Tampilkan postingan dengan label daftar apartemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daftar apartemen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2009

Tinggal di Apartemen Praktis & Hemat

Mengatasi lahan sempit
Sebenarnya, hidup secara vertikal adalah sebuah jawaban untuk kota besar yang penduduknya semakin padat tapi lahan tidak bertambah. Muncullah apa yang sekarang kita kenal rumah susun atau apartemen maupun penthouse.

Prinsip
apartemen adalah lahan kecil bisa dimanfaatkan untuk tempat tinggal bagi banyak orang karena dibuat vertikal. Karena tidak membutuhkan areal yang sangat luas, apartemen bisa berada di tengah-tengah kota. Sedangkan rumah biasa, umumnya ada di pinggiran kota. Bila harga apartemen lebih mahal dari rumah biasa ya wajar saja. Kalau dibandingkan dengan lokasi yang sama, harga apartemen sebetulnya tidak jauh berbeda dengan harga rumah biasa. Apartemen Rasuna, misalnya, yang berlokasi di daerah Kuningan, memasang harga kira-kira Rp 6 juta per meter persegi. Harga tanah di lokasi ini berkisar Rp 5 juta-Rp 6 juta (ini baru tanahnya saja lho, belum termasuk bangunannya).


Biaya per bulan
Tinggal di apartment memang berbeda dengan tinggal di rumah biasa. Semua urusan dikelola oleh pengelola apartemen, mulai dari urusan buang sampah, sekuriti, area publik, sampai tempat parkir. Semua ongkos ini dijadikan satu, yang disebut biaya maintenance atau biaya servis dan harus dibayar per bulan. Besarnya dihitung berdasarkan luas unit. Untuk parkir dihitung per kendaraan. Randa (33), pengacara, yang tinggal bersama istri dan dua anaknya di sebuah unit di Taman Rasuna seluas 96 meter persegi membayar biaya servis Rp 500.000 per bulan.

Cocok untuk keluarga aktif
Apartment sebetulnya cocok untuk generasi muda yang terbilang aktif. Bekerja dari pagi sampai malam membuat waktu yang dihabiskan di rumah tidak banyak. Karena itu, memiliki rumah di pinggiran kota sebetulnya cukup memberatkan.

Area Terbuka
Alasan lain orang ogah tinggal di apartemen biasanya karena ruang yang terlalu kecil. Banyak orang membayangkan bahwa akan sangat membosankan terkurung di ruangan yang berada beberapa meter di atas tanah, tanpa teras, tanpa halaman, dan tidak ada taman. Apakah memang seburuk itu?

Sebenarnya apartemen atau sejenis
penthouse menyediakan fasilitas public space, yaitu ruang terbuka yang bisa digunakan oleh penghuni apartemen. Biasanya di ruang terbuka ini ada kolam renang, lapangan basket, jogging track, dan taman. Penghuni bisa lari pagi, jalan-jalan sore, duduk-duduk sambil ngobrol, baca buku di taman, dan sebagainya. Bahkan, Taman Rasuna yang memiliki podium (public space) seluas 12 ha mendatangkan tukang bakso dan gado-gado gerobak. Sore hari, podium ini sangat ramai. Berjalan-jalan di sini tidak ubahnya seperti berjalan-jalan di sebuah taman bermain yang sangat luas. Fasilitas lain seperti supermarket, laundry, dan sekolah pre school yang ada di lingkungan tower memberikan banyak kemudahan.


Kini semakin banyak apartemen kelas menengah atau kalau ingin yang lebih ada
penthouse suites. Menurut Pusat Studi Properti Indonesia (data 2006), yang masuk kategori menengah adalah apartemen dengan harga Rp 5,10 juta-Rp 9,93 juta per meter persegi. Dengan pertumbuhan apartemen kelas menengah yang demikian pesat, mungkin tinggal di apartemen menjadi pilihan hidup yang sangat praktis.


Tapi perlu diingat, hidup di apartemen maupun
penthouse suites membutuhkan rasa toleransi yang tinggi. Karena, seperti yang dikatakan Danisworo, kita harus hidup “berbagi”. Untuk halaman, tempat parkir, tempat terima tamu, misalnya, kita harus berbagi dan tidak bisa seperti di rumah sendiri. Ya, tinggal di apartemen memang adalah sebuah pilihan.


www.kompas.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang

Senin, 27 Juli 2009

Membeli Apartemen Murah di Depok

Tinggal di apartemen kini sudah menjadi sebuah gaya hidup. Tak hanya orang kaya atau kalangan eksekutif yang bisa tidur nyaman di sana, kelas menengah bawah pun bisa mendiami apartemen.

Bahkan, banyak mahasiswa lebih memilih tinggal di
apartemen ketimbang ngekos. Apalagi, sekarang banyak apartemen bersubsidi dengan harga terjangkau.


Setelah sukses mengembangkan Margonda Residence yang menyasar pangsa pasar mahasiswa di Depok, Jawa Barat, kini PT Cempaka Bersamamaju akan membangun apartemen bersubsidi. Jenis apartemen ini dibangun bersamaan dengan pengembangan tahap II Apartemen Margonda Residence.


Cempaka Bersamamaju berencana membangun 1.000 unit apartemen, yang terdiri atas 600 unit apartemen nonsubsidi dan 400 unit subsidi.


“Antara keduanya, tentu ada perbedaan kualitas bahan bangunan, luas, dan harga,” kata Maryuni, Staf Pemasaran Margonda Residence.


Perbedaan bahan bangunan ini bisa terlihat dari penggunaan keramik atau kualitas cat. Luas unit subsidi juga lebih kecil ketimbang apartemen biasa. Semua perbedaan itu tentu memengaruhi harga jual apartemen.


Luas bersih unit subsidi sebesar 18 m², dengan harga Rp 92 juta. Sedangkan kalau unitnya terletak di pojok dibanderol Rp 97 juta. Bandingkan dengan luas yang sama, harga unit apartemen nonsubsidi seharga Rp 139 juta. Tentunya lebih murah daripada
apartemen Jakarta.


Cara pembayarannya pun berbeda.
Apartment yang disubsidi pemerintah bisa dibeli melalui kredit pemilikan rumah Bank Tabungan Negara (KPR BTN). Pembeli mesti menyetor uang muka 20 persen, dan membayar bunga 9,5 persen per tahun. Uang mukanya bisa diangsur empat kali.


Ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi agar bisa dapat apartemen subsidi, seperti menunjukkan surat keterangan belum memiliki rumah. Kalau mau mengambil satu unit, calon pembeli
apartment harus berpenghasilan minimal Rp 2,5 juta per bulan. Kalau beli dua unit, penghasilannya Rp 4,5 juta sebulan. Tentunya kalau ingin sewa apartemen (rent apartment) ada syarat juga.


http://properti.kompas.com


Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang