Kamis, 10 Juni 2010

Menghindari Antikarat Rawan Rontok


Selain membuat tampilan kendaraan kurang sedap dipandang, munculnya karat juga bisa membuat harga jual kembali mobil Anda bisa jatuh. Belum lagi jika sudah parah, kekuatan struktur bodi pun berkurang dan memengaruhi performa mobil.

Salah satu bagian yang rentan dihinggapi karat adalah kolong mobil. Area ini bisa menyimpan kotoran yang berasal dari cipratan genangan lumpur atau air hujan. Sedangkan air hujan yang memiliki tingkat asam cukup tinggi dan tidak segera dikeringkan, kemungkinan munculnya korosi cukup besar.

Guna mencegah timbulnya karat di kolong mobil, banyak mobil yang telah diberi antikarat sebagai standar. Namun kecemasan akan daya rekat antikarat itu di kolong mobil tetap membayangi. Ya, tidak sedikit pemilik kendaraan yang beranggapan kalau lapisan antikarat bisa rontok jika terlalu sering dicuci dengan sikat ataupun disemprot dengan air bertekanan besar. Benarkah demikian?

General Manager PT Tuffindo Raya, pemegang merek Tuff-Kote Dinol, Nantaat Sadeq menjelaskan, rontok atau tidaknya pelapis antikarat tergantung pada kualitas bahan antikarat yang digunakan. “Selain itu proses pengerjaannya juga bisa mempengaruhi daya tahan antikarat. Memang ada operator pelaksana yang asal menempelkan saja antikarat. Kalau seperti itu ya kualitasnya jadi rendah,” ujar Sadeq.

Dari ketiga faktor tersebut di atas, bila salah satunya dihilangkan maka proses pembentukan karat akan berhenti. Namun teknik tersebut tidak mungkin diterapkan untuk kendaraan karena udara merupakan salah satu komponen yang mutlak diperlukan dalam kelangsungan kehidupan.

“Faktor lingkungan, pergerakan kendaraan, faktor perawatan dan usia kendaraan bisa menimbulkan karat. Karat bisa tetap timbul di mana saja. Walau kita tinggal di daerah yang jauh dari laut. Karat muncul karena adanya oksidasi udara dengan material metal,” ujar Sadeq.

Cara pencegahan yang paling efektif untuk menekan karat adalah melakukan perawatan antikarat. Cara ini juga bisa dilakukan pengecekan lebih dulu jika ada antikarat yang rontok pada bagian mobil. Baru melakukan pelapisan ulang.

Hal ini bisa dilakukan sekaligus dengan menyerahkannya ke  bengkel operator yang berpengalaman soal karat. Untuk menjaga keawetan antikarat pada kolong kendaraan, Sadeq menyarankan agar mobil menjalani pemeriksaan berkala setiap tahunnya.

Standar penggunaan antikarat yang benar adalah tidak sebatas pada area kolong kendaraan saja. Sadeq dan Willy menjelaskan batas standar yang benar adalah dari bagian kaca ke bawah. Seperti bagian pintu-pintu, bagasi, dan mesin.

Selain itu, Sadeq juga tidak menganjurkan untuk mencuci kendaraan di malam hari. “Sebab kalau malam hari penguapan air lambat. Dan itu bisa menjadi salah satu faktor pemicu timbulnya karat. Jika ada bagian yang rusak, harus segera diperbaiki dan berikan antikarat pada bagian tersebut,” saran Sadeq.

Jadi pilihan tergantung pada Anda. Apakah akan menggunakan antikarat dengan kualitas yang masih dipertanyakan atau menjatuhkan pilihan pada produk yang sudah terbukti kualitasnya.




http://www.autobildindonesia.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar