke mana-mana. Hampir semua pelawak dan pemancing tawa seperti yang ada di sanggar badut, kini juga kerap dijuluki sebagai badut. Bahkan orang serius yang sedang bertingkah laku konyol sering dikatakan badut. Sebagai istilah, badut mengalami perluasan makna.
Menurut sejarahnya, badut mengacu pada seseorang dengan dandanan lucu (terkadang meniru karakter komik), make-up tebal dan kostum berwarna unik, mempunyai kemampuan memperagakan mimik lucu dan gerakan-gerakan konyol, tanpa sedikit pun melepas kata-kata. Inilah yang membedakannya dengan pelawak konvensional.
Menjelang era perfilman modern, karakter badut mengilhami banyak tokoh bisnis hiburan. Sebagai contoh, komedian charlie chaplin dan buster keaton mengadopsi spirit para badut dalam semua film bisunya. Mulailah perkembangan era baru perbadutan, dari awalnya mengamen di jalan, menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis hiburan.
Kini, badut-badut bisa dengan mudah ditemukan di berbagai tempat hiburan seperti yang ada di sanggar badut. Tentu, dengan beragam aksesori tambahan yang makin bikin geregetan. Semisal hidung bulat bak tomat, atau topeng meniru karakter komik tertentu. Uniknya, dengan tujuan yang selama berabad-abad lamanya tak pernah berubah, untuk memancing tawa dan menghibur siapa pun yang memandangnya.
Barangkali benar kata penulis lagu beken amerika serikat, cole porter (1893 - 1964) : "all the world loves a clown." ya, sepertinya memang tak seorang pun di muka bumi ini yang tak suka badut. Tak salah kalau dia layak diberi gelar warga favorit dunia.


http://id.wikipedia.org/wiki/Badut

Rabu, 30 September 2009

Penggunaan Istilah "Badut"

Belakangan, istilah badut sendiri melebar ke mana-mana. Hampir semua pelawak dan pemancing tawa, kini juga kerap dijuluki sebagai badut. Bahkan orang serius yang sedang bertingkah laku konyol sering dikatakan badut. Sebagai istilah, badut mengalami perluasan makna.

Menurut sejarahnya, badut mengacu pada seseorang dengan dandanan lucu (terkadang meniru karakter komik), make-up tebal dan kostum berwarna unik, mempunyai kemampuan memperagakan mimik lucu dan gerakan-gerakan konyol, tanpa sedikit pun melepas kata-kata. Inilah yang membedakannya dengan pelawak konvensional.
Sewa badut sering kita temukan pada acara ulang tahun anak sehingga dalam acara ulang tahun banyak yang menyediakan jasa sewa badut.


id.wikipedia.org

Acara Pesta Ulang Tahun Anak

Bagi orang tua yang memiliki anak balita, tentu seringkali tergoda untuk merancang / merencanakan ulang tahun yang unik agar si anak dan teman-temannya merasa senang.

Menyanyi, menyanyi, dan menyanyi pada Pesta Ulang Tahun sepertinya sudah menjadi acara rutin yang membosankan anak. Apalagi jika mereka sekedar menyanyi tanpa ada acara permainan yang berhadiah.

Berikut ini ada beberapa tips agar pesta ulang tahun anak menjadi lebih unik, fun dan seru:

1. Hadiah memang merupakan salah satu stimulans yang bisa merangsang anak untuk memberikan atau menyuguhkan yang terbaik. Oleh karena itu, ada baiknya jika pada pesta ulang tahun orang tua menyediakan aneka ‘hadiah’ kecil dengan bungkus kertas kado yang menarik. Hadiah tersebut tak harus mahal. Bisa saja hanya berupa buku tulis, pensil, cangkir, kotak makan, atau permen yang dikemas menarik. Dengan demikian, dalam acara ulang tahun anak berlomba untuk tampil semenarik mungkin, sehingga tak lagi hanya berdiri tegak kaku dengan suara yang fals.

2. Selain bernyanyi, Ulang Tahun Anda juga bisa mempertontonkan pertunjukan sulap atau tebak-tebakan berhadiah. Atau bisa juga acara menari dan joget bersama, sehingga seluruh tamu yang hadir ikut merasakan kemeriahan pesta ulang tahun.

3. Agar Ulang Tahun lebih meriah, pada kartu undangan cantumkan juga dress code dengan tema tertentu. Misalnya saja dengan tema kartun, sehingga tamu yang dating bisa berkreasi dengan macam-macam tokoh kartun atau karakter kartun idamannya, seperti Superman, Batman, Spiderman, Winnie The Pooh, atau Barbie.

4. Berikan souvenir yang unik dan tak biasa. Jika Anda memiliki kemampuan menulis, cobalah untuk ‘mencetak’ buku komik dengan edisi terbatas (sesuai jumlah undangan). Souvenir makanan seperti chocolate souvenir yang dibuat sendiri atau belanja yang unik dari snack shop juga tak ada salahnya. Tentu saja akan lebih menarik jika Anda menggunakan nama teman-temannya sebagai tokoh dalam buku komik tersebut. Jika ingin yang praktis, beri saja mug bergambar foto anak yang sedang berulang tahun.

www.tipstrik.com

Selasa, 15 September 2009

Badut Disukai Banyak Orang

Charlie Chaplin pernah bilang, “Cuma badut yang bisa membuat manusia terbang ke awan, bukannya para politikus yang tukang berantem,” mulai terbukti kebenarannya.

Profesi badut sebenarnya tak kalah tua dengan kemampuan manusia berpolitik praktis. Konon, sejak zaman Yunani dan Romawi kuno, sudah ada manusia penghibur yang memoles wajahnya dengan bedak tebal dan berpakaian aneh, serta fasih memperagakan mimik-mimik lucu. Dan sampai sekarang banyak
sanggar badut.


Mereka tak hanya membuat tertawa orang-orang kaya yang stres lewat pertunjukan. Tapi juga menghibur dan mencari nafkah di jalan-jalan alias ngamen. Dengan kemampuan berpantomim dengan gerakan-gerakan slapstik yang konyol, boleh jadi merekalah salah satu penjaja hiburan jalanan tertua di dunia. Banyak
sanggar badut menyediakan jasa untuk menghibur orang.


Belakangan, istilah badut sendiri melebar ke mana-mana. Lihat saja, hampir semua pelawak dan pemancing tawa kini juga kerap dijuluki sebagai badut. Bahkan orang serius yang sedang bertingkah laku konyol pun dikatai badut. Ya, sebagai istilah, badut memang mengalami perluasan makna.


Tapi kalau melihat sejarahnya, badut mengacu pada seseorang yang punya dandanan lucu (kadang meniru karakter komik). Selain itu, didukung make-up tebal cenderung menor, hingga kostum berwarna norak nan unik. Ditambah kemampuan memperagakan mimik lucu dan gerakan-gerakan konyol, tanpa sedikit pun melepas kata-kata. Inilah yang membedakannya dengan pelawak konvensional.


Di Abad Pertengahan (sekitar tahun 500 M hingga 1.500 M) contohnya, tersebutlah karakter badut yang sangat terkenal. Masyarakat Eropa, khususnya Italia, mengenalnya sebagai arlecchino atau harlequin, yang dipopulerkan kelompok sandiwara commedia dell' arte. Kostum yang digunakan pun masih sangat sederhana, belum se-ngejreng sekarang.


Sedangkan busana badut seperti yang dikenal sekarang, sesungguhnya hasil perkembangan kostum yang pernah populer di Jerman dan Inggris, sekitar abad ke-18 M. Kala itu, dandanan dan gaya pantomim Pickellherring begitu terkenal. Cirinya, baju dan sepatu gombrong (kebesaran), penutup kepala warna-warni, serta renda besar yang melingkar di seputar leher sang badut.


Pada abad ke-18 M ini pula, badut mulai menjadi bagian penting dari pertunjukan sirkus. Maklum, atraksi sirkus biasanya dipenuhi adegan-adegan akrobat yang menegangkan. Nah, kehadiran makhluk aneh pemancing tawa diharapkan bisa mengendurkan kembali urat saraf yang meregang. Hingga saat ini, aksi para badut tetap menjadi mata acara yang ditunggu-tunggu.


Salah satu pelopor pemakaian kostum badut modern, sekaligus bintang sirkus di awal abad ke-18 M, adalah karakter Jocy yang diciptakan Joseph Grimaldi. Konon, kelebihan Jocy yang membuatnya dikenang dalam sejarah perbadutan adalah kemampuannya menghidupkan tokoh badut yang diperankan. Jocy tak sekadar melucu, tapi juga memainkan perasaan penontonnya, lewat mimik sedih, bahkan ketakutan.


Menjelang era perfilman modern, karakter badut mengilhami banyak tokoh bisnis hiburan. Komedian Charlie Chaplin dan Buster Keaton misalnya, mengadopsi spirit para badut dalam semua film bisunya. Mulailah perkembangan era baru perbadutan, dari awalnya mengamen di jalan, menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis hiburan.


Barangkali benar kata penulis lagu beken Amerika, Cole Porter (1893-1964): “All the world loves a clown.” Ya, sepertinya memang tak seorang pun di muka bumi ini yang tak suka badut. Tak salah kalau dia layak diberi gelar warga favorit dunia.


www.rileks.com


Dukung kampanye
stop dreaming start action

Senin, 27 Juli 2009

Perluasan Makna Kata “Badut”

Belakangan, istilah badut (dalam bahasa inggris=clown) sendiri melebar ke mana-mana. Hampir semua pelawak dan pemancing tawa, kini juga kerap dijuluki sebagai badut. Bahkan orang serius yang sedang bertingkah laku konyol sering dikatakan badut. Sebagai istilah, badut, clown mengalami perluasan makna.

Menurut sejarahnya,
badut mengacu pada seseorang dengan dandanan lucu (terkadang meniru karakter komik), make-up tebal dan kostum berwarna unik, mempunyai kemampuan memperagakan mimik lucu dan gerakan-gerakan konyol, tanpa sedikit pun melepas kata-kata. Inilah yang membedakannya dengan pelawak konvensional.


id.wikipedia.org


Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Selasa, 21 Juli 2009

Badut Dari Jaman Yunani Kuno

Profesi badut maskot sebenarnya cukup tua. Konon, sejak zaman Yunani kuno dan Romawi kuno, sudah ada manusia penghibur yang memoles wajahnya dengan bedak tebal dan berpakaian aneh, serta fasih memperagakan mimik-mimik lucu. Mereka tak hanya membuat tertawa orang-orang kaya yang stres lewat pertunjukan. Tapi juga menghibur dan mencari nafkah di jalan-jalan atau yang dikenal dengan istilah ngamen. Dengan kemampuan berpantomim dengan gerakan-gerakan slapstik yang konyol, boleh jadi merekalah salah satu penjaja hiburan jalanan tertua di dunia.

Belakangan, istilah
the clown sendiri melebar ke mana-mana. Hampir semua pelawak pesta ulang tahun dan pemancing tawa, kini juga kerap dijuluki sebagai badut pesta. Bahkan orang serius yang sedang bertingkah laku konyol sering dikatakan badut ulang tahun. Sebagai istilah, badut ulang tahun anak mengalami perluasan makna.

Menurut sejarahnya,
badut ulang tahun mengacu pada seseorang dengan dandanan lucu (terkadang meniru karakter komik), make-up tebal dan kostum berwarna unik, mempunyai kemampuan memperagakan mimik lucu dan gerakan-gerakan konyol, tanpa sedikit pun melepas kata-kata. Inilah yang membedakan badut ulang tahun anak dengan pelawak konvensional.

Menjelang era perfilman modern, karakter
badut ulang tahun mengilhami banyak tokoh bisnis hiburan badut maskot. Sebagai contoh, komedian Charlie Chaplin dan Buster Keaton mengadopsi spirit para the clown dalam semua film bisunya. Mulailah perkembangan era baru badut pesta, dari awalnya mengamen di jalan, menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis hiburan pesta ulang tahun dari sewa badut.

Kini, badut-badut
ulang tahun anak dari sewa badut ulang tahun bisa dengan mudah ditemukan di berbagai tempat hiburan. Tentu, dengan beragam aksesori tambahan badut ulang tahun dari sewa badut yang makin bikin geregetan. Semisal hidung bulat bak tomat, atau topeng badut ulang tahun anak dari sewa badut ulang tahun meniru karakter komik tertentu. Uniknya, dengan tujuan yang selama berabad-abad lamanya tak pernah berubah, untuk memancing tawa dan menghibur siapa pun yang memandangnya. Barangkali benar kata penulis lagu beken Amerika Serikat, Cole Porter (1893 - 1964) : "All the world loves a clown." Ya, sepertinya memang tak seorang pun di muka bumi ini yang tak suka badut. Tak salah kalau dia layak diberi gelar warga favorit dunia.

http://id.wikipedia.org/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang