Tampilkan postingan dengan label rencana pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rencana pernikahan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2009

Apa yang Harus Ditanyakan kepada Wedding Planner?

1. Apakah Anda pernah bekerja dengan vendor-vendor atau pun gedung yang saya ingini? Apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tempat tersebut?

Pertanyaan ini akan memberikan sekilas tentang selera dan cara pandang si perencana pernikahan. Jika mereka tak suka dengan pilihan Anda dan menawarkan yang jauh berbeda dengan pilihan Anda, kemungkinan terbesar mereka tidak cocok dengan Anda. Namun, jika mereka menawarkan opsi lain yang lebih bagus, lebih murah, dan memberikan ide yang sejalan dengan ide Anda, ini bisa jadi ‘jodoh’-nya. Biarpun ia menyukai dan setuju dengan semua pilihan Anda, sebaiknya ketahui alasan ia menyukainya untuk melihat apakah memang ia paham tentang apa yang ia lakukan.

2. Kira-kira sudah berapa kali Anda menangani pernikahan yang memiliki budget sama dengan saya?

Penting untuk diketahui, apakah si perencana pernikahan ini sanggup menjalani dan membantu Anda supaya biaya-biaya tidak membengkak. Jika ia hanya terbiasa menangani klien yang memiliki anggaran dua kali lipat dari anggaran Anda, bisa jadi mereka tak memiliki hubungan dengan vendor-vendor yang sesuai dengan kisaran anggaran Anda.

3. Siapa vendor florist, band, katering, dan penyedia jasa lainnya yang paling Anda senangi?

Cek portofolio hasil kerjanya di pernikahan-pernikahan sebelumnya. Ini akan memberikan Anda bayangan untuk membayangkan hasil kerjanya. Perhatikan juga dengan dekorasi pelaminan, kue pengantin, maupun jenis undangan unik untuk pernikahan Anda, dll.

4. Sejauh mana saya bisa ikut ambil andil dalam pernikahan ini? Apa saja yang akan menjadi kewajiban saya?

Sebelum acara dimulai, Anda perlu tahu apa saja yang menjadi bagian Anda dan perlu diketahui keputusan terakhir ada di tangan siapa. Apakah ada di tangan Anda, ibu Anda, mertua, atau justru si perencana pernikahan?

5. Rata-rata, berapa banyak acara pernikahan yang Anda tangani dalam sebulan? Berapa banyak staf yang dimiliki dan apa saja kualifikasi mereka?

Banyak pekerja perencana pernikahan melakukannya hanya sebagai hobi, jadi penting untuk memastikan mereka merancang pernikahan Anda serius.

6. Seberapa sering Anda ingin bertemu dengan saya sebelum pernikahan? Dari pukul berapa hingga pukul berapa Anda akan bekerja pada hari pernikahan nanti?

Jika komunikasi yang sering penting untuk Anda, maka jangan pilih planner yang berpikir bahwa dengan bertelepon tiga kali seminggu saja cukup untuk menyelenggarakan pernikahan. Jika perencana pernikahan ini memiliki struktur perusahaan yang rumit, pastikan siapa yang akan menangani pernikahan Anda. Langsung dengan si atasan atau kepada asistennya?

7. Boleh saya lihat daftar vendor dan klien-klien Anda? Keberatankah Anda jika saya menghubungi beberapa dari mereka?

Referensi dari klien amat penting. Lihat seberapa banyak pujian yang datang dari mereka tentang si perencana pernikahan. Para vendor tak memiliki ikatan yang kuat dengan si perencana dan mereka bisa lebih leluasa mengobservasi si perencana pernikahan. Para vendor juga bisa membandingkan si perencana pernikahan dengan yang lainnya.

8. Berapa biaya jasa yang Anda kenakan? Apakah ada tarif rata? Apakah ada biaya-biaya tambahan? Apa saja biaya-biaya yang harus saya tanggung?

Ketahuilah, sejak awal biaya-biaya apa saja yang akan dikenakan pada Anda. Tiap perencana pernikahan memiliki metode penarifan berbeda.

www.kompas.com

Senin, 31 Agustus 2009

Pilih Jasa Wedding Organizer atau Panitia Keluarga

Merancang sebuah kepanitiaan pernikahan memang susah-susah gampang. Anda perlu memilih orang-orang yang tepat. Biasanya keluarga adalah pilihan utama untuk menjabat sebagai panitia pernikahan. Umumnya mereka akan dengan semangat akan memberi diri untuk membantu. Namun bagaimana peran pihak keluarga dapat berjalan maksimal walaupun Anda sudah menyewa sebuah Wedding Organizer Planner? Akankah ada pihak yang merasa dipinggirkan?

Menyiapkan panitia pernikahan menjadi salah satu wujud persiapan pernikahan. Meskipun ada yang telah memakai jasa Wedding Organizer, namun kehadiran mereka tetap diperlukan. Wedding organizer dan kepanitiaan yang baik akan saling menunjang dalam melaksanakan perannya masing-masing.

Wedding Planner dalam kepanitiaan keluarga berfungsi sebagai koordinator dan pembuat job description. Selain itu mereka juga bisa berperan sebagai penengah juga perantara yang netral bila perbedaan pendapat, satu pihak dengan pihak lain yang sulit ***ngkapkan secara terbuka karena alasan etika.

Banyak sekali urusan pernikahan yang tidak bisa dilakukan oleh tenaga profesional namun bisa dilakukan oleh keluarga. Tugas yang biasanya ditangani sendiri oleh pihak keluarga, melalui kepanitiaan tentunya, misalnya mengurus soal angpao, karena masalah keuangan memang terbilang sensitif. Dan pastinya lebih nyaman bila ***rus oleh orang yang sangat dipercaya. Pihak Wedding Organizer sendiri umumnya juga menolak tugas seperti ini demi reputasi mereka sendiri.

Seksi transpotasi sebaiknya juga ditangani keluarga. Wedding Organizer Planner hanya bertugas sebagai koordinator yang akan mengecek dan mengingatkan seksi transpotasi pada hari H. 10 menit sebelum waktu keberangkatan yang telah ditetapkan, supir dari pihak mempelai wanita dan dari pihak pria harus sudah dipersiapkan. Ini menjadi tanggungjawab seksi transpotasi untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Kendaraan maupun supir.

Bukan hanya tugas-tugas seperti di atas yang bisa ditangani keluarga. Menyebar undangan juga menjadi tanggungjawab pihak keluarga. Best Wedding Organizer memang bisa dilimpahi tugas seperti ini, namun dengan tambahan biaya karena ini memang tidak termasuk tugas mereka.

Di luar ketiga hal tadi, banyak tugas yang bisa dilakukan oleh keluarga, misalnya sebagai seksi konsumsi yang akan bertanggungjawab dan mengatur bagaimana seandainya saat resepsi makanan kurang atau lebih. Mereka juga bisa membantu bertanggungjawab atas kesediaan beragam perlengkapan yang harus ada pada hari H, misalnya cincin, bolpoin, buku tamu dan lain-lain. Wedding organizer akan memberi ceklist dan mengingatkan seksi perlengkapan agar semua barang yang tertulis dalam ceklist tidak sampai tertinggal di hari H.

Masih banyak lagi seksi-seksi yang bisa dibentuk yang bisa mengakomodir keinginan keluarga dan sahabat yang ingin membantu, misalnya seksi konsumsi, seksi tamu VIP atau seksi seragam. Pendek kata, kehadiran Best Wedding Organizer tidak akan menyisihkan peran keluarga dan sahabat yang ingin berperan serta membantu pesta pernikahan.

duniawedding.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Kamis, 20 Agustus 2009

Rencana Pernikahan yang Ideal

Berikut tips bagi anda yang sedang merencanakan reception pernikahan, antara lain:

* Kumpulkan data-data rekanan
reception planner wedding sebanyak-banyaknya


* Luangkan waktu untuk menghadiri pameran, ataupun melihat-lihat profil rekanan
reception planner wedding di situs pernikahan


* Seleksi beberapa pilihan, misalnya
wedding reception planner.


* Atur waktu bertemu dengan mereka untuk melihat hasil


* Buatlah daftar teman-teman dekat serta saudara yang nantinya akan diundang saat
reception.


* Diskusi dengan pasangan mengenai rundown acaranya walaupun menggunakan
wedding planner service.


* Bentuk panitia, kalau bisa dari teman-teman dan buat technical meeting dengan mereka, sebaikanya 1-2 minggu sebelum hari H. Kalau punya dana lebih tidak salah menggunakan wedding
reception service.


* Kumpulkan dana dan tentukan budget pernikahan, ingatlah pada saat hari H, anda menjadi orang terpenting dan memiliki waktu yang terbatas, ketika tidak menggunakan
wedding reception planner tunjuk satu orang untuk menjadi ‘ketua kelas’, sebaiknya orang yg gesit dan tepat waktu. Atau kalaupun menggunakan wedding planner service, tidak ada salahnya juga menentukan “ketua kelas” tersebut.


www.tipstrik.com