Tampilkan postingan dengan label investasi apartemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi apartemen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2009

Apartemen di Jakarta Masih Banyak Peminat

Minat warga Jakarta dan sekitarnya untuk memiliki apartemen (Apartemen Sudirman) cukup tinggi, tecermin dari jumlah booking fee (tanda jadi) pembelian di pameran properti REI Expo 2009 di Balai Sidang Jakarta Convention Centre (JCC).

Ferry S Supandji, Chief Marketing Officer PT Bakrieland Development Tbk, pengembang apartemen Rasuna Epicentrum, mengatakan, sekitar 60 persen dari 800 unit apartemen (Apartemen Sudirman) yang dipasarkan perusahaannya telah dipesan oleh konsumen dengan membayar booking fee.

Menurut dia, minat warga Jakarta dan sekitarnya untuk memiliki apartemen sangat tinggi jika dilihat dari ketertarikan mereka untuk melihat model dan mengetahui harga bangunan (Sewa Apartemen) yang dipamerkan.

Setiap harinya, minimal 40 calon konsumen yang menanyakan secara serius perihal apartemen yang dipasarkan perusahaannya di JCC. Jumlah itu di luar masyarakat yang sekadar melihat atau mengambil brosur informasi pemasaran. "Kalau dilihat dari jumlah brosur yang diberikan kepada pengunjung, jauh lebih banyak lagi, sudah ribuan," katanya (Sewa Apartemen Sudirman).

Pernyataan serupa juga disampaikan staf marketing PT Bersaudara Kagum Sejati, pengembang Apartemen MT Haryono Residence, Marcella Liu dan staf marketing PT Gayaland Prokencana, pengembang apartemen Mutiara Bekasi, Iwan Gunawan.

Menurut Marcella, pihaknya memasarkan atau Sewa Apartemen Sudirman 15 lantai apartemen dengan 40 unit apartemen tiap lantai yang lokasinya berada di pusat Kota Jakarta. Dari jumlah itu, tiga lantai telah dipesan oleh masyarakat meski proses pembangunan gedungnya masih akan dilakukan pada akhir Mei atau awal Juni 2009.

"Pembangunan gedungnya diperkirakan akan selesai pada tahun 2011, tapi jumlah konsumen yang membayarkan booking fee (Sewa Apartemen) sudah banyak," katanya.

Sedangkan staf marketing apartemen Mutiara Bekasi, Iwan Gunawan, mengatakan, sekitar 70 persen dari 825 unit apartemen yang dikembangkan perusahaannya sudah dipesan sejak promosi yang dilakukan sejak akhir tahun 2008.

properti.kompas.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Selasa, 21 Juli 2009

Kiat Memilih Apartemen di Jakarta Nilai Investasinya Tinggi

Investasi apartment/apartemen Jakarta yang terlalu mahal, dan di lokasi itu banyak tersedia unit membuat konsumen akan lama mengalami pengembalian. Jika demikian, bagaimana semestinya memilih apartemen yang baik? Setidaknya ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah apartemen tersebut harus berada dalam satu kawasan yang menyediakan kualitas hunian yang sehat dan berkualitas jika motif Anda untuk tinggal.

Bila apartemen Jakarta dijadikan sebagai objek investasi apakah itu nantinya
sewa apartemen atau jual apartemen, proyek tersebut harus dapat berkembang. Karena itu, pilihlah apartemen Jakarta di lokasi yang tanahnya telah terbatas, nilai sudah tinggi, potensi permintaan masih banyak, dan tidak memiliki pasokan apartemen yang banyak. Selain itu, apartemen Jakarta juga harus berada di pusat permintaan pasar sewa yang tinggi daerah Sudirman (apartemen Sudirman), Semanggi, Casablanca sebagai jaminan investasi Anda yang memang berada di pusat perkantoran.


Konsep apartemen Jakarta adalah untuk memberikan efisiensi waktu tempuh ke tempat kerja, maka harus mempunyai aksesibilitas yang baik. Fasilitas seharusnya disesuaikan kebutuhan Anda. Tidak usah mewah yang berakibat harga menjadi sangat mahal. Bila motif Anda untuk investasi, carilah yang mempunyai nilai investasi tinggi, salah satunya dengan mengamati pasar sewa.


Anda mungkin dapat survei langsung ke lokasi sekitar mengamati seberapa tinggi nilai sewa yang ada. Umumnya tingkat penerimaan sewa dilihat berdasarkan yield (nilai sewa bersih per tahun dibagi dengan nilai jual). Untuk apartemen Jakarta yang posisinya di CBD berkisar antara 9-11% dari nilai jual. Bisa langsung berkunjung ke
apartemen Sudirman, apartemen Rasuna, dll. Anda dapat menghitung-hitung sendiri. Jangan sampai lagi konsumen dibuat trauma. Seharusnya saat inilah saat yang tepat untuk berinvestasi di subsektor apartemen khususnya Jakarta dengan asumsi Anda menemukan lokasi dan proyek yang tepat. Selamat memilih!


www.wikimu.com

Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang

Bisnis Properti Real Estate di Bali Menggiurkan

Diakuinya, Bali saat ini sudah dipenuhi pembangunan apartemen (Bali Real Estate). Ia menyebut pemain lainnya, misalnya, Grand Kuta Apartment, Bali Nirwana Resort (BNR) milik Bakrie dan St Regis, diperkirakan apartemen (Bali Real Estate) yang ditawarkan mencapai 2.000 unit hingga akhir 2008. Meskipun begitu, menurutnya, penawaran itu belum menjadikan persaingan sangat ketat, sebab pangsa pasar yang disasar pun cukup beragam. Putu, misalnya, mematok harga berkisar Rp 10-12,5 juta/m2, sedangkan di BNR Rp 15-20 juta/m2.

Haryanto, pembeli apartemen (Real Estate Bali) di Nikki Residence, mengatakan, dirinya tertarik membeli apartemen itu karena berada di pusat kota di Kuta, dan operatornya Aston (Bali Real Estate Agents) yang sudah teruji. “Intinya, saya ingin berinvestasi, tapi tidak merepotkan karena ada yang mengurus,” ia menyimpulkan. Tak tanggung-tanggung, di Nikki, Hari – nama panggilan Haryanto – membeli empat unit dengan harga masing-masing Rp 600 juta/unit. Skema pembayarannya pun menarik. Selain menggunakan kredit kepemilikan apartemen (Bali Real Estate For Sale) dari bank dan bayar tunai, manajemen Nikki juga menawarkan skema pembayaran 50% tunai dan sisanya diangsur dari hasil penyewaan kamar.

Nah, Hari memilih cara ketiga. Pada saat awal, ia membayar sekitar Rp 1,2 miliar dan sisanya Rp 1,2 miliar akan dibayar dari hasil penyewaan selama 10 tahun. Harga sewa per unit adalah Rp 500-750 ribu/malam, sekelas hotel bintang empat. Biasanya apartemen jenis ini disewa kalangan bule untuk jangka panjang. Memang, selama 10 tahun ke depan tidak ada uang yang masuk ke kantong Hari. Akan tetapi, jangan salah, harga kondotel (Real Estate) ini terus naik. “Saat beli November 2007 harga Rp 600 juta per unit, saat ini sudah Rp 720 juta per unit,” ujarnya senang. Pengusaha asal Jakarta ini pun berencana, kalau dalam dua-tiga tahun sudah mencapai di atas Rp 1 miliar, ia siap menjual apartemen atau Real Estatenya itu.

Alasan ini juga yang mendasari Kadek Suyasa Jaya dan H. Mohamad Raif untuk membeli apartemen Nikki. Selain dari hasil penyewaan (Real Estate Bali) yang menguntungkan, para pemilik mempunyai opsi dapat memakai apartemen itu beberapa hari dalam satu tahun. Lokasi yang strategis (Real Estate For Sale) dipakai alasan Raif – yang juga pedagang antarpulau – sebagai pertimbangan saat memutuskan bergabung di Nikki. Raif berencana hendak memanfaatkan kondotelnya saat harus menjamu rekan-rekan bisnisnya yang berkunjung ke Bali. Sebagai investasi, “Nikki cukup menggiurkan dibanding apartemen (Real Estate For Sale) yang dibangun pengembang lain,” kata Raif. Makanya, ia berencana hendak menambah unitnya lagi bila ada pembangunan Nikki tahap kedua, atau mencari lokasi lain yang dianggap lebih menguntungkan.

Intan Aprilia, konsultan dan agen properti (Bali Real Estate Agents)yang sering menangani klien orang Indonesia dan asing di Bali, memetakan karakter investor terutama orang asing. Menurutnya, orang asing akan suka tinggal di Bali di tempat-tempat yang juga banyak warga atau komunitas asingnya. Seperti para pekerja asing yang tinggal di Bali, mereka akan cenderung memilih daerah Seminyak ke arah Tabanan, karena di kawasan ini banyak klub dan ada sekolah internasional, plus hamparan pantainya yang memikat. Dan, untuk kelas elitenya, mereka lebih memilih di Jimbaran. Sementara orang asing yang suka dengan nuansa pegunungan akan memilih daerah Ubud. “Selain kondotel, vila (Sewa Villa di Bali ) atau town house juga jadi pilihan menarik untuk investasi,” tutur pemilik Global Intan Service ini.


gispasia.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang