Tampilkan postingan dengan label galeri lukisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label galeri lukisan. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 September 2009

Pameran Seni Serat Penuh Kreasi & Kreatif

Tiga orang seniman serat Yogyakarta Selasa (16/6/09) kemarin, menggelar karya-Karya Seni seni seratnya. Para seniman ini tidak hanya menampilkan keindahan serat kain, tapi juga dipadukan juga seni lukis.

Benang dan serat selama ini mungkin hanya menjadi perhatian dunia fashion dan mode, dengan diciptakan menjadi karya busana. Namun siapa sangka ? Benang dan serat bisaa menjadi karya sendiri dalam dunia seni. Dalam sebuah Pameran Kesenian serat dengan tajuk textile di Bentara Budaya Yogyakarta, 3 orang seniman serat Yogyakarta menampilkan karya-karya seni seratnya. Mereka adalah Abdul Syukur, Ricky Sukma dan Caroline Rika.

Apabila selama ini seni serat lebih banyak dikenal dinegara luar, dan di Indonesia hanya segelintir seniman di Bandung saja yang berani menampilkan serat. Pameran di Yogyakarta ini sekaligus ingin menumbuhkan rasa optimisme dalam dunia seni serat.

Benang dan serat yang memang memiliki dimensi yang flexibel dengan sangat kreatif, dibentuk dan Desain Pameran oleh 3 orang seniman ini menjadi beragam karya. Tentunya dengan kekuatan tematik masing - masing, seperti karya Abdul Syukur yang menggabungkan benang wol dengan sebuah lukisan cat arkrilik ataupun karya Ricky Sukma yang menggabungkan media serat.

Melalui pameran ini semakin menyiratkan semangat akan kelahiran baru seni serat yang menampilkan kreasi dan kreatifitas baru. Pameran ini akan berlangsung hingga tanggal 21 Juni mendatang di Bentara Budaya Yogyakarta.

indosiar.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Selasa, 01 September 2009

Lukisan Affandi



Secara historis, seni lukisan abstrak sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan mereka.

Semua kebudayaan di dunia mengenal seni lukis. Ini disebabkan karena lukisan abstrak atau gambar sangat mudah dibuat. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna.

Pada mulanya, perkembangan seni lukis(cth : abstract painting) sangat terkait dengan perkembangan peradaban manusia. Sistem bahasa, cara bertahan hidup (memulung, berburu dan memasang perangkap, bercocok-tanam), dan kepercayaan (sebagai cikal bakal agama) adalah hal-hal yang mempengaruhi perkembangan seni lukisan. Pengaruh ini terlihat dalam jenis obyek, pencitraan dan narasi di dalamnya. Pada masa-masa ini, seni lukis memiliki kegunaan khusus, misalnya sebagai media pencatat (lukisan dalam bentuk rupa) untuk ***langkisahkan. Saat-saat senggang pada masa prasejarah salah satunya diisi dengan menggambar dan melukis. Cara komunikasi dengan menggunakan gambar pada akhirnya merangsang pembentukan sistem tulisan karena huruf sebenarnya berasal dari simbol-simbol gambar yang kemudian disederhanakan dan dibakukan.

Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan seperti yang di galeri lukisan atau galeri lukisan abstrak. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar (di galeri lukisan atau galeri lukisan abstrak)dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni.

Dukung kampanye
stop dreaming start action sekarang



http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_lukis

Senin, 03 Agustus 2009

Lukisan Abstrak & Karya Seniman Dari Mancanegara

Karya lukisan berhaluan abstrak atau Lukisan Abstrak hingga kini tetap digeluti para seniman mancanegara, meskipun kejayaan jenis karya kanvas tersebut dalam perkembangan seni rupa modern telah berlalu.

“Kenyataan menunjukkan seniman beraliran kontemporer mampu menciptakan karya-karya yang cukup mengagumkan, tetap eksis mengarungi perubahan zaman,” kata pengamat seni rupa Arif Bagus Prasetyo, di Denpasar.

Mengomentari empat seniman dari sejumlah daerah di Indonesia yang masing-masing memiliki latar belakang budaya berbeda dan berpameran di perkampungan
Galeri Lukisan seniman Ubud, Bali, ia mengatakan, seni kontemporer dalam sejarah perkembangan seni rupa modern pernah mengalami masa kejayaan.

Aliran seni yang mencuat sejak 1910 itu mengalami kejayaan sehabis perang dunia II atau tahun 1940-an. Kota Paris menjadi pusat perkembangan pertama seni Lukisan Abstrak tersebut. Hal itu berkat kerja keras dan kesungguhan seniman imigran Belanda, Rusia dan Jerman yang menghasilkan karya-karya bermutu. Mereka akhirnya mampu menaklukkan Eropa dan seluruh dunia barat, termasuk Amerika Utara.

Arif Prasetyo yang sering bertindak sebagai kurator dalam penyelenggaraan berbagai pameran atau Galeri Lukisan bertaraf nasional dan internasional itu menilai, aliran karya seni kontemporer belakangan menjadi khazanah seni lukis abstrak (Abstract Painting) yang baru, segar dan kritis.

Selain itu juga mampu memperkaya spektrum seni rupa kontemporer yang lebih luas, sehingga mampu menjadi medium modernisasi yang paling unggul dan cocok dengan pencarian spiritual dan ekspresi diri, ujar Arif Prasetyo.

Empat seniman kontemporer masing-masing Utoyo Hadi (berasal dari Jawa Tengah), Muhammad Faisal alias Iconk (Papua), Ikay Khairudin (Jakarta) dan Nyoman Kardana (Bali) yang sama-sama menggeluti lukisan bercorak abstrak (Abstract Painting), menggelar pameran Galeri Lukisan Abstrak di perkampungan seniman Ubud, Bali pada peralihan tahun 2008 ke 2009.

Pameran menampilkan puluhan karya seni mengusung tema “4AS (FOR US)” berlangsung hingga 11 Januari 2009. Keempat seniman berbeda latarbelakang budaya tersebut tetap menekuni jalur seni lukis abstrak di tengah tren seni rupa kontemporer di Indonesia, ujar Arif Prasetyo yang juga kurator pameran Galeri Lukisan Abstrak tersebut.

surya.co.id

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang