Tampilkan postingan dengan label kredit pinjaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kredit pinjaman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2009

Syarat Pengajuan Pinjaman Dana Ke Bank

Ingin mengembangkan usaha? Anda pasti butuh modal. Ada banyak sumber Pinjaman Danayang bisa Anda dapatkan. Seperti dari teman dekat, orangtua, koperasi, atau bank.

Tapi yang perlu dingat, pasti ada persyaratan yang selalu menyertainya. Nah, jika ingin meminjam modal dari bank, inilah tips dari Kepala Bagian Pengembangan Usaha Kecil Bank Negara Indonesia Ayu Sari Wulandari.

Dia mengatakan, perbankan akan menilai sesuai dengan prinsip 5 C, yakni character (karakter), capital (modal), collateral (jaminan), capacity (kapasitas usaha), dan condition (kondisi usaha).

Untuk karakter, hal-hal yang dilihat meliputi komitmen usaha yang dibangun, rekaman usaha seperti pemasok, pelanggan, dan sejarah perbankan. Bank akan melihat apakah usaha Digital Printing Offset Anda pernah memiliki sejarah pinjaman yang bermasalah atau tidak.

Dari sisi permodalan, bank melihat modal yang dibutuhkan untuk usaha. Ayu mengatakan, bank tidak bisa 100 persen memberikan pembiayaan ke usaha yang mengajukan permodalan. "Harus ada self financing (modal dari diri sendiri), apakah itu berasal dari modal disetor atau laba yang terakumulasi menjadi modal," kata Ayu.

Modal ini antara lain dilihat dari komposisi kepemilikannya itu siapa saja, siapa uang dominan, dan siapa pengurus modal tersebut. Ini penting, karena dengan mengetahui siapa yang mengendalikan modal ini, bank akan tahu bagaimana keberlangsungan bisnis yang dijalankan pada masa depan.

Terhadap pinjaman modal ini, Ayu juga mengatakan, kapasitas usaha yang diajukan juga menjadi faktor pendukung. Bank antara lain akan melihat hasil penjualan, struktur biaya, arus kas, perputaran tagihan dan biaya terhadap pendapatan.

"Bank meminjamkan modal, dengan arti bank tersebut umumnya juga menginginkan keberlanjutan pengembalian modal itu," katanya. Dalam penyusunan proposal, kapasitas usaha yang diajukan ini statusnya sangat penting.

Untuk kondisi usaha (Penerjemah Bahasa) biasanya yang dilihat adalah perizinan. "Usaha mikro biasanya, izin ini bisa dari kelurahan atau camat," katanya.

Untuk jaminan apa yang bisa dijadikan jaminkan, Ayu mengatakan, ada dua jenis jaminan yang bisa dijadikan jaminan, yakni yang berwujud seperti peralatan, mesin, kendaraan, bangunan, atau tanah.

Sedangkan untuk jaminan yang tidak berwujud yakni seperti garansi personal atau perusahaan seperti jaminan yang diberikan asuransi kredit.

vivanews.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Kamis, 10 September 2009

Jenis Kredit Pinjaman dari Bank

Motif meminjam uang di masyarakat berbeda-beda. Ada orang yang meminjam untuk modal membuka usaha dan Bisnis Terbaik mereka. Ada juga orang yang meminjam untuk renovasi rumah, beli mobil baru, beli komputer dan lain sebagainya. Perbedaan motif inilah yang lalu membuat bank kemudian mencipta-kan berbagai macam produk pinjaman. Masing-masing produk dibuat untuk memenuhi tujuan yang berbeda. Pada dasarnya, ada tiga macam produk kredit. Yakni:

1. Kredit Usaha

2. Kredit Konsumsi

3. Kredit Serba Guna

Kredit Usaha adalah kredit yang digunakan untuk membiayai perputaran usaha atau bisnis sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang produktif, seperti usaha perdagangan, usaha industri rumah tangga, usaha jasa konsultasi, dan lain­lain. Bila Anda memiliki usaha yang prospeknya kelihatan cukup cerah, Anda bisa datang kepada bank dan mengajukan permohonan untuk bisa mendapatkan pinjaman dana untuk usaha Anda.

Sedangkan Kredit Konsumsi adalah kredit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif, seperti membeli rumah atau kendaraan pribadi. Dua kredit konsumsi yang biasanya cukup laris adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan. Tentunya, karena uang itu oleh nasabah akan digunakan untuk tujuan konsumtif, maka risiko bagi bank bahwa nasabahnya tidak mampu membayar pinjamannya akan menjadi lebih besar sehingga pada umumnya suku bunga yang dibebankan kepada nasabah untuk Kredit Konsumsi akan lebih besar ketimbang bunga kredit untuk tujuan usaha.

Selain dua jenis kredit tadi, ada pula Kredit Serba Guna. Seperti tertulis di namanya, Kredit Serba Guna adalah kredit yang bisa digunakan untuk tujuan apa saja, bisa untuk konsumsi maupun untuk memulai usaha baru seperti percetakan, bisnis Penerjemah Tersumpah dan dagang. Nah, salah satu produk kredit serba guna yang sering dipasarkan adalah Kredit Tanpa Agunan. Agunan adalah nama lain dari Jaminan. Lo, bukankah meminjam uang dari bank biasanya harus pakai jaminan?

Betul. Pada umumnya, bila Anda ingin mendapatkan kredit, Anda harus menjaminkan salah satu harta yang Anda miliki kepada bank sehingga apabila Anda tidak mampu mengembalikan pinjaman tersebut, bank akan menyita harta yang Anda jaminkan tersebut. Tentunya nilai Barang Jaminan itu harus lebih besar atau minimal harus sama dengan nilai uang yang Anda pinjam. Tapi pada produk Kredit Tanpa Agunan, Anda tidak harus menyerahkan Barang Jaminan kepada bank. Anda hanya disyaratkan untuk memiliki jumlah penghasilan tertentu setiap bulannya dan menyerahkan sejumlah bukti yang bisa menunjukkan bahwa Anda memang betul berpenghasilan sebesar jumlah yang disyaratkan.

Tentu saja, bagi bank bersangkutan, risiko gagal bayar dari nasabah akan menjadi lebih besar lagi karena bank tidak memiliki barang jaminan dari Anda dan bank juga tidak mengawasi akan digunakan untuk apa uang yang mereka pinjamkan kepada Anda itu (pada nomor-nomor mendatang kita akan membahas khusus tentang salah satu produk kredit tanpa Agunan yang sekarang sedang gencar dipasarkan di masyarakat).

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba meminjam uang dari bank? Untuk konsumsi maupun untuk usaha, mungkin? Eit, nanti dulu. Untuk bisa meminjam uang, tentunya ada sejumlah syarat yang harus Anda penuhi.

perencanakeuangan.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Rabu, 09 September 2009

Tips Pintar Memanfaatkan Pinjaman Uang Untuk Pernikahan

Saat pernikahan adalah hari yang dinantikan bagi setiap calon pengantin. Tapi untuk menciptakan pesta yang meriah dan berkesan tidaklah semudah janji yang ***capkan oleh sepasang pengantin ketika akan mengikat dirinya sebagai suami istri. Sebab memerlukan perencanaan yang matang mengenai ketersediaan dana hingga pengeluaran yang memang harus dilakukan.

Pembagian porsi tanggung jawab dalam menangani persiapan dan pendanaan, biasanya tidak hanya melibatkan kedua calon mempelai tetapi juga kerabat terdekat mereka. Semua itu tergantung dari kesepakatan dan kemampuan semua pihak. Bahkan tak jarang mereka membuka Pinjaman Tanpa Jaminan agar dapat melaksanakan pesta sesuai dengan yang diingikan. Namun beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Kalkulasikan besarnya kebutuhan bahkan kalau perlu ditekan seminimal mungkin tanpa harus meninggalkan esensi pernikahan. Setelah menetapkan pengeluaran yang rasional, lanjutkan dengan perhitungan dengan dana yang dimiliki dan semua kemungkinan potensi penerimaan, seperti bantuan atau sumbangan dari kerabat atau sahabat. Maka besarnya pinjaman yang dilakukan adalah selisih antara total anggaran pengeluaran dengan jumlah potensial yang dimiliki. Pinjaman tersebut bisa di gunakan untuk kebutuhan pernikahan seperti Musik Organ, catering dan biaya pengiriman barang Cargo Logistic untuk alat perlengkapan pesta.

Kemudian inventarisasikan tanggung jawab untuk masa depan. Yaitu dengan memberikan kesepakatan umum antara calon pasangan pengantin dan pihak kedua sebagai penyedia dana menyangkut pola pengembalian diantaranya jumlah peminjaman, besar bunga, serta jumlah minimal pembayaran setiap bulannya. Semua kewajiban disusun dalam bentuk tabulasi untuk memudahkan dalam mengevaluasi.

Selanjutnya lakukan disiplin dalam mengendalikan pembayaran. Perhitungkan semua potensi yang dapat digunakan untuk melunasi kewajiban berbunga tinggi dan bandingkan nilai ekonomisnya bila potensi tersebut disimpan dalam bentuk lain.

f-buzz.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang