Tampilkan postingan dengan label baju korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baju korea. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Juli 2009

Tips Beli Fashion Import Yang Tepat

Konsumen harus hati-hati membeli Fashion Import karena tidak tertutup kemungkinan barang tersebut merupakan pakaian bekas impor yang kini mulai marak lagi, kendati impor pakaian bekas masih dilarang pemerintah.

"Sekarang konsumen justru harus hati-hati membeli pakaian impor, karena sulit membedakan mana pakaian impor baru dan bekas," kata salah satu pengurus Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)

Ia menjelaskan saat ini Fashion Import banyak dijual di pasar bebas terutama di pasar grosir dan eceran. Seperti di Jakarta banyak Jual Fashion import ditemukan di Mangga Dua, ITC, Pasar Baru, Pasar Senen, dan lainnya.

Menurutnya, menyusul kembali maraknya impor pakaian bekas, tidak tertutup kemungkinan pakaian impor yang dijual pedagang adalah pakaian impor bekas. Karena banyak pakaian impor bekas kualitasnya masih bagus dan pedagang biasanya pintar memilih mana yang bagus dan tidak.

Ia khawatir konsumen yang tidak teliti akan tertipu bila pakaian impor baru dan bekas dijajakan bersamaan oleh para pedagang. Apalagi harga Grosir Fashion impor baru pun sangat bersaing dan hanya lebih mahal sedikit dibandingkan pakaian buatan lokal, kendati kain atau bahan bakunya lebih bagus.

Pakaian impor tersebut kebanyakan berasal dari China, Hongkong, dan Korea Selatan. "Kalau Jual Fashion Import & harga pakaian impor misalnya cuma beda Rp10.000 per potong tapi bahan, potongan, dan jahitannya lebih bagus, konsumen pasti beli produk impor, meskipun mungkin itu pakaian impor bekas yang masih bagus," ujar Wahyuni.

Wahyuni mengakui Jual Fashion Import atau pakaian impor baru yang banyak diperdagangkan di dalam negeri merupakan barang impor legal. Namun, kendati dikenakan bea masuk (BM) 15 persen harga produk impor itu tetap bisa bersaing. Karena Bea Cukai menerapkan hitungan BM barang impor secara borongan.

Menanggapi pertanyaan apakah pakaian impor tersebut merugikan industri tekstil, khususnya garmen, Wahyuni yang juga pengusaha pakaian jadi itu mengatakan pasti mengganggu pasar pakaian jadi di dalam negeri.

Kendati demikian, menjelang hari raya keagamaan tahun ini, ia optimis terjadi kenaikan produksi daj Jual Fashion/pakaian jadi di kalangan produsen lokal sekitar 15-20 persen. "Dari sisi positifnya, pakaian impor tersebut bisa memacu kita untuk berproduksi lebih baik atau meniru model dan potongan yang diminati konsumen di dalam negeri," katanya.

hupelita.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Rabu, 22 Juli 2009

Tips Berbisnis Baju Hongkong (Import)

Setelah konsep dan planning bakal butik beres, yang paling penting untuk diselesaikan terlebih dulu adalah urusan legalitas usaha butik Baju kita.

Memutuskan menjual Baju import apalagi high end branded tidak semudah yang dibayangkan orang. Buying Tips ke luar negeri bukanlah hal yang menyenangkan seperti yang dibayangkan orang. Sangat melelahkan dan ada resikonya juga...apalagi jika yang dibeli Baju Hongkong high end branded yang harganya tidak murah. Survey sebelum berangkat adalah keharusan yang tidak dapat ditawar.

Pastikan juga kita membawa modal yang sangat berharga, bukan uang dollar, tetapi sepasang mata yang komersil yang dapat melihat potensi barang. Tidak semua barang yang menurut kita bagus saleable loh.... Setelah profesional, sering saya beli barang Baju Hongkong yang justru saya tidak suka, tapi saya yakin banyak orang yang suka... Kalau kita menuruti kata hati membeli semua yang kita suka, maka semua akan berakhir di lemari kita sendiri.

Untuk buying trip, diperlukan perhitungan biaya Grosir Baju yang sangat cermat, karena salah perhitungan dapat berakibat fatal dan membuat harga dagangan Grosir Baju kita tidak kompetitif.

Komponen biaya yang harus diperhitungkan secara cermat:

1. Tiket

2. Dokumen perjalanan: visa, fiskal, airport tax

3. Hotel

4. Ekspedisi

5. Overweight excess bagage

6. Akomodasi, transportasi, makan, jajan, tip, dll..

7. Bea Cukai

8. Peraturan Imigrasi negara tujuan, mis: peraturan membawa jumlah uang tunai

Sebelum berangkat, pastikan barang barang belanjaan Baju Hongkong akan kita bawa sendiri ( hand carry ) atau menggunakan jasa ekspedisi. Semuanya ada keuntungan dan kelebihan masing-masing, tergantung kebutuhan kita.

Namun saran saya, jika barang-barang (Grosir Baju Hongkong) kita adalah barang yang pergantian modelnya sangat cepat, sebaiknya tidak menggunakan jasa ekspedisi, karena bisa saja ada keterlambatan barang (Grosir Baju Hongkong) itu keluar dari pelabuhan, sehingga ketika barang sampai, tidak model lagi deh, trus kita mengalami kesulitan dalam menjualnya...

belanja-sampai-mati.blogspot.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang