Tampilkan postingan dengan label rent apartemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rent apartemen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 September 2009

Solusi Berinvestasi Apartemen

Di kota besar, apartemen telah berkembang pesat. Misalnya di Jakarta telah banyak apartemen, misalnya saja apartemen Kemayoran, apartemen kota, dsb. Anda berencana melakukan investasi dalam bentuk apartemen apakah nantinya untuk dijual atau sewa apartemen, dll? Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

1. Lokasi

Pilih lokasi strategis di daerah pusat bisnis atau berada di jalan utama sehingga berpotensi tinggi terhadap kenaikan harga. Selain itu keamanan apartemen patut diperhatikan. Biasanya pengelola apartemen menyediakan kamera CCTV untuk mendukung keamanan lokasi apartemen.

2. Status tanah

Sebisa mungkin pilih apartemen dengan status tanah hak milik agar lebih aman dan jauh dari sengketa.

3. Reputasi pengelola

Pilih pengelola yang memiliki manajemen dan jaringan internasional sehingga dapat mendatangkan ekspatriat ke apartemen Anda. Otomatis nilai sewa pun cepat meningkat.

4. Fasilitas

Fasilitas lengkap seperti pusat perbelanjaan membuat nilai investasi makin baik karena memudahkan akses dan mobilitas hidup sehari-hari.

5. Jumlah kamar

Apartemen dengan 2 kamar lebih baik, terutama jika target Anda adalah ekspatriat yang datang dengan membawa keluarga dan anak.

www.kompas.com

Jumat, 04 September 2009

Penjualan Apartemen Tetap Stabil Selama Krisis

Perusahaan properti tidak memedulikan pengaruh fluktuasi ekonomi seperti turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) atau krisis global dalam menetapkan harga jual apartemen (Jual Apartemen Kemayoran).

"Harga penjualan (Apartemen) tetap, kalau dinaikkan bisa kalah bersaing nantinya," kata marketing PT. Gayaland Prokencana yang menjadi pengembang apartemen Mutiara Bekasi, Iwan Gunawan, dalam pameran REI Expo 2009 di Balai Sidang Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Kamis (7/5).

Krisis global yang terjadi belakangan ini, kata Gunawan, tidak berpengaruh besar di bisnis apartemen (Jual Apartemen Kemayoran), sehingga penjualan tetap ada meski jumlahnya agak berkurang. Pihaknya juga tidak menemukan adanya konsumen yang bermasalah dalam pembayaran kredit.

"Tidak ada kredit macet dalam penjualan apartemen, yang ada hanya permohonan pengunduran waktu pembayaran. Itu biasa," katanya (Apartemen Murah Kemayoran).

Ia menambahkan, pihaknya juga tidak menurunkan harga jual apartemen (Apartemen Kemayoran), meski terjadi penurunan suku bunga acuan (BI Rate) secara bertahap dalam beberapa waktu belakangan ini.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya memberikan bonus terhadap masyarakat yang menjadi konsumen seperti hadiah sepeda motor untuk pembayaran tunai atau barang elektronik untuk kredit dalam jangka 12 bulan.

Kebijakan serupa juga dilakukan beberapa perusahaan lain, seperti PT. Bersaudara Kagum Sejati, pengembang Apartement MT. Haryono Residence, dan PT. Bakrieland Development Tbk., yang mengembangkan Apartement Rasuna Epicentrum.

PT. Bersaudara Kagum Sejati menawarkan keringanan cicilan (Apartemen Murah), sehingga harganya dapat terjangkau masyarakat dan memperpanjang jangka waktu pembayaran "booking fee" (tanda jadi pembelian).

"’Booking fee’ dibayar enam kali. Namun jika konsumen menghendaki, pembayarannya bisa dilakukan sampai delapan kali," kata marketing PT. Bersaudara Kagum Sejati, Marcella Liu.

Sedangkan PT. Bakrieland Development Tbk., menerapkan jangka waktu cicilan cukup panjang (Apartemen Murah) hingga 42 kali bagi konsumen yang ingin membayar secara cash (kontan). "Kami mungkin akan menurunkan suku bunga terkait penurunan BI Rate, tapi membutuhkan waktu paling tidak satu bulan," kata Chief Marketing Officer PT. Bakrieland Development Tbk, Ferry S. Supandji.

kompas.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Selasa, 18 Agustus 2009

Alasan Tinggal di Apartemen

Banjir besar yang melanda Jakarta mengingatkan warga Ibu Kota dan sekitarnya untuk lebih realistis. Ekspansi pengembang yang mengubah daerah resapan air untuk permukiman, kawasan komersial, kantor pemerintah, dan infrastruktur menginspirasi warga untuk hemat lahan dan lebih menjaga lingkungan.

Warga dengan kesadaran sendiri, kini memilih berdomisili di
apartemen, rumah susun, atau menghuni satu rumah minimal 250 meter persegi untuk beberapa keluarga. Permintaan ruang apartemen dan rumah susun dengan sendirinya terus meningkat. Pemerintah pun menyadari hal ini sebagai fakta-fakta tak terelakkan.


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kallatelah pembangunan 1.000 tower rumah susun di Ibu Kota & kota-kota besar lain di Indonesia. Rencana besar dengan anggaran triliunan rupiah ini seyogianya segera diwujudkan. Warga perlu mendukung megaproyek ini dengan terus mengingatkan pemerintah untuk segera merealisasikan rencananya. Seperti biasa pemerintah amat kuat dalam perencanaan, tapi lemah dalam perwujudan rencana itu.


Naiknya hasrat tinggal di apartemen perlu terus dipupuk. Sebab, inilah jalan lurus dan benar untuk menjawab ledakan penduduk dan makin berkurangnya ruang permukiman. Pemupukan itu di antaranya dengan kampanye tiada henti akan manfaat apartemen, penjagaan kualitas lingkungan hidup, dan efisiensi lahan.


Upaya memopulerkan hunian apartemen ini bisa melalui banyak instrumen, di antaranya media massa, media luar ruang, sentra komersial, dan bahkan wilayah pendidikan. Apakah
apartemen murah maupun tingkat tinggi. Apabila hasrat menghuni apartemen dan rumah susun akhirnya meledak, arus pencaplokan lahan resapan air akan jauh melambat dan gantinya Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya akan penuh gedung tinggi. Beberapa apartemen di Jakarta seperti apartemen kemayoran, dll.


Negara-negara tetangga, seperti Singapura, Australia, dan Finlandia, sudah mempraktikkan hunian di apartemen dan rumah susun. Kalau Singapura melakukan dengan amat tertib dan terprogram, bisa dimengerti. Karena negara ini hanya seluas 1.000 kilometer persegi. Lahan mereka amat terbatas, penduduk suka atau tidak suka harus berdiam di apartemen.


Akan tetapi, Australia lain lagi ceritanya. Negeri yang terletak di satu benua sendiri ini luasnya beberapa kali luas daratan Indonesia Namun, penduduknya dengan kesadaran sendiri berdomisili di apartemen. Warga Australia sangat concern pada masalah lingkungan dan hemat lahan.


Contoh ekstrem lain dari kegagalan hemat lahan dan menjaga lingkungan ditunjukkan oleh warga Finlandia. Negara Finlandia luasnya sama dengan Jerman, lebih kurang 30.000 kilometer persegi. Jerman berpenduduk 83 juta jiwa dan Finlandia 5,2 juta jiwa (dalam tempo 30 tahun penduduk Finland hanya bertambah 300.000 jiwa. Sebagian di antara mereka adalah kaum imigran).


Namun, meski memiliki lahan amat luas, warga Finlandia, terutama di Ibu kota Helshinki, suka berdomisili di apartemen. Dalam pandangan banyak warga negara maju, berdomisili di apartemen membuat mereka dapat merengkuh lokasi kerja dalam waktu amat singkat. Ada yang naik kendaraan umum dalam jarak pendek, ada pula yang cukup berjalan kaki. Warga seperti ini tidak sekadar ingin hemat lahan, tapi irit energi dan tidak ingin menambah polusi udara.


Dalam era pemanasan global yang sangat menghantui warga dunia, kesadaran warga tersebut patut dihargai. Warga Indonesia pun patut bersikap seperti itu. Hunian vertikal di apartemen atau rumah susun adalah jalan keluar yang mesti ditempuh. Tidak salah banyak pengembang sekarang yang
jual apartemen secara “gila-gilaan”.


Seperti halnya
apartemen kemayoran yang telah menerapkan hal ini karena daerah ini juga rawan banjir. Makanya sekarang lagi gencarnya jual apartemen kemayoran baik itu apartemen murah maupun yang harganya lebih tinggi. Begitu juga dengan apartemen tempat lain.


www.kompas.com


Dukung kampanye stop dreaming start action sekarang

Jumat, 31 Juli 2009

Kamar Tambahan Untuk Pembantu

Apartemen sebenarnya unit tempat tinggal yang cocok untuk para eksekutif muda, yang bekerja dari pagi hingga malam hari, sehingga tidak menghabiskan banyak waktu di rumah. Dengan tinggal di apartemen yang terbatas, para eksekutif muda ini juga tidak perlu membuang banyak tenaga untuk membereskannya. Ada yang salah dengan konsep apartemen dijual di sini. Budaya masyarakat kita yang tidak bisa hidup tanpa pembantu juga dibawa ke apartemen Kalibata. Lihat saja, hampir semua apartemen dijual Jakarta di sini menyediakan kamar pembantu dan kamar mandi khusus pembantu. Padahal, harga apartemen Jakarta itu dihitung per meter persegi. Ada juga apartemen dijual yang menyediakan dapur basah dan dapur kering. Jadi sebenarnya apartemen Kalibata di Indonesia adalah rumah biasa yang ditumpuk ke atas,” kata Evelina.

Chaterin Suliawan (34), seorang eksekutif yang juga tinggal di Apartemen Taman Rasuna, mengaku tidak betah ketika pertama kali menempati unit apartemennya. ”Habis luasnya cuma 80 meter persegi. Mau meletakkan barang susah sekali. Tetapi lama-kelamaan saya terbiasa dengan unit mungil ini. Apalagi saya sudah menikmati kelebihan tinggal di apartemen,” kata Chaterin.

Evelina yang telah tinggal di apartemen dijual Jakarta sejak dia masih kuliah mengatakan tinggal di apartemen sangat memudahkan aktivitasnya sebagai wanita karier sekaligus ibu rumah tangga. ”Paling tidak saya tidak pernah kehujanan turun dari mobil. Di rumah biasa, kalau mau masuk harus buka pagar dulu. Iya kalau tidak hujan, kalau hujan, kan kuyup,” ucap dia.
Walau begitu, beberapa orang menganggap tinggal di apartemen Jakarta tidak cocok bagi keluarga yang mempunyai anak kecil. Omar Halim (68) memilih tinggal di rumah biasa saat anak-anaknya masih kecil. ”Jika di apartemen, kesempatan anak-anak berinteraksi sosial tidak banyak,” kata penghuni Apartemen Istana Harmoni, Jakarta Pusat, ini.

Begitu juga yang dirasakan Caca Cahyani (31). Setelah ia memiliki seorang anak, apartemen yang luasnya 80 meter persegi ini dirasakan sangat sempit. ”Aku ingin mempunyai rumah yang memiliki halaman sendiri. Kalau di apartemen tidak bisa punya halaman. Kalau ke teras, anginnya kencang sekali. Nanti masuk angin lagi,” kata Caca yang tinggal di lantai 30 Apartemen Taman Rasuna.

http://123design.wordpress.com/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang