Tampilkan postingan dengan label design apartemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label design apartemen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Agustus 2009

Tips Menata Unit Full-Furnished Apartemen

Wah, betapa senangnya jika Anda mendapatkan unit apartemen dengan furniture lengkap. Apalagi jika furniture apartment sesuai dengan selera dan gaya Anda. Perubahan interior pun dapat diminimalkan.

Unit
apartemen yang sudah terisi itu biasanya merupakan unit contoh yang kemudian dibeli jadi atau bisa juga karena pemilik unit telah mengisi interiornya. Unit contoh biasanya sudah didesain seapik mungkin oleh desainer interior. Anda bisa langsung menghuni dan menikmati apartment. Namun jika isi unit merupakan properti pemilik sebelumnya, bisa jadi tak sesuai dengan selera Anda.


Jangan terburu-buru menyingkirkan perabotan! Unit full-furnished seperti di
apartemen Jakarta umumnya diisi dengan perabot-perabot utama, seperti ranjang, lemari baju, meja, dan sofa ruang tamu, kursi dan meja makan, kitchen set, serta lemari dan rak-rak lainnya. Karena itu, pikirkan dulu apa yang sebaiknya dipertahankan, dimodifikasi, diperbaiki, atau didekorasi.


Jika budget menjadi pertimbangan Anda, pertahankan gaya interior yang sudah ada. Anda tinggal menambahkan aksesori, warna, atau furnitur untuk mendukung gaya interior tersebut. Kita juga dapat mengombinaskani dua gaya interior.


Misalnya, perabotan dan gaya interior asli adalah modern, Anda dapat menambahkan karpet dengan aksen garis-garis warna warni, dinding dicat warna oranye gelap, mengganti kelambu dengan kain transparan hijau gelap, atau meletakkan kursi bulat bergaya retro dan pernak pernik funky. Jadilah kombinasi gaya interior modern-retro untuk
Jakarta apartment Anda!


www.kompas.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang

Kamis, 06 Agustus 2009

Tinggal di Apartemen Praktis & Hemat

Mengatasi lahan sempit
Sebenarnya, hidup secara vertikal adalah sebuah jawaban untuk kota besar yang penduduknya semakin padat tapi lahan tidak bertambah. Muncullah apa yang sekarang kita kenal rumah susun atau apartemen maupun penthouse.

Prinsip
apartemen adalah lahan kecil bisa dimanfaatkan untuk tempat tinggal bagi banyak orang karena dibuat vertikal. Karena tidak membutuhkan areal yang sangat luas, apartemen bisa berada di tengah-tengah kota. Sedangkan rumah biasa, umumnya ada di pinggiran kota. Bila harga apartemen lebih mahal dari rumah biasa ya wajar saja. Kalau dibandingkan dengan lokasi yang sama, harga apartemen sebetulnya tidak jauh berbeda dengan harga rumah biasa. Apartemen Rasuna, misalnya, yang berlokasi di daerah Kuningan, memasang harga kira-kira Rp 6 juta per meter persegi. Harga tanah di lokasi ini berkisar Rp 5 juta-Rp 6 juta (ini baru tanahnya saja lho, belum termasuk bangunannya).


Biaya per bulan
Tinggal di apartment memang berbeda dengan tinggal di rumah biasa. Semua urusan dikelola oleh pengelola apartemen, mulai dari urusan buang sampah, sekuriti, area publik, sampai tempat parkir. Semua ongkos ini dijadikan satu, yang disebut biaya maintenance atau biaya servis dan harus dibayar per bulan. Besarnya dihitung berdasarkan luas unit. Untuk parkir dihitung per kendaraan. Randa (33), pengacara, yang tinggal bersama istri dan dua anaknya di sebuah unit di Taman Rasuna seluas 96 meter persegi membayar biaya servis Rp 500.000 per bulan.

Cocok untuk keluarga aktif
Apartment sebetulnya cocok untuk generasi muda yang terbilang aktif. Bekerja dari pagi sampai malam membuat waktu yang dihabiskan di rumah tidak banyak. Karena itu, memiliki rumah di pinggiran kota sebetulnya cukup memberatkan.

Area Terbuka
Alasan lain orang ogah tinggal di apartemen biasanya karena ruang yang terlalu kecil. Banyak orang membayangkan bahwa akan sangat membosankan terkurung di ruangan yang berada beberapa meter di atas tanah, tanpa teras, tanpa halaman, dan tidak ada taman. Apakah memang seburuk itu?

Sebenarnya apartemen atau sejenis
penthouse menyediakan fasilitas public space, yaitu ruang terbuka yang bisa digunakan oleh penghuni apartemen. Biasanya di ruang terbuka ini ada kolam renang, lapangan basket, jogging track, dan taman. Penghuni bisa lari pagi, jalan-jalan sore, duduk-duduk sambil ngobrol, baca buku di taman, dan sebagainya. Bahkan, Taman Rasuna yang memiliki podium (public space) seluas 12 ha mendatangkan tukang bakso dan gado-gado gerobak. Sore hari, podium ini sangat ramai. Berjalan-jalan di sini tidak ubahnya seperti berjalan-jalan di sebuah taman bermain yang sangat luas. Fasilitas lain seperti supermarket, laundry, dan sekolah pre school yang ada di lingkungan tower memberikan banyak kemudahan.


Kini semakin banyak apartemen kelas menengah atau kalau ingin yang lebih ada
penthouse suites. Menurut Pusat Studi Properti Indonesia (data 2006), yang masuk kategori menengah adalah apartemen dengan harga Rp 5,10 juta-Rp 9,93 juta per meter persegi. Dengan pertumbuhan apartemen kelas menengah yang demikian pesat, mungkin tinggal di apartemen menjadi pilihan hidup yang sangat praktis.


Tapi perlu diingat, hidup di apartemen maupun
penthouse suites membutuhkan rasa toleransi yang tinggi. Karena, seperti yang dikatakan Danisworo, kita harus hidup “berbagi”. Untuk halaman, tempat parkir, tempat terima tamu, misalnya, kita harus berbagi dan tidak bisa seperti di rumah sendiri. Ya, tinggal di apartemen memang adalah sebuah pilihan.


www.kompas.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang

Jumat, 31 Juli 2009

Kamar Tambahan Untuk Pembantu

Apartemen sebenarnya unit tempat tinggal yang cocok untuk para eksekutif muda, yang bekerja dari pagi hingga malam hari, sehingga tidak menghabiskan banyak waktu di rumah. Dengan tinggal di apartemen yang terbatas, para eksekutif muda ini juga tidak perlu membuang banyak tenaga untuk membereskannya. Ada yang salah dengan konsep apartemen dijual di sini. Budaya masyarakat kita yang tidak bisa hidup tanpa pembantu juga dibawa ke apartemen Kalibata. Lihat saja, hampir semua apartemen dijual Jakarta di sini menyediakan kamar pembantu dan kamar mandi khusus pembantu. Padahal, harga apartemen Jakarta itu dihitung per meter persegi. Ada juga apartemen dijual yang menyediakan dapur basah dan dapur kering. Jadi sebenarnya apartemen Kalibata di Indonesia adalah rumah biasa yang ditumpuk ke atas,” kata Evelina.

Chaterin Suliawan (34), seorang eksekutif yang juga tinggal di Apartemen Taman Rasuna, mengaku tidak betah ketika pertama kali menempati unit apartemennya. ”Habis luasnya cuma 80 meter persegi. Mau meletakkan barang susah sekali. Tetapi lama-kelamaan saya terbiasa dengan unit mungil ini. Apalagi saya sudah menikmati kelebihan tinggal di apartemen,” kata Chaterin.

Evelina yang telah tinggal di apartemen dijual Jakarta sejak dia masih kuliah mengatakan tinggal di apartemen sangat memudahkan aktivitasnya sebagai wanita karier sekaligus ibu rumah tangga. ”Paling tidak saya tidak pernah kehujanan turun dari mobil. Di rumah biasa, kalau mau masuk harus buka pagar dulu. Iya kalau tidak hujan, kalau hujan, kan kuyup,” ucap dia.
Walau begitu, beberapa orang menganggap tinggal di apartemen Jakarta tidak cocok bagi keluarga yang mempunyai anak kecil. Omar Halim (68) memilih tinggal di rumah biasa saat anak-anaknya masih kecil. ”Jika di apartemen, kesempatan anak-anak berinteraksi sosial tidak banyak,” kata penghuni Apartemen Istana Harmoni, Jakarta Pusat, ini.

Begitu juga yang dirasakan Caca Cahyani (31). Setelah ia memiliki seorang anak, apartemen yang luasnya 80 meter persegi ini dirasakan sangat sempit. ”Aku ingin mempunyai rumah yang memiliki halaman sendiri. Kalau di apartemen tidak bisa punya halaman. Kalau ke teras, anginnya kencang sekali. Nanti masuk angin lagi,” kata Caca yang tinggal di lantai 30 Apartemen Taman Rasuna.

http://123design.wordpress.com/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang