Tampilkan postingan dengan label tren baju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tren baju. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2009

Cara Menyimpan Baju & Aksesori

Biar koleksi baju Anda lebih terawat, cara penyimpanan perlu diperhatikan. Ini triknya.

Lemari Pakaian
Pertama, belilah sejumlah gantungan berkualitas baik atau gantungan yang memiliki bantalan busa untuk menjaga bentuknya, khususnya bagian pundak. Kelompokkan semua baju, celana, rok, gaun, dan jaket sehingga Anda tahu di mana harus mencarinya. Selain itu, cara ini juga akan membiasakan Anda memakai satu per satu koleksi baju Anda.

Busana yang wajib digantung di antaranya jas, blazer, jaket, gaun malam, dan scarf. Beri jarak antar hanger sehingga tidak mudah kusut. Lipatlah
baju fashion santai, seperti kaus, sweater, celana pendek, denim, dan kardigan. Kemudian tumpuk model baju di dalam lemari atau rak sesuai warna dan beratnya.


Letakkan
baju yang terberat di bagian bawah dan teringan di bagian paling atas. Cara ini membantu menjaga bentuknya lebih awet dan memungkinkan Anda melihat apa saja yang Anda miliki dalam sekilas. Perlu diingat, jumlah lapisan susunan baju fashion tidak lebih dari 10 susun. Letakkan koleksi model baju & pakaian yang berwarna gelap di bagian bawah dan warna terang di bagian teratas.


Laci
Tempatkan pakaian dalam di dalam laci. Meletakkan pakaian dalam di dalam laci memudahkan Anda mengambil pakaian dalam yang berada di deretan belakang karena laci dapat ditarik keluar seluruhnya. Laci juga dapat digunakan untuk menyimpan stoking dan kaus kaki. Pisahkan bagian-bagiannya menjadi putih, berbagai warna, dan hitam.

Kotak Sepatu
Bagi Anda yang memiliki space cukup untuk menyimpan sepatu-sepatu Anda, maka cara terbaik adalah dengan menyimpan sepatu dalam kotaknya. Kemudian, tuliskan warna, bentuk, dan ukuran di tutupnya sehingga Anda tahu apa yang ada di dalam kotak tanpa harus membukanya satu per satu. Atau carilah kotak-kotak transparan sebagai tempat sepatu Anda. Jika punya waktu, Anda dapat memotret setiap pasang sepatu dan menempelkan foto tersebut di depan kotaknya masing-masing.

Jika koleksi Anda tidak banyak, Anda bisa menggunakan bagian belakang pintu sebagai tempat penyimpanan. Anda dapat meletakkan di dalam kantung kain atau plastik. Atau memasang rak besi yang dapat digantuntung. Ada juga yang berupa kantung bertingkat ataupun berupa kantung berderet yang bisa digantung begitu saja dan membentuk ruang penyimpanan.


Wadah Susun Transparan
Simpanlah aksesori dalam laci-laci susun yang tembus pandang. Satukan benda-benda sejenis yang ukurannya paling kecil, semisal jepit rambut di laci paling atas. Laci berikutnya untuk menyimpan bros dan korsase, selanjutnya tempat menyimpan bangles, dan laci paling bawah untuk kalung. Dengan menyusun sesuai jenisnya, memudahkan Anda mencari yang diinginkan.

www.pondokbaju.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang

Jumat, 24 Juli 2009

Mengatasi Masalah Saat Membeli Pakaian

Pakaian, kain yang menutupi bagian tubuh. Mungkin Anda berpikir, selama ini Anda tak pernah memiliki masalah dengan membeli pakaian apa pun. Mungkin hanya sedikit masalah, kekecilan atau kebesaran, lalu apa bedanya dengan pakaian bayi? Perlu Anda ketahui, bahwa ketika Anda salah memilih pakaian anak, Anda juga bertaruh pada kesehatan bayi Anda.

1. Jangan beli dalam jumlah banyak di muka
Ketika Anda akan membeli persediaan pakaian untuk bayi di grosir pakaian saat mendekati hari kelahiran, usahakan membeli dengan jumlah cukup di penjual pakaian. Dalam artian, tak terlalu banyak, tak juga sedikit. Belilah dengan warna ‘aman’ atau netral di grosir pakaian anak. Karena Anda tak tahu pasti jenis kelamin, dan warna apa yang kira-kira pas dengannya hingga hari lahirnya, kan? Percayalah, Anda pun akan perlu alasan untuk membeli pakaian lagi di penjual pakaian anak. Anda akan butuh hari libur untuk bisa jalan-jalan, bertemu ibu baru lain, mendengar anak bayi lain menangis.

2. Pikirkan kepraktisan
Tak ada alasan Anda harus membeli pakaian anak bermerek dan berharga mahal di grosir pakaian saat awal-awal kelahirannya. Bayi baru lahir akan berkembang sangat cepat. Mungkin baju-baju bayinya hanya sempat dipakai beberapa kali saja. Kebanyakan waktu, si bayi hanya akan berbaring, plus mereka akan sering buang air. Belilah pakaian dasar bayi dari penjual pakaian yang terpercaya kualitasnya dengan harga masuk akal dengan jumlah secukupnya. Lihat apakah si bayi nyaman mengenakannya, dan perhatikan tanda-tanda alergi. Lagipula, Anda mungkin akan menerima baju bayi bermerek sebagai hadiah dari teman atau saudara.

3. Ukuran
Seperti kita tahu, bayi tumbuh dengan cepatnya. Ukuran-ukuran baju pun macam-macam. Biasanya ukurannya bertuliskan, “new born”, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan, dan lainnya. Bahkan ada yang memberikan kisaran, misal 3-6 bulan. Untuk permulaan, Anda bisa membeli baju dengan ukuran untuk new born di grosir pakaian anak, lalu karena si kecil akan tumbuh cepat, Anda bisa membeli yang berukuran lebih besar. Agar Anda tak perlu membuang-buang uang untuk pakaian saja.

4. Kenyamanan
Kenyamanan sangat penting bagi bayi, juga untuk si ibu. Agar si kecil tidak repot dengan berbagai macam potongan pakaian dan agar mudah dipakaikan, belilah yang potongannya ‘normal’. Ada banyak pilihan pengait baju, dari kancing, velcro, risleting, dan sebagainya. Sebaiknya pilih pakaian bayi dengan pengait kancing jepret atau risleting. Karena kancing kait berpotensi tertelan, sementara velcro berpotensi mudah terbuka. Hindari pengait yang terletak di bagian punggung. Karena bayi akan lebih sering tertidur, sehingga pengait di belakang hanya akan mengganggunya. Anda juga akan butuh pakaian yang memberikan kemudahan akses untuk membuka popok. Belilah beberapa pakaian di penjual pakaian anak dengan bukaan di bagian bawah perut.

5. Yang perawatannya mudah
Perhatikan pula bahan yang dibeli. Meski gaun terlihat lucu pada anak-anak, namun gaun dari bahan tulle hanya akan membuat si kecil teriritasi. Pilih katun, mudah dicuci sendiri dan lebih berguna.

http://kesehatan.infogue.com/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang