Tampilkan postingan dengan label rumput lapangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumput lapangan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2009

Menikmati Keindahan Pulau Seribu

Setelah lama direncanakan, akhirnya jadi juga outbound ke Kepulauan Seribu. Supaya maksimal, maka kami satu Divisi perginya ke pulau yang cukup jauh yaitu PULAU SEPA. Kalau masih terlalu dekat katanya banyak ketemu sampah.

Naik boat berkapasitas sekitar 40 orang, laut pagi itu sangat tenang nyaris tanpa ombak. Kami bisa leluasa jalan kesana kemari dalam kapal. Ada sih yang mabok laut, tapi hanya satu orang. Secara umum perjalanan ke sana sangatlah tenang dan damai. Perjalanan sekitar 1,5 jam dari Marina Ancol berlalu tanpa kendala yang berarti, kamipun sampai di Pulau Sepa dalam kondisi siap tempur.

Di pulau Sepa ini acara kami sebenarnya adalah outbound dan team building di Divisi kami. Tapi tahu sendiri, kalau sudah ketemu pantai maka pastinya lebih banyak acara hepi-hepi dibandingkan seriusnya. Dari mulai main bola Waupun tanpa Rumput Sintetis, snorkeling, main air, main pasir, snorkeling lagi, banana boat, karaoke atau Latin Dance, snorkeling lagi, dan lagi… dan lagi…

Buat Anda yang sudah pernah menyelam, barangkali snorkeling bukanlah sesuatu yang istimewa. Tapi buat saya, pengalaman baru itu benar-benar mencengangkan. Berenang-renang bersama ikan di antara beberapa karang, di antara pasir putih dan laut yang biru… ah nikmatnya.

Supaya lebih mudah Anda bayangkan, begini saja saya jelaskan. Saya ini hobi banget motret, buktinya saya berangkat ke Pulau Sepa lengkap dengan peralatan kamera, wide zoom lens, fix lens wide apperture, telezoom lense, flash, dan tripod. Peralatan kamera memenuhi 2/3 tas sementara baju hanya 1/3 tas. Tapi apa yang terjadi? Selama hari pertama saya di sana, sama sekali tidak ada mood ataupun keinginan untuk motret. Yang ingin saya lakukan hanyalah bergaul dengan pasir, air, ikan, dan karang. Itu saja cukup!!

wisatajiwa.wordpress.com

Rabu, 26 Agustus 2009

Tips Perawatan Lapangan & Rumput Futsal

Upaya – upaya yang bisa dilakukan untuk merawat lapangan futsal adalah:

1. Mengecek Rumput Futsal tiap minggu.
Biasanya tempat yang sering lepas adalah sisi-sisi pada garis lapangan. Itu disebabkan banyak hal, bisa saja terjadi karena kelalaian pemasang Lapangan Futsal pada saat memasang untuk itu sangat perlu dilakukan, bisa juga karena gesekan dari sepatu pemain dan bisa juga dari keringat pemain yg jatuh sehingga menyebabkan lem lepas.

2. Mengecek jaring setiap minggu
Biasanya pemain suka menyandarkan tubuhnya pada jaring-jaring disisi lapangan, ada kemungkinan karena terdorong dan juga ada juga karena unsur kesengajaan karena kecapaian.

Antisipasi yang bisa dilakukan adalah :
1. Menyemprot Rumput Futsal agar tahan lebih lama (bahannya dapat dicari di google) dalam Pemeliharaan Sarana Olahraga Futsal

2. Membuat himbauan kepada pemain
Contohnya :
- Dilarang meludah dilapangan (disamping merusak lapangan dapat juga mencemari lingkungan).
- Wajib memakai sepatu karet/futsal (efek yang ditimbulkan jika tidak memakai sepatu adalah cidera dan keringat langsung jatuh ke Rumput Sintetis Futsal.
- Dilarang menyenderkan badan dijaring (karena dapat menyebabkan jaring kendur bahkan bisa menyebabkan jaring putus apabila kapasitas melebihi ketahanan jaring tersebut).
- Dilarang tidak mengenakan pakaian pada saat sedang bermain (sumber keringat terbanyak adalah dari badan kita,dan apabila seseorang tidak memakai baju pada saat bermain kemungkinan besar keringat akan jatuh di Lapangan Futsal).

3. Memperbaiki sendiri Rumput Sintetis Futsal yang lepas dengan cara mengelem rumput yang lepas, lem alteco bisa dipakai untuk pilihan sementara, sedangkan untuk seterusnya silahkan tanya ke pemborong atau Kontraktor Lapangan Futsal tersebut, lem apa yg digunakan dalam Pembangunan Fasilitas Olahraga Futsal atau Pembangunan Sarana Olahraga Lainnya.

indogamers.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Senin, 27 Juli 2009

Lapangan Dengan Rumput Buatan

Saya sering sekali mendapat pertanyaan soal rumput sintetis. Maka dari itu dengan ini saya ingin menjelaskan pandangan saya soal lapangan rumput futsal dengan dasar rumput sintetis futsal agar lebih jelas untuk kontraktor lapangan futsal mania di tanah air. Terutama di Jakarta banyak sekali kontraktor lapangan bermunculan dengan dasar rumput sintetik, dimana pengelola/owner lapangan futsal menggunakan kata-kata FUTSAL, seperti Futsal City, Planet Futsal dll. Hal ini sempat banyak membingungkan para pemain Futsal. Virus kontraktor futsal rumput sintetis di Jakarta mulai populer berkat menjamurnya di Malaysia. Planet Futsal pertama yang mendatangkan ke Indonesia dan di Jakarta pun banyak mendatangkan penggemar sepakbola dan kontraktor lapangan futsal.

Maka dari itu cabang Planet Futsal pun berkembang terus dan banyak competitor kontraktor lapangan yang melihat suburnya bisnis rumput futsal dan mulai menirukan hal yang telah dilakukan oleh Planet Futsal. Walaupun namanya PLANET FUTSAL akan tetapi pihak pengelola mencantumkan kata-kata INDOOR SOCCER di bawah logo mereka dan saya sangat setuju dengan predikat itu. Dengan terbatasnya lapangan sepakbola di Jakarta alternatif rumput sintetis futsal adalah sangat tepat untuk bermain sepakbola, bukan lapangan futsal. Di bawah saya ingin memberi beberapa penjelasan bahwa rumput sintetik bukan kontraktor futsal.

1. Garis lapangan dan ukuran gawang yang ada di beberapa Gor rumput sintetik tidak sesuai dengan aturan Futsal berdasarkan aturan FIFA.

2. Ditutupnya lapangan dengan jaring mempersulit pemain untuk menggantikan pemain, bahkan jarak garis dan titik corner ke jaring terlalu dekat.

3. Sepatu Futsal dengan bawah yg rata tidak cocok untuk rumput sintetik, bahkan membahayakan karena melakukan gerakan dinamis yang dilakukan oleh pemain akan mengakibatkan cedera karena sol sepatu terlalu licin. Sepatu sepakbola pun kurang cocok,
karena kaki akan merasa pool nya berkat rumput yang tidak ada tanah di bawahnya dan yang cocok hanya TURF SHOES. Sepatu yang khusus dibuat untuk lapangan sejenis ini.

4. Sirkulasi bola sangat lambat jika dibandingkan dengan lapangan Futsal yang dasarnya kayu atau rubber/pvc.

5. Jika menggunakan bola Futsal ( Low Bounce ) akan hampir tidak ada pantulan, karena pantulan akan di-absorb oleh rumput dan bola Futsal pun dibikin dengan pantulan rendah. Jika menggunakan bola nr 5 (sepakbola) pantulannya akan lebih tinggi daripada
rumput asli. Jadi bola yang cocok untuk rumput sintetik, saya tidak tahu.

6. Di Eropa rumput sintetik digunakan sebagai alternatif unutk rumput biasa, seperti di liga Inggris telah ada beberapa stadion yang menggunakannya. Akan tetapi di Eropa tidak ada stadion rumput sintetik yang menyebutkan dirinya sebagai stadion Futsal.

7. Kejuaraan Internasional Futsal ( Kejuaraan dunia, Asia dan ASEAN ) yang digelar oleh FIFA tidak ada satupun yang menggunakan rumput sintetik, lebih ke rubber/pvc.

http://www.amfc.or.id/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang