Tampilkan postingan dengan label renovasi rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renovasi rumah. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2011

Menambah Kesan Apik Pada Tembok Rumah

Inginkah Anda memercantik interior rumah secara “kontroversial”, lain ketimbang yang lain? Bila ya, tampilkanlah mural di interior rumah. Itu bisa di kamar anak, ruang keluarga, dan lain-lain.Pun, bila Anda ingin, mural bisa saja dihadirkan di eksterior. Antara lain di dinding bagian luar pagar rumah.


Bila bermukim di Jakarta, mural sesungguhnya tiada asing bagi Anda. Begini, pernahkah Anda melihat lukisan dari cat nan tersaji di dinding/tembok jalan layang, yang menampirkan pesan sosial tertentu?Nah, itulah mural nan tampil di ruang publik—sudah tentu, mural sangat berbeda dengan coretan grafiti tak beraturan karya tangan jahil pengganggu keindahan kota.Mural di tempat seperti itu lazim dibuat oleh para seniman yang disebut bomber yang biasa menangani service renovasi rumah

Nah, di interior rumah Anda, mural tentu tak menyampaikan pesan sosial. Tapi, berfungsi memercantik ruangan. Dalam hal ini, berbagai corak mural bisa hadir. Lantas, bagaimanakah contoh kehadiran mural di interior rumah? Banyak, lah….Semisal, di kamar anak, mural nan melukiskan berbagai hewan favorit anak tersebut bisa dihadirkan. Pula lukisan berbagai tokoh kartun. Berbagai variasi mural bisa hadir di kamar tersebut. Contoh lain, di ruang keluarga yang berukuran luas, lukisan pemandangan nan dipadu dengan warna-warni lembut bisa Anda pampangkan.

Berapa ya tarif nan dipancang untuk itu? Mahalkah?

Begini, sekadar gambaran, beberapa penyedia jasa tersebut memancang tarif berdasarkan luas dinding nan dilukis. Besar tarif tersebut berkisar Rp250.000 sampai Rp300.000 per m2. Yang lazim, itu harga yang sudah termasuk layanan pengikisan cat, perbaikan dinding/lapisan cat, memberikan cat dasar ulang, dan konsultasi konsep/gambar.

Nah, selamat merias rumah secara “kontroversial” melalui mural.

Temukan info lebih lengkap seputar renovasi rumah

Senin, 09 Mei 2011

Bentuk Pilar Rumah Dari Masa Ke Masa

Fungsi pilar yang semula untuk memperkokoh bangunan, mulai beralih ke fungsi estetika. Posisi pilar di depan pintu masuk selain untuk keindahan juga sebagai pertanda pintu utama. Pilar juga merupakan pertanda masa arsitektur tertentu karena modelnya yang berbeda-beda. Model pilar pun sangat beragam. Jika pada abad ke-18, pilar dibangun dengan konsep sederhana yaitu hanya terdiri atas kepala, badan, dan kaki, maka memasuki tahun 1970-an, bentuk pilar lebih rumit.


Pilar gaya Romawi lebih menonjolkan struktur bangunan yang banyak menggunakan bentuk lengkung, serta penambahan ukiran dan elemen dekoratif berupa lukisan pada pilarnya. Pada masa itu pilar ukuran besar lebih diminati. Warna yang sedang tren pun lebih ke warna tanah seperti coklat atau merah bata.

Membangun pilar, juga membutuhkan itung-itungan matematis. Karena pilar merupakan bagian dari struktur bangunan, maka perlu perhitungan yang tepat mengenai besar, tinggi, serta jaraknya jadi jangan sembarangan melakukan renovasi rumah dengan tambahan pilar. Besar kecilnya pilar tergantung besarnya beban yang disokong dan jarak antarpilar. Semakin besar beban yang ditopang atau semakin tinggi pilarnya, ukuran atau dimensinya juga semakin besar. Satu hal yang harus dihindari, ukuran pilar jangan sampai melebihi pintu masuk di dekatnya.

Sebagai bagian eksterior yang juga memperindah rumah, penampilan pilar harus memperhatikan segi keindahan. Untuk itu diperlukan kecermatan menentukan material dan finishing yang sesuai. Sebaiknya material yang digunakan terbuat dari bahan berstruktur kuat dan keras, serta tahan di alam terbuka. Material beton yang paling umum digunakan. Tapi material seperti kayu, bambu, atau batang kelapa dapat juga dijadikan pilihan bagi rumah bergaya etnik.

Temukan info lebih lengkap seputar renovasi rumah

Rabu, 29 Juli 2009

Renovasi Rumah Sebelum Menjualnya

Bertindak secara bijak menjadi kunci utama dalam melakukan renovasi rumah, dimana hal ini diperlukan agar renovasi rumahyang dilakukan tidak mengalami pembengkakan biaya yang tinggi diluar yang dianggarkan dan tidak sebanding dengan nilai jual.

Berikut merupakan hal hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan lebih lanjut untuk me
renovasi bangunan rumah:


* Pertimbangkan seberapa penting suatu area yang akan direnovasi. Misal bila kayu penahan utama udah lapuk atau suatu kebocoran dilokasi tertentu tentulah sangat penting karena hal ini menyangkut keamanan, kenyamanan dan keindahan rumah anda


* Bila anda melakukan
renovasi bangunan untuk maksud menjual rumah anda, maka lakukan perbandingan biaya dengan cermat. Hindari biaya renovasi yang terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan harga jual rumah. Renovasi rumah yang perlu anda lakukan mungkin hanya sebatas kosmetik untuk memperindah rumah.


* Bilamana anda ingin membuat perubahan
desain renovasi yang cukup besar untuk mendongkrak nilai jual rumah anda, maka area yang cocok untuk anda cermati dan dilakukan renovasi adalah ruangan dapur dan kamar mandi. Kedua area ini adalah ruangan favorit untuk dikunjungi oleh pembeli yang bisa mendongkrak nilai jual rumah anda.


* Mempertahan karakter suatu rumah adalah hal yang sangat penting untuk dicermati karena biasanya hal ini sering terlupakan.


* Perhatikan pemilihan warna dan
desain renovasi yang digunakan dalam merenovasi rumah. Perlu anda ingat untuk memperhatikan trend warna saat ini, karena penyesuaian warna dengan selera pasar pada umumnya dapat mempercepat rumah tersebut terjual, dan pemilihan warna netral adalah pilihan yang tepat.


Semoga tips
renovasi sebelum menjual rumah di atas berguna bagi anda.


www.citraindahrumahku.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang