Tampilkan postingan dengan label tas branded. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tas branded. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2009

Tips Berlibur di Kota Bandung

Yo' ketemu lagi. Kali ini gw mau ngebagi tips dari sebuah majalah buat kalian yang mau jalan-jalan di Bandung. Apalagi buat yang berasal dari luar kota, tips ini pasti berguna deh....

Ok, demi keamanan serta kenyamanan anda berjalan-jalan di Bandung silakan perhatikan tips-tips berikut ini:

1. Jika anda menggunakan kendaraan umum, pastikan bahwa kendaraan yang anda tumpangi dari kota tujuan benar-benar......menuju Bandung. Bukan menuju Surabaya atau Yogyakarta.

2. Apabila telah sampai di Bandung, jangan sekali-kali menginap di rumah orang yang tidak anda kenal. Ujung-ujungnya anda 99% akan ***sir (kecuali anda seorang artis). Lebih baik cari penginapan, Losmen Murah atau hotel.

3. Bila anda di Bandung hendak pergi ke suatu tempat menggunakan angkutan umum, pastikan bahwa jurusan angkutan kota atau bus yang anda naiki seusai. Misalnya, bila anda hendak pergi ke Dago, jangan pernah coba-coba naik bus jurusan Bandung-Surabaya.

4. Bila hendak membeli baju atau Tas Branded di FO atau di Cihampelas pastikan anda membawa uang tunai atau kartu kredit, karena di tempat-tempat itu anda tidak diperbolehkan ngutang.

5. Yang terakhir, apabila hendak berjalan-jalan di BSM, BIP, CiWalk, atau mal-mal lain, jangan pernah lupa untuk......memakai baju. Jangan pernah coba untuk mempermalukan diri sendiri di hadapan umum.

Eh..Jangan lupa untuk beli Oleh Oleh Bandung untuk sanak keluarga di rumah.

Selamat menjelajah Bandung....

bloggaul.com

Kamis, 17 September 2009

Tips Mengurangkan Hobi Belanja

Salah satu pertanyaan yang juga cukup sering masuk pada kami adalah mengenai kebiasaan belanja Fashion Grosir yang berlebihan. Sampai-sampai belanja disebut sebagai hobi, karena saking senang belanja. Biasanya, hal ini dilakukan secara impulsif atau tanpa perencanaan, keinginan ingin membeli timbul hanya karena melihat harganya sedang diskon, atau karena kemasannya menarik.

Tidak jarang penyesalan pun muncul kemudian ketika sudah bisa berpikir rasional kembali. Kenapa menghabiskan uang untuk beli ini atau itu yang ternyata tidak terlalu banyak juga manfaatnya di rumah? Atau ada juga yang baru sadar setelah melihat deretan baju yang belum pernah dipakai di lemari, buku-buku yang masih dibungkus plastik di rak buku atau perlengkapan dapur yang masih dibungkus dalam kardus dan hanya dipakai sekali saja.

1. Bedakan antara butuh dan ingin
Untuk membedakan benda mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan memang tidak sulit. Tapi, yang lebih sering terjadi adalah keinginan yang menempel pada kebutuhan, sehingga kita anggap itu semua sebagai kebutuhan. Membeli Sepatu Wanita baru mungkin menjadi kebutuhan ketika sepatu lama kita sudah usang. Tapi, membeli sepatu bermerek tertentu bukan lagi kebutuhan tapi sudah menjadi keinginan.

2. Cash is the limit
Mengapa kita bisa memiliki kebiasaan belanja yang berlebihan? Ada dua penyebabnya. Pertama, karena kita punya keinginan yang sulit dikendalikan ketika melihat barang-barang tertentu. Dan kedua, karena kita punya kesempatan untuk memenuhi keinginan tersebut. Yaitu kita punya uang atau sarana berutang untuk membelinya.

Jadi, kalau kita masih kesulitan untuk membatasi keinginan, cobalah batasi kesempatannya. Batasi uang cash yang dibawa, biasakan untuk hanya membawa kartu debet saja ketika belanja, dan gunakan kartu kredit hanya untuk darurat saja.

3. Alihkan menjadi belanja produktif
Pada level tertentu, kepuasan yang didapatkan ketika belanja berlebihan bukanlah kepuasan untuk memiliki sesuatu, tapi kepuasan karena bisa membeli sesuatu. Kepuasannya terjadi bukan ketika menggunakan barangnya, tapi ketika membelinya.
Untuk bisa tetap memenuhi hasrat membeli tapi tidak menjadi boros, coba alihkan pembeliannya menjadi sesuatu yang lebih produktif atau tahan lama seperti Tas Branded. Daripada membeli pakaian yang harganya jelas turun, lebih baik belanja perhiasan emas yang harganya stabil bahkan bisa naik. Daripada beli perlengkapan rumah yang ternyata juga sangat jarang dipakai, lebih baik beli reksadana, beli deposito, atau saham yang jelas bermanfaat untuk investasi.

danigunawan.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Selasa, 08 September 2009

Kenali Peluang Bisnis Bulan Puasa

Bila kita cermati,banyak peluang usaha yang bisa diambil pada bulan Ramadhan.Bisa dijadikan bisnis musiman atau malah diteruskan setelah bulan puasa usai atau mengembangkan usaha yang sudah ditekuni dengan membidik lebih serius pada kebutuhan konsumen di bulan ini.Bila Anda belum pernah membuka usaha,bisa menjadikan bulan ini sebagai ajang latihan untuk memulai membuka bisnis.Bagaimana..?

Diantara beberapa usaha yang bisa di andalkan pada bulan Ramadhan adalah:

@Memproduksi atau berjualan busana muslim,seperti baju Mukena / Telekung koko,jilbab,sajadah,peci,gamis,sarung baju muslim anakdan lain sebagainya.Atau bisa juga busana umum baik untuk laki-laki atau perempuan dari mulai balita,anak-anak.remaja sampai untuk orang dewasa. Peralatan atau aksesoris seperti Tas Branded dan pernak pernik wanita laiinya juga laku keras. Bisnis busana termasuk yang paling menikmati panen raya pada bulan puasa ini,dari mulai pedagang kaki lima,pedagang kreditan di kampung-kampung sampai pemain kelas kakap selevel Sogo,Seibu,Matahari,Ramayana,dan juga pedagang Fashion Grosir dan lain sebagainya.

@Membuat atau menjual kue khas lebaran yang beraneka ragam.Walaupun banyak juga yang membuat sendiri tetapi masih banyak orang yang lebih suka membeli kue-kue lebaran di pasar atau di mall.Ini juga berhubungan dengan budaya halal bihalal yang sudah mendarah daging pada masyarakat kita.Sehingga diperlukan banyak suguhan pada hari yang fitri tersebut untuk menjamu tamu yang datang.Dan ini adalah potensi pasar yang besar,kita bisa ikut nimbrung menikmati usaha yang “lezat” ini.

@Memproduksi atau menjual beragam jajanan khas buka puasa,seperti kolak,es campur,es buah dan lain sebagainya.Konsumen yang sibuk biasanya tidak sempat membuat kolak atau sejenisnya untuk berbuka puasa,makanya banyak pedagang musiman menawarkan produk tersebut untuk memenuhi tuntutan pasar yang lagi “haus” ini.

@Melayani catering untuk buka puasa,biasanya banyak yang mengadakan buka puasa bersama,jadi kebutuhan catering untuk buka puasa meningkat tajam.Memang di butuhkan modal yang besar dan kayaknya hanya pemain catering yang sudah eksis yang bisa merebut peluang ini.Tetapi tidak ada salahnya memulai usaha pada bulan ini dengan membidik segmen “buka bersama” sebagai pasar utama.

@Berjualan atau mendistribusikan kurma,kebutuhan kurma biasanya meningkat tajam pada saat bulan Ramadhan.Walaupun banyak supermarket sampai hypermarket juga menjual kurma,dan kadang harganya sangat kompetitif.Tetapi sebetulnya peluang berjualan kurma pada bulan puasa masih sangat luas.Atau bisa juga menjual produk seperti kolang-kaling karena kebutuhan yang meningkat tajam,entah lewat pasar tradisional atau pasar modern.

@Berjualan parcel pada bulan puasa juga menarik untuk ditekuni,karena biasanya bisnis ini mengalami masa puncaknya pada bulan ini.Bisa juga bekerjasama dengan para pembuat jasa parsel yang banyak bertebaran di jakarta,seperti di bawah stasiun Cikini,entah menjadi sales atau makelar parsel dengan menawarkanya ke perkantoran atau dengan cara iklan di koran atau majalah.Atau bisa juga dengan menitipkan paket parsel di supermarket atau minimarket,seperti di Tip Top,Alfamart,Indomaret dan lain sebagainya.

@Berjualan buku-buku islam bisa dijadikan pilihan,bisa juga ditambah dengan vcd dan kaset islami sampai minyak wangi.Entah itu di mall atau di dekat dengan aktifitas umat muslim yang membutuhkan produk tersebut.

Masih banyak usaha atau bisnis lain yang bisa dilakukan dalam bulan ini,bergantung pada modal yang di miliki,entah kecil atau besar atau mungkin banyak juga yang hanya bisa di lakukan di daerah tertentu karena berhubungan erat dengan budaya dan adat setempat.Tetapi pada intinya banyak sekali bidang usaha yang bisa di mulai atau dikembangkan pada bulan Ramadhan ini,tergantung keberanian kita untuk mengambilnya.

mukhlisukses.wordpress.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Kamis, 27 Agustus 2009

Pilih Tas Tangan Branded dan Murah

Tas tangan (hand-bag) sudah menjadi bagian penting dalam fashion untuk perempuan. Tas tangan cantik dan sesuai dengan busana yang digunakan, akan memberi nilai plus dalam penampilan.

Tas tangan besar dengan desain menarik memang indah dilihat dan dapat memuat banyak barang, namun jika tas itu kelewat besar, justru akan membahayakan kesehatan. Sakit punggung, leher tegang, kepala pusing, adalah beberapa gejala umum yang sering muncul akibat salah pilih tas (Jual Tas).

Isis M. Medina, ahli terapi tulang punggung, memberikan beberapa tips memilih dan mamakai tas tangan agar penampilan tetap chic namun tak mencederai tulang punggung.

Proporsi sepuluh persen. Batas toleransi berat tas maksimal adalah sepuluh persen dari berat badan penggunanya. Jika berat badan anda 50 kg, berarti berat maksimal tas tangan anda 5 kilogram (Jual Tas). Lebih dari itu, gunakan tas punggung (bagpack). Disadari atau tidak, tas tangan yang berat akan memaksa leher lebih menjulur ke depan, karenanya, akan menyebabkan sakit kepala, leher tegang, dan sakit punggung.

Pilih jenis pegangan. Hindari tas bertali panjang, karena beban yang barada pada salah satu sisi tubuh akan menarik tubuh anda ke samping. Berat sebelah. Bahu akan tertarik ke depan untuk mempertahankan tas pada posisinya. Juga, hindari pegangan tas dari bahan rantai, karena akan melukai kulit anda. Sebaliknya, pilihlah Tas Murah bertali pendek yang tidak terlalu tipis dan kecil. Tali yang terlalu kecil dengan beban tas yang berat akan menyebabkan banyak masalah.

Model compact. Tas Murah yang terlalu besar akan mengundang anda memasukkan apa saja ke dalam tas. Namun jangan pula memilih tas yang terlalu kecil. Sesuaikan saja dengan kebutuhan.

Bahan tas. Selalu pilih bahan Tas Branded yang lembut dan kuat. Tas dari bahan kulit yang lembut paling disarankan, tas berbahan nilon juga cukup baik. Hindari tas berbahan kulit yang kaku, karena akan ‘terlepas’ dari tubuh, dalam arti, tas tidak menempel tubuh. Jika tas kaku tersebut berisi banyak barang, ia akan menonjol dan sulit dibawa.

Jangan terpaku label. Tas Branded mungkin menjamin kualitas, namun harganya selangit dan terkadang tak masuk akal. Cobalah lirik tas-tas berharga standar Tas Branded Murah namun dengan kualitas baik. Sayang kan, menghabiskan puluhan juta rupiah hanya untuk membeli satu buah tas Harmes, Bvgalri, Emporio Armani, Ermenegildo Zegna, atau Guess. Padahal, dengan harga ratusan ribu saja kita bisa mendapatkan Tas Branded Murah berkualitas buatan lokal. Beberapa merek lokal yang sudah diakui kualitasnya di antaranya Bagteria, Rodo, dan Monse.

Seimbangkan bawaan anda. Masih ingat dengan formula 10 persen? Namun jangan diartikan anda boleh membawa semuanya di satu sisi tubuh. Biasakan menyeimbangkan barang bawaan. Tangan kanan membawa tas di bahu, sementara tangan kiri menjinjing tas lain.

tasunik.fressbook.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang