Tampilkan postingan dengan label fashion anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fashion anak. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2009

Memilih Busana Muslim Anak

Hari Lebaran hampir tiba. Banyak hal yang dipersiapkan menjelang lebaran. Tidak terkecuali menyiapkan Busana Muslim Anak. Sebuah hal yang lumrah di lakukan bagi orang-orang yang menyambut lebaran, walaupun itu bukan suatu kewajiban.
Dalam menghadapi lebaran, tidak jarang banyak kendala dihadapi para orang tua. Apalagi bagi mereka dengan kondisi perekonomian pas-pas an yang terkadang untuk beli Botol Susu mereka sudah tak mampu, apalagi ketika hendak memilihkan busana muslim anak. Itu tidaklah mengherankan karena harga Fashion Anak atau busana muslim anak itu lebih mahal dari busana dewasa. Nah,

Apakah yang harus ibu lakukan??

Semua kembali lagi kepada kondisi keuangan dan ekonomi keluarga. Jika memang keuangan keluarga benar-benar tidak memungkinkan, kita bisa menanamkan pengertian kepada anak-anak bahwa lebaran tidak mesti mengenakan sesuatu hal yang baru.

Namun, adakalanya tidak setiap anak dapat diberi pengertian seperti itu dan tidak sedikit orang tua yang mencoba untuk menyenangkan putra-putrinya di hari raya, salah satunya dengan membelikan sebuah busana muslim anak yang baru.

Jadi manakah yang anda pilih?


Jika anda memang berniat membelikan baju anak atau busana muslim anak, maka perlu kecerdikan untuk memilih dan memilah mana yang terbaik. Yang terbaik bukan berarti dengan harga yang super tinggi atau bahan kualitas paling super. Hal ini tidak masalah jika keuangan anda berlebih. tapi, sayang sekali jika segala sesuatu hal nya terlalu berlebihan ya?


Setiap ibu, pastinya ingin selalu menjaga perekonomian keluarganya dalam keadaan stabil. Bagaimana caranya mendapatkan produk bagus dengan harga murah tapi tidak pasaran??

Membeli baju anak di pusat grosir , itu sudah biasa. Namun sayangnya ada sebagian ibu yang tidak menginginkan baju pasaran. Ingin membeli yang kualitas branded?? wooow, harganya selangit.
Eits.., jangan salah, tidak semua produk busana muslim anak branded itu harganya selan*** lho. Ada beberapa produk branded yang cukup bagus tapi juga harganya miring.
Nah, jika anda sudah menemukan produk yang cocok dan sesuai, tinggal cari mana yang bisa memberikan penawaran lebih. Misal, anda tidak perlu melakukan pembelian minimal untuk mendapatkan harga grosir atau diskon.

Nah, be a wise mom! sayangi anak, tapi juga sayangi kantong keluarga anda. Ada keperluan lain yang lebih penting dari sekedar busana muslim baru kan ya , mom?

qanaahsholihah.wordpress.com

Senin, 07 September 2009

Bisnis Fashion & Baju Jadi Sangat Menguntungkan

Ujun, di umur 17 tahun sudah bisa membeli motor dengan uang hasil jerih payahnya. Dengan motor di tangan, ia semakin bersemangat menggeluti usahanya, jualan pakaian (Baju Hongkong ) di Pasar Beringharjo. Usaha yang menurut dia menyenangkan untuk diselami.

Senin (13/7), ketika ditemui, ponsel Ujun berkali-kali berdering. ”Wah, ini ada kaitannya dengan bisnis. Maklum, Senin hari paling sibuk, hari untuk berkoordinasi dan merampungkan banyak urusan,” ucapnya sembari tertawa.

Lelaki bernama lengkap Ujun Junaedi Salat (43) ini, meski sibuk, tetap ceria selama mengobrol. Beberapa pelanggan yang mampir ke kiosnya siang itu, tak lupa dicandainya.

Begitu si pelanggan berlalu, Ujun melanjutkan obrolan. ”Kios saya —yang berukuran 7 meter persegi—ini sudah nggak muat. Lha, pakaian dan celana sampai saya taruh di pagar dan jalan dalam pasar. Tengok kanan-kiri, belum ada kios yang dijual,” katanya.

Dalam benak Ujun, orientasinya adalah mencari cara mengembangkan usaha. Darah dagang memang mengalir pada diri Ujun karena orangtuanya membuka usaha pembuatan pakaian, walau hanya berskala rumah tangga. Ujun kecil sudah akrab dengan baju, kemeja, dan celana dan Fashion Anak.

Ada cerita di balik ”terdamparnya” Ujun di Yogyakarta. Waktu itu, kakak Ujun mencoba peruntungan nasib dengan membuka kios pakaian di Pasar Beringharjo. Ujun yang baru saja lulus SD ingin ikut dan membantu. Sekalian juga ia belajar bisnis.

Pulang sekolah, dia langsung ke pasar. Lama-kelamaan Ujun ketagihan dan kuliahnya di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Yogyakarta jadi keteteran. Kuliahnya terpaksa ditinggal karena waktu itu dia sudah lepas dari kakaknya dan nekat membuka kios sendiri. Tahun 1993, Ujun pertama kali menempati kios sendiri.

”Sempat awalnya cemas karena takut kios kebakaran. Beberapa pasar, kan, kebakaran. Makanya, sebisa mungkin barang dagangan saya angkut pulang. Lha kalau kebakaran, langsung bangkrut dong, saya. Untunglah pasar ini belum pernah kebakaran,” tuturnya.

Ujun melanjutkan, sandang yang dijual kebanyakan dibeli pedagang dari seluruh DIY untuk dijual lagi. Untuk pembeli eceran malah jarang. ”Mereka kulakan ke saya, beberapa hari sekali, sepekan sekali, atau sebulan sekali. Kalau dihitung-hitung, dalam sehari, saya menjual 100-250 potong. Barang-barang ini adalah produksi pabrik di Jakarta dan Bandung,” ujarnya.

Namun, diingatkan Ujun, di balik angka penjualan tersebut, ada serentetan hal yang dilakukan. Salah satunya adalah ia mesti hati- hati bermitra. ”Kalau nggak cermat, saya bisa ketipu. Beberapa kali saya ketipu. Sekali ketipu, sekian juta bisa amblas. Memang ada yang akhirnya mau membayar, tetapi setelah berbulan-bulan menunggak,” tuturnya.

Namun, lelaki kelahiran Sukabumi 17 April 1968 ini tidak mau patah arang. Namanya saja berbisnis, maka harus siap dengan risiko. Namun, begitu ada kesempatan, harus diambil. Orang-orang baru yang sekiranya bisa jadi mitra bisnis harus dilirik.

Walau cukup mapan dalam bisnis (Souvenir Store), ayah tiga anak yang sekarang Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo (Pagerharjo) ini menyebut peran istrinya amat besar. Karena itu, papan nama di toko Ujun bertuliskan ”AA Jeans M Nur”. Nur adalah panggilan istrinya, Suprinurhayati. Ujun tak keberatan nama tokonya tak bertuliskan nama dirinya.

cetak.kompas.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang