Tampilkan postingan dengan label jasa penerjemah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jasa penerjemah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 September 2009

Jenis Kredit Pinjaman dari Bank

Motif meminjam uang di masyarakat berbeda-beda. Ada orang yang meminjam untuk modal membuka usaha dan Bisnis Terbaik mereka. Ada juga orang yang meminjam untuk renovasi rumah, beli mobil baru, beli komputer dan lain sebagainya. Perbedaan motif inilah yang lalu membuat bank kemudian mencipta-kan berbagai macam produk pinjaman. Masing-masing produk dibuat untuk memenuhi tujuan yang berbeda. Pada dasarnya, ada tiga macam produk kredit. Yakni:

1. Kredit Usaha

2. Kredit Konsumsi

3. Kredit Serba Guna

Kredit Usaha adalah kredit yang digunakan untuk membiayai perputaran usaha atau bisnis sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang produktif, seperti usaha perdagangan, usaha industri rumah tangga, usaha jasa konsultasi, dan lain­lain. Bila Anda memiliki usaha yang prospeknya kelihatan cukup cerah, Anda bisa datang kepada bank dan mengajukan permohonan untuk bisa mendapatkan pinjaman dana untuk usaha Anda.

Sedangkan Kredit Konsumsi adalah kredit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif, seperti membeli rumah atau kendaraan pribadi. Dua kredit konsumsi yang biasanya cukup laris adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan. Tentunya, karena uang itu oleh nasabah akan digunakan untuk tujuan konsumtif, maka risiko bagi bank bahwa nasabahnya tidak mampu membayar pinjamannya akan menjadi lebih besar sehingga pada umumnya suku bunga yang dibebankan kepada nasabah untuk Kredit Konsumsi akan lebih besar ketimbang bunga kredit untuk tujuan usaha.

Selain dua jenis kredit tadi, ada pula Kredit Serba Guna. Seperti tertulis di namanya, Kredit Serba Guna adalah kredit yang bisa digunakan untuk tujuan apa saja, bisa untuk konsumsi maupun untuk memulai usaha baru seperti percetakan, bisnis Penerjemah Tersumpah dan dagang. Nah, salah satu produk kredit serba guna yang sering dipasarkan adalah Kredit Tanpa Agunan. Agunan adalah nama lain dari Jaminan. Lo, bukankah meminjam uang dari bank biasanya harus pakai jaminan?

Betul. Pada umumnya, bila Anda ingin mendapatkan kredit, Anda harus menjaminkan salah satu harta yang Anda miliki kepada bank sehingga apabila Anda tidak mampu mengembalikan pinjaman tersebut, bank akan menyita harta yang Anda jaminkan tersebut. Tentunya nilai Barang Jaminan itu harus lebih besar atau minimal harus sama dengan nilai uang yang Anda pinjam. Tapi pada produk Kredit Tanpa Agunan, Anda tidak harus menyerahkan Barang Jaminan kepada bank. Anda hanya disyaratkan untuk memiliki jumlah penghasilan tertentu setiap bulannya dan menyerahkan sejumlah bukti yang bisa menunjukkan bahwa Anda memang betul berpenghasilan sebesar jumlah yang disyaratkan.

Tentu saja, bagi bank bersangkutan, risiko gagal bayar dari nasabah akan menjadi lebih besar lagi karena bank tidak memiliki barang jaminan dari Anda dan bank juga tidak mengawasi akan digunakan untuk apa uang yang mereka pinjamkan kepada Anda itu (pada nomor-nomor mendatang kita akan membahas khusus tentang salah satu produk kredit tanpa Agunan yang sekarang sedang gencar dipasarkan di masyarakat).

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba meminjam uang dari bank? Untuk konsumsi maupun untuk usaha, mungkin? Eit, nanti dulu. Untuk bisa meminjam uang, tentunya ada sejumlah syarat yang harus Anda penuhi.

perencanakeuangan.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Selasa, 08 September 2009

Memilih Bisnis Yang Tepat

Banyak pertanyaan yang kami dapatkan dari para neter ataupun teman-teman disekitar kami yang benar-benar tertarik untuk membuka usaha sendiri. Yaitu pertanyaan yang cukup klasik "Bagaimana memilih USAHA ?. Tentunya usaha yang tepat !.

PERTAMA, MENILAI KEMAMPUAN PRIBADI

Pikirkan tentang bakat kepribadian yang diperlukan untuk mencapai sukses dalam berbisnis. Apa yang telah kita miliki, apa keahlian kita, apa motivasi kita, kesigapan apa yang ada pada diri kita. Misalnya kita punya keahlian dalam bidang bahasa, maka itu ada peluagn untuk menjadi translator atau seorang penerjemah dengan menggunakan Translation Methods yang baik dan benar.

Dengan berbekal keahlian, motivasi, kemauan maka itu merupakan modal untuk memulai mengembangkan usaha. Jadi kalau ingin memilih usaha yang tepat, maka mulailah usaha dari apa yang anda miliki.

KEDUA, BAGAIMANA MENCARI PELUANG USAHA

Peluang usaha sangat banyak disekitar kita. Mulai dari usaha bermodal dengkul sampai usaha yang memerlukan modal tidak sedikit. Dari usaha jual obat dipinggir jalan sampai jual obat di mall dan apotek. Jadi janganlah Anda berpikir saya belum berusaha karena belum ada peluang. Padahal pada umumnya dikarenakan Anda tidak siap atau tidak sigap.

Untuk mudahnya, marilah kita lihat disekitar keliling kita sumber-sumber peluang usaha untuk kita kenali, pelajari dan kita kembangkan lebih lanjut, sehingga kita mempunyai beberapa pilihan usaha yang kita minati dan sesuai kemampuan kita. Misalnya membuat usaha Event Organizer Anak karena banyak masyarakat yang membutuhkan jasa untuk merayakan hari ulang tahun anak mereka.

Ingat, agar usaha mencari peluang usaha ini tidak sia-sia, maka setiap ada jenis usaha, jasa atau produk yang Anda temui dan minati, semua itu harus dicatat. Kemudian suatu saat kita lakukan beberapa ketentuan atau kriteria untuk segera mengambil keputusan yang paling tepat atau mendekati pilihan Anda.

KETIGA, KRITERIA MEMILIH PELUANG USAHA

Jika Anda sudah mempunyai daftar beberapa peluang usaha yang sudah Anda survey dengan baik. Maka sudah waktunyalah Anda untuk menentukan pilihan usaha apa yang akan Anda lakukan.

Sebelum Anda menentukan peluang usaha apa, maka cobalah beberapa kriteria analisis ini disimak dahulu untuk memudahkan peluang usaha mana yang akan Anda pilih :

Analisa Modal. Berapa besar modal yang diperlukan untuk bisnis tersebut. Berapa modal yang Anda miliki. Dengan modal yang cukup anda bias memulai usaha Digital Printing Offset di dekat lokasi perkantoran atau sekolah.

Analisa Penghasilan. Berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari usaha tersebut. Berapa besar kebutuhan hidup Anda.

Analisa Sektor Usaha. Apakah sektor ini merupakan salah satu keinginan Anda. Beri urutan, dimana usaha yang paling Anda minati ***rutan atas.

Analisa Jam Kerja. Apakah usaha ini akan menyita habis waktu Anda dan keluarga Anda. Atau waktunya normal (jam 08 s/d jam 17), atau waktunya bisa Anda atur sendiri. Tujuh hari atau lima hari seminggu atau terserah Anda untuk mengaturnya berapa hari perminggu.

Analisa prospek. Pelajari keadaan usaha sejenis tersebut saat ini dan masa depan. Dari sekian daftar usaha, mana yang paling memberikan prospek baik saat ini maupun masa depan.

KEEMPAT. PILIHAN TERAKHIR.

Setelah Anda mempunyai urutan atau score/nilai daftar beberapa peluang usaha. Kemudian pilihlah 3 (tiga) peluang mana yang paling sesuai memenuhi kondisi, minat, kemampuan dan kesigapan Anda.

Sebelum penentuan pemilihan terakhir, cobalah periksa kembali kriteria dari setiap pilihan. Tanyakan kepada beberapa teman, mintalah pendapatnya dari ketiga usaha tersebut mana yang paling cocok buat Anda dan beserta alasan.

wirausaha.itgo.com/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Kamis, 23 Juli 2009

Sekilas Profesi Penerjemah

Profesi penerjemah atau Linguist Translation sendiri masih kurang diperhitungkan. Buku terjemahan biasanya mencantumkan nama pengarang buku atau bahkan judul asli buku di halaman depan, sementara nama penerjemah diletakkan di halaman bagian dalam. Kebanyakan resensi buku juga mencantumkan judul dan nama pengarang, tapi sangat jarang menyebutkan nama penerjemah bukunya. Padahal fungsi penerjemah seringkali sangat penting dalam membuat karya tulis tersebut sampai dengan penyampaian yang sama menariknya bagi pembaca terjemahannya.

Seorang penerjemah (Linguist Translation) perlu menguasai kedua bahasa yang dihadapinya, baik bahasa sumber terjemahan maupun bahasa tujuan penerjemahan. Dengan menguasai kedua bahasa tersebut secara maksimal diharapkan dapat menghasilkan penerjemahan (Translation Methods) yang baik. Masalah perbedaan budaya yang juga perlu dicermati dalam proses penerjemahan. Penggunaan sebuah metafora yang asing tidak akan pernah dimengerti oleh pembaca tidak mengenal metafora tersebut, bila tidak disesuaikan dengan metafora di dalam bahasa tujuan penerjemahan.

Selain penguasaan terhadap kedua bahasa tersebut, juga diperlukan sedikit pengertian tentang materi atau topik yang diterjemahkannya. Menterjemahkan (Translation Method) suatu karya sastra misalnya, akan kehilangan rasa sastranya bila diterjemahkan secara baku tanpa mengindahkan nilai kepuitisannya. Sementara menerjemahkan (Linguist Translations ) suatu karya dengan topik kedokteran pasti akan berbeda dengan karya yang bertemakan teknik ataupun keuangan. "A balance sheet" bila diterjemahkan tanpa pengetahuan yang benar menjadi "selembar keseimbangan" tentu akan membingungkan orang-orang ekonomi yang mengenal terjemahannya sebagai "Neraca".

Penerjemahan yang salah bisa juga berakibat fatal bila dokumen yang diterjemahkan adalah dokumen penting seperti dokumen-dokumen yang bersinggungan dengan masalah peraturan dan hukum. Karena itu dibutuhkan penerjemah yang tersumpah (Sworn Translation) yang akan menjamin keakuratan hasil penerjemahan tersebut. Selain kekuratan mungkin juga perlu diingat pentingnya penerjemah menjaga rahasia. Sebuah dokumen rahasia yang diterjemahkan sama sekali tidak berhak disebar luaskan isinya oleh sang penerjemah atau Sworn Translation. Coba saja bayangkan betapa banyak rahasia negara yang diketahui oleh penerjemah presiden yang selalu mendampingi presiden dalam menjalankan tugas negara?

Demikian sekilas kisah mengenai profesi penerjemah. Profesi yang kebanyakan masih dilakoni sebagai profesi sampingan disamping profesi utama. Pekerjaan yang dilakukan seorang penerjemah (Translation Methods) sebenarnya bukan hal yang mudah karena membaca dan mengerti suatu tulisan belum tentu berarti kemampuan untuk menerjemahkannya dengan lancar dan benar.

brilliantchallenge.wikimu.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang