Tampilkan postingan dengan label design collection. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label design collection. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2009

Usaha Bisnis Kerajinan Bordir

Kerajinan bordir merupakan salah satu sektor usaha unggulan yang dapat menopang peningkatan taraf hidup masyarakat di Indonesia. Kerajinan bordir juga terbukti mampu menembus pasar ekspor. Salah satunya pengusaha yang berhasil dalam usaha kerajinan bordir adalah ibu Mutia.

Usaha ini dilakoni bu Mutia, pemilik Mutia Bordir sejak tahun 1987. Awalnya dia mendapat bantuan 1 buah mesin jahit dari P2WIK yang sekarang awam orang dikenal dengan dinas deperindag.
“Saya selalu ingat mbak, dulu saya dibilangin bapaknya (pihak P2WIK) untuk jadi pengusaha,” ungkapnya serambi tertawa. Namun usahanya sekarang telah berkembang. Dari hanya mempunyai 1 buah mesin jahit, sekarang menjandi lebih dari 10 buah mesin jahit, dengan beberapa karyawan (Plotter Designjet).

Punya Keunggulan Tersendiri
Dalam ruangan berukuran sekitar 2 x 5 m inilah usaha Mutia Bordir dibuat. Mutia Bordir lebih mengkhususkan dibidang garmen (Bordir Komputer). Produk yang dihasilkan berupa baju-baju dengan bordir yang khas. Konsumen akan dapat langsung melihat keunikan motif bordir yang menempel pada baju-baju yang dihasilkan dari Mutia Bordir. Motif dan Design Collection yang klasik hampir seperti motif batik tulis menjadi keunggulan Mutia Bordir untuk bersaing dengan kompetitor yang lain.

Mutia Bordir memang belum lama beralih ke motif klasik ini, namun demi memenuhi keinginan pasar yang terus berkembang pilihan untuk menemukan satu inovasi yang baru harus terus berkembang.
“Inovasi untuk desain itu harus selalu berjalan bahkan berlari mbak,” ungkap ibu dengan perawakan mungil ini.

Bahan baku pokok untuk usahanya ini dibelinya dari satu pabrik di Medari Sleman sedangkan bahan kombinasi hanya dibelinya dipasar terdekat.
Produk dari Mutia Bordir sangatlah terjangkau, rata rata berkisar antara 80ribu rupiah. Saat ini bu Mutia mengakui sedang kekurangan sumber daya manusia yang terampil, namun usahanya tetap berjalan seperti biasanya.

bisnisukm.com

Selasa, 15 September 2009

Baju Koko Mulai Laris Manis Jelang Lebaran

Masyarakat Palembang dan sekitarnya mulai membeli Baju Koko dan busana muslim lainnya untuk persiapan lebaran 1430 hijriah mendatang.

"Saya membeli baju koko ini untuk dikenakan pada Idul Fitri 1430 hijriah nanti," kata salah seorang warga, Adi, di Palembang, Sabtu (5/9).

Menurut dia, dirinya sengaja berbelanja sekarang karena kalau mendekati lebaran nanti biasanya ramai dan harganya juga lebih mahal.

"Kalau sekarang masih bisa memilih baju koko itu dengan agak leluasa, tidak terlalu berdesak-desakan dengan pembeli lain," ujarnya.

Ia menyatakan, kalau sudah membeli baju koko saat ini, maka perasaan sudah aman karena sudah ada pakaian untuk Idul Fitri nanti. Berdasarkan pantauan ANTARA, mereka yang membeli baju koko itu tidak hanya bapak-bapak dan pria dewasa saja, tetapi para ibu-ibu juga terlihat memilih pakaian tersebut (Chinese Lampion).

Harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas bahan dan Design Collection baju koko tersebut. Untuk kualitas paling rendah baju koko yang dijual di pedagang kaki lima sekitar Rp25 ribu per lembar, sedangkan di pusat perbelanjaan harga baju koko yang paling murah Rp49.600 per lembar sesuai dengan kualitas bahan pakaian tersebut.

Sementara pedagang busana muslim wanita juga ramai dikunjungi oleh remaja putri dan para ibu-ibu pula. Harga yang ditawarkan juga bervariasai mulai Rp80 ribu per lembar untuk atasan saja. Mereka yang membeli busana muslim wanita ini tampak lebih memilih warna putih.

regional.kompas.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang