Tampilkan postingan dengan label rumah makan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah makan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2009

Tips Membuka Kedai Makan



Persiapan pertama untuk memulai bisnis apa saja, termasuk rumah makan adalah mempersiapkan mental untuk menghadapi tantangan ketakutan dan keraguan akan kegagalan. Setelah langkah pertama ini, kini menyangkut masalah operasional dari rencana usaha anda. Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu disiapkan rapi.
Mulai dari menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu, untuk usaha rumah makan minimal harus mengerti masakan. Pintar memasak, lebih baik lagi ahli memasak. Namun, untuk menjadi pengusaha restoran tidak harus menjadi ahli memasak dulu, tetapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, tenaga ahli yang bisa memasak bisa direkrut atau juga anda harus punya barcode machine dalam menghitung biaya dan laba.

Persiapan dalam memulai bisnis restoran/tempat makan lainnya, adalah tersedianya prasarana dan sarana. Pengertian tersedianya bukan berarti harus menjadi miliknya, tetapi bisa diperoleh dari meminjam atau menyewa terlebih dahulu, kecuali memang tersedia dana yang cukup yang sengaja diinvestasikan ke usaha anda untuk jangka panjang.
Prasarana adalah hal-hal kemudahan bersifat fisik maupun non fisik yang mendukung pengoperasian sarana-sarana atau alat-alat. Sedangkan sarana adalah alat-alat untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu.
Dalam usaha rumah makan/restoran sate ayam, maka yang termasuk prasarana adalah tempat yang strategis, tenaga ahli (juru masak), modal usaha, dan izin usaha, sedangkan meja kursi, peralatan makan, peralatan masak, dan sebagainya adalah sarana.
Bisnis makanan termasuk bisnis yang beresiko besar. Karena bisnis makanan beda dengan bisnis-bisnis lain cth bisnis kue pengantin. Kecuali yang kita jual adalah makanan kering, yang bisa bertahan sampai berbulan-bulan. Namun jika anda yakin pangsa pasarnya yang bagus, maka bisnis makanan akan memberi keuntungan yang berlipat ganda.


Dukung kampanye
stop dreaming start action



http://bisnisukm.com

Rabu, 09 September 2009

Wisata Kuliner Indonesia

BAGI seorang pakar makanan seperti William Wirjaatmadja Wongso atau publik mengenalnya dengan William Wongso, masakan asli Indonesia tidak akan pernah ada habisnya untuk dieksplorasi. Pakar kuliner kelahiran Malang 62 tahun lalu itu bahkan berani bertaruh masakan asli Indonesia adalah yang paling banyak ragamnya dibandingkan ragam masakan dari negara mana pun.

Untuk itulah, pakar makanan Eropa dan Asia itu bergembira jika event besar seperti Food & Hotel Indonesia 2009, The 10 th International Hotel, Catering Equipment, Food and Drink Exhibition digelar di Jakarta. Hingga 18 April besok, dia bahkan akan terus menjajal semua makanan dari berbagai belahan dunia yang dihadirkan di Hall D, Jakarta International Expo, Kemayoran. ”Intinya, kalau un]tuk urusan masakan dan makanan, apalagi jajal menjajal, serahkan kepada saya,” katanya.

Pakar kuliner yang belajar memasak secara otodidak dari tukang makanan pinggir jalan hingga Tempat Makanan hotel berbintang itu juga berharap, lewat makanan, nama Indonesia semakin mendunia. Sebab menjual pariwisata bukan melulu masalah sun, sea and sand, atau matahari, laut dan pasir atau pantai belaka. ”Tapi, menjual kuliner atas pariwisata masakan adalah cita rasa yang semakin menjadi tren dewasa ini”.

Untuk itulah, dengan kekayaan kuliner di Indonesia seperti batagor, Mushroom Food, Nasi Timbel khas Indonesia, dengan beribu masakan khas asli daerahnya, Indonesia akan mampu menjadi daerah tujuan wisata kuliner sejati.

suaramerdeka.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang