Tampilkan postingan dengan label percetakan digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label percetakan digital. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Oktober 2009

Ramadhan, Percetakan Alquran Banjir Pesanan

Ramadan, selain bulan yang penuh berkah karena menjadi ajang untuk menghapus dosa-dosa kita setahun sebelumnya,ternyata juga mendatangkan rejeki bagi sebagian umat Islam. Salah satunya adalah pengusaha Digital Printing Offset percetakan Alquran.

Husin Nabha salah seorang pengusaha Digital Printing Offset percetakan Alquran di Jalan Panggung 90 Surabaya mengatakan masuknya bulan Ramadan biasanya akan diikuti dengan kenaikan permintaan Al Quran. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya bisa mencapai lima kali lipat. Pada hari biasa Husni mengaku mencetak Alquran sebanyak 1.000 eksemplar. Namun masuk bulan Ramadan ini Husni meningkatkan jumlah produksi Digital Printing Offset hingga 5 ribu eksemplar.

"Kebutuhan Alquran menjadi meningkat karena mungkin banyak orang yang menyumbangkan Alquran untuk masjid-masjid atau tempat pendidikan Alquran (TPA). Bahkan kemarin saya menerima pesanan 5.000 Alquran dari salah seorang bupati," kata Husni.

Berbekal empat mesin cetak Digital Printing Offset manual merek Heidelberg buatan Jerman tahun 1970-an Husni sudah menjalani bisnis percetakan sejak 1982. Kata Husni, bisnis percetakan Alquran ini adalah bisnis Digital Printing Offset yang tahan banting. Meski tak bisa dikatakan mendatangkan untung yang banyak, tapi bisnis Digital Printing Offset percetakan Alquran dianggap dapat menutup kebutuhan sehari-hari.

Selain Husni masi ada lagi sekitar empat Digital Printing Offset percetakan Alquran di Jalan Panggung ini. Sekedar diketahui Jalan Panggung Surabaya ini memang kota tuanya Surabaya dan kebetulan berdekatan dengan makam Sunan Ampel Surabaya.

ramadan.okezone.com

Senin, 28 September 2009

Bisnis Percetakan & Tips Sukses

Usaha percetakan Digital Printing Offset membutuhkan berbagai proses untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan sehingga mereka akan mencetak ulang. Usaha ini bisa dilakukan pada pagi hari atau malam hari, tergantung pesanan. Jika pesanan semakin besar, maka waktu yang dibutuhkan juga semakin banyak sehingga mesin bekerja 24 jam. Salah satu peralatan yang dibutuhkan adalah mesin cetak.

Mesin yang sering dipergunakan dikenal sebagai mesin Toko yang harga terbarunya Rp 75 juta. Mesin ini mampu mencetak sebanyak 5.000 lembar per jam dengan isian satu folio, tetapi hanya mencetak satu warna (hitam-putih). Anda dapat juga memakai mesin bekas yang harganya Rp 25 juta-Rp 30 juta, tergantung usia mesin.

Umumnya orang yang memulai usaha ini menggunakan mesin bekas, sambil belajar mengenal mesin dan memahami problem permesinan. Apabila usaha sudah semakin besar, maka dapat digunakan mesin yang lebih mahal yang saat ini harganya sekitar Rp 3 miliar. Mesin ini dapat mencetak empat warna dengan kemampuan mencetak 10.000 lembar dengan isian 9 folio. Dan lingkup kerja menjadi lebih luas,seperti bikin Neon Box dan billboard.

Harga mesin bekas dengan kemampuan sama sekitar Rp 700 juta untuk mesin buatan tahun 1994. Biasanya pengusaha yang berpengalaman dalam usaha ini tidak membeli mesin terbaru jika order yang diterima besarnya tidak enam kali harga mesin. Uraian penggunaan mesin sudah jelas menyatakan, usaha ini harus dimulai dengan mesin bekas.

Selanjutnya, dibutuhkan mesin potong kertas karena sangat vital sekali untuk membuat rapi hasil cetakan. Harga mesin potong kertas terbaru Rp 17 juta, tetapi pengusaha dapat juga mencari mesin bekas dengan harga minimum Rp 10 juta dengan kemampuan masih dapat diandalkan. Agar mesin potong tidak mubazir, pengusaha dapat menerima pesanan potong kertas dengan pendapatan Rp 500 per kilogram kertas.

Pengusaha juga dapat membeli mesin master, tetapi sebaiknya pekerjaan diberikan kepada pemilik mesin saja. Saat ini satu master seharga Rp 5.000. Jika banyak pekerjaan membuat master, maka mesin ini mutlak diperlukan layaknya membeli Pengering Pakaian pada usaha laundry, mesin master sangant penting bagi usaha percetakan.

Pengusaha juga memerlukan operator mesin yang sekaligus memelihara mesin. Pengusaha sebaiknya merekrut mereka yang lulus STM jurusan mesin agar pengusaha tidak kerepotan apabila mesin rusak. Gaji operator Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta. Kemudian, dibutuhkan pembuat lay-out menggunakan komputer dengan pendidikan minimum SLTA dengan gaji Rp 750.000 per bulan.

kompas.com

Selasa, 18 Agustus 2009

Mengenal Sejarah Percetakan


Percetakan adalah sebuah proses industri untuk pemproduksikan massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Dia merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi.


Banyak buku dan koran sekarang ini biasanya dicetak menggunakan teknik
percetakan offset. Biasanya imaji yang akan dicetak terlebih dahulu dilukiskan ke atas pelat offset dengan bantuan printer laser kemudian pelat ini akan diolah mesin cetak menjadi pola penintaan yang akan ditimpakan ke atas kertas cetak. Warna-warna bisa didapatkan dengan menimpakan beberapa pola warna dari setiap pelat offset sekaligus.


Teknik percetakan umum lainnya termasuk cetak relief, sablon, rotogravure, dan percetakan berbasis digital seperti pita jarum, inkjet, dan laser.
Percetakan murah atau mahal tergantung proses pengerjaannya.


Dikenal pula teknik cetak poly untuk pemberian kesan emas dan perak ke atas permukaan dan cetak emboss untuk memberikan kesan menonjol kepada kertas.


Sejarah


Kemungkinan besar percetakan pertama kali ditemukan untuk mempermudah penduplikasian Injil. Jika sebelumnya ditulis dengan tangan di ruang scriptoria, maka sejak zaman renaisans manusia mulai berpikir untuk mempercepat proses ini lewat produksi massal.


Teknik cetak pertama kali yang dikenal dimulai dari Kota Mainz, Jerman pada tahun 1440 yang merupakan sentra kerajinan uang logam saat itu. Pertama kali metode cetak diperkenalkan oleh Johannes Gutenberg dengan inspirasi uang logam yang digesekkan dengan arang ke atas kertas.


Relief uang logam menimbulkan ide untuk membuat permukaan dengan tinggi bervariasi. Hal ini dikenal dengan nama cetak tinggi. Sekarang sudah banyak
perusahaan percetakan. Di Indonesia berkembang usaha dan bisnis percetakan, misalnya percetakan Jakarta. Dan banyak juga pemain bisnis di bidang percetakan ini.


id.wikipedia.org


Dukung kampanye
stop dreaming start action sekarang