Tampilkan postingan dengan label schotel macaroni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label schotel macaroni. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juli 2009

Camilan Tak Harus Beli Di Pusat Perbelanjaan

Camilan untuk keluarga, tidak harus dibeli di pusat-pusat perbelanjaan yang mewah serta harga beli yang mahal. Masyarakat bisa membuatnya sendiri dengan bahan baku yang mudah ditemui di pasaran serta harga terjangkau. Macaroni schotel goreng misalnya, macaroni food ini bisa menjadi alternatif camilan keluarga dengan harga yang relatif terjangkau.

Seperti dikatakan Boy, waiter salah satu restoran di Sanur, Minggu (15/4) kemarin.
‘’ Makaroni schotel merupakan bahan baku yang multifungsi, bisa dipergunakan sebagai alternatif camilan maupun pengganti lauk serta isian pada sayur. Inilah yang membuat kenapa food macaroni goreng bisa dimanfaatkan sebagai camilan keluarga,” tuturnya.

Dia mengatakan, alasan kenapa macaroni goring dari food delivery bisa dipergunakan sebagai alternatif camilan keluarga, karena bahan ini memiliki tekstur yang lembut sehingga walaupun digoreng tekstur tidaklah keras sehingga bisa dikonsumsi semua anggota keluarga.

Mampu menyatu dengan berbagai jenis bumbu, baik itu nusantara, Cina, maupun masakan ala Barat turut menjadi alternatif dipilihnya makaroni sebagai bahan makanan. Selain itu, macaroni schotel memiliki bentuk yang unik mampu menarik minat masyarakat untuk mencobanya.

Harga beli macaroni food yang tidak mahal serta mudah ditemui di pasaran makin mendukung dipilihnya makaroni schotel sebagai campuran berbagai jenis masakan. ‘’Makanan olahan dari food macaroni juga bisa dipergunakan sebagai lahan bisnis. Buktinya olahan macaroni tidak hanya ditemui di restoran ataupun rumah makan, namun industri rumah tangga banyak yang membisniskan makaroni dari food delivery sebagai camilan kering rasa pedas maupun manis,” jelasnya.
Disinggung mengenai peluang bisnis makaroni di restoran, diakui, animo masyarakat mencari makaroni goreng termasuk ramai.

Penggemarnya pun tidak hanya kalangan domestik, namun wisatawan mancanegara relatif ramai mencari makanan olahan dari makaroni baik itu digoreng, sup, hingga kombinasi dengan keju panggang.
Meski, karyawan restoran lainnya mengatakan hal sama. Makaroni goreng bisa dipergunakan sebagai camilan keluarga. Sebab, proses pengolahannya mudah dan siapa saja bisa membuatnya dengan bumbu yang ada di rumah. *dik

http://www.bisnisbali.com/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Rabu, 22 Juli 2009

Resep Macaroni Schotel

Selama ini mungkin kita sering makan macaroni namun berikut panduan membuat makaroni yang bisa diparktekkan di rumah

Ingredients:


100 gr macaroni elbow

1000 ml air

1 sdm minyak goreng

2 butir telur

250 ml whipped cream

100 ml susu cair

100 gr keju cheddar, potong dadu uk. 1/2 cm

2 lembar smoked beef, potong kotak 1/2 cm

1/2 sdt merica bubuk

Garam secukupnya


Isi:

1 sdm margarine

1 butir bawang putih, cincang

1/2 buah bawang bombay, cincang

1/2 sdt pala bubuk

100 gr daging giling


Topping saus putih:

1 sdm margarine

2 sdm tepung terigu

250 ml susu cair

100 gr keju cheddar parut

Merica & garam secukupnya


Directions:

Masak
macaroni dalam air mendidih yang sudah diberi minyak goreng hingga 3/4 matang (kurleb 8 menit). Angkat, tiriskan.


Isi:
Panaskan margarine tumis bawang bombay & bawang putih hingga harum, tambahkan pala bubuk. Masukkan daging giling, masak hingga berubah warna. Sisihkan.
Saus putih:
Panaskan margarine, masukkan tepung terigu, aduk cepat hingga rata. Matikan api, tambahkan susu cair aduk2 hingga tepung larut dan tambahkan merica & garam. Nyalakan api kembali, masak saus hingga kental. Sisihkan.


Kocok lepas telur, masukkan whipped cream dan susu, aduk rata. Masukkan tumisan daging, keju cheddar dadu, smoked beef, merica dan garam. Tuang ke dalam pinggan tahan panas yg sudah diolesi margarin. Kukus selama 20 menit. Lapisi atasnya dengan saus putih dan taburi dengan keju parut.


Panggang dengan api atas selama 15 menit.
Macaroni siap disajikan.


http://sibunbun.multiply.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang