Tampilkan postingan dengan label showroom mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label showroom mobil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2009

Sewa Mobil Jelang Lebaran Meningkat

Permintaan Rental Kendaraan di Depok, Jawa Barat, tiga pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriah mulai meningkat.

"Persediaan mobil sewaan tinggal lima lagi. Sebanyak 15 mobil sewaan yang saya punya sudah dipesan untuk keperluan lebaran para konsumen," kata Hendra, pemilik rental mobil, di kawasan Margonda, Depok, Senin (31/8).

Menurut dia, peningkatan tersebut sudah dimulai sejak awal Ramadan. Penyewa mobil umumnya memiliki keperluan untuk perjalanan luar kota. Artinya, mobil-mobil pesanan tersebut memang ditujukan untuk mudik.

Dikatakannya permintaan sewa mobil di Depok (Car Rental Kuta) dipastikan akan terus meningkat terlebih seminggu sebelum lebaran. "Saya sudah hubungi mitra saya untuk bisa menyediakan kembali mobil, karena mobil yang ada sudah habis dipesan," katanya.

Sejumlah penyedia jasa Showroom Mobil sewa di Margonda tersebut rata-rata mempunyai sekitar 20 mobil sewa. Semua mobil yang disewakan tergolong mobil-mobil baru dengan angka tahun yang masih muda.

Jenis mobil yang ada juga hampir seragam di semua persewaan seperti jenis Kijang, Xenia, Avanza dan APV.

Sementara itu, seorang konsumen Rohimin mengatakan sudah memesan mobil sewaan untuk lebaran. Menurut dia, dirinya telah berkeliling ke beberapa tempat rental mobil, tapi semuanya telah habis dipesan.

"Di sini yang masih ada langsung saja saya bayar uang muka," kata Rohimin yang menyewa mobil minibus kijang. Menurut dia, untuk sewa mobil selama lima hari tersebut, dirinya harus membayar Rp2 juta.

Hal senada juga dikatakan oleh Bambang warga Depok I, yang hendak menyewa mobil untuk keperluan lebaran. Bambang mengaku telah menyewa mobil untuk keperluan lebaran jauh hari sebelumnya, karena khawatir jika baru sekarang-sekarang ini tidak akan dapat mobil sewaan.

"Seperti pengalaman tahun lalu saya sulit mendapatkan mobil sewa, karena telat memesan terlebih dahulu," katanya.

mediaindonesia.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Kamis, 30 Juli 2009

Showroom Mobil dan Proses kredit Mobil

Pada saat ini untuk membeli sebuah mobil baru sangatlah dipermudah syarat-syaratnya, tidak sesulit seperti pada masa 5 tahun yang lalu. Salah satunya adalah DP yg ringan antara 10-20 persen dari harga mobil sudah berpeluang untuk memiliki sebuah Mobil Baru. Sehingga populasi mobil bertambah banyak dan pesat dijalan raya. Sehingga secara tidak langsung dampak negatifnya adalah macet dan antrian panjang terjadi dimana-mana, Mungkin dalam hal ini juga merupakan salah satu andil yg besar sering terjadinya macet dijalan raya

Jadi perhitungkanlah dengan matang jika ada individu yg mempunyai niat untuk membeli atau memiliki sebuah Mobil Baru yg dari segi DP & Syaratnya memang sangat menggiurkan, Tetapi jika individu tersebut mengalami sesuatu hal yg terjadi diluar perhitungan & perkiraan sebelumnya, Maka individu tersebut juga yg akan mengalami kerugian dan mendapat sebuah tambahan beban yg tidak ringan nantinya dikemudian hari.

Cobalah mari kita lebih mendalami dari awal hingga akhir dari transaksi sebuah mobil baru

1. Sebuah mobil baru yg dibeli dari pihak Showroom Mobil baik itu secara cash maupun kredit maka sama saja bagi pihak Showroom. Karena walaupun dibeli secara kredit mereka akan selalu & tetap menerima secara tunai dari pihak Finance & Lembaga Pembiayaan.

2. Tahap selanjutnya adalah urusan transaksi antara konsumen dengan pihak Finance. Pihak Finance tidak membenarkan atau memberikan konsumen keleluasaan untuk memilih pihak Asuransi yg konsumen kehendaki. Karena mungkin saja Bunga & Preminya dapat lebih rendah dari pihak Asuransi lain. Dalam hal ini sama seperti pihak
Showroom Mobil Baru, Sebab pihak Finance umumnya hanya memberikan pilihan kepada konsumen untuk memilih pihak Asuransi yg ada kerjasamanya dengan pihak Finance.

Semua dikarenakan baik itu Sales maupun Pimpinan Finance tersebut mendapat Komisi & Fee dari pihak Asuransi. Jadi dalam hal ini konsumen juga pihak yg sangat dirugikan. Sebab pihak Asuransi tidak perlu lagi terlalu bersaing di Segmen Otomotif. Mereka hanya tinggal mencari kerjasama sebanyak mungkin dengan pihak Finance

Dari semua penjelasan dan rincian di atas, Sebenarnya pihak Showroom Mobil lebih senang maupun tertarik kalau konsumen membeli sebuah mobil baru & Mobil Bekas dengan cara kredit ketimbang beli secara tunai dan isi postingan ini hanya merupakan bentuk sebuah Opini & Fakta secara umum terjadi tanpa ada unsur untuk menyalahkan pihak manapun.

bagansiapiapi.net

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang