Rabu, 24 Maret 2010

Foto Di Pameran Urbantopia




Ketika sebuah subyek foto dipreteli dan atau direkayasa untuk memasukkan konsep dan gagasan tertentu pada subyek, apa hasil akhirnya dapat disaksikan pada pameran art fotografi kontemporer urbantopia di geleri north art space (nas) pasar seni ancol, jakarta.
Pameran yang ditutup hari minggu (15/11) ini menarik dan rugi tidak dikunjungi, karena menampilkan foto-foto karya fotografer terkemuka yang mungkin jarang disaksikan selama ini. Paling tidak, kalau pembandingnya foto jurnalistik di media cetak dan online, maka foto-foto yang dipamerkan menyajikan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang ganjil, tapi sarat makna, sarat pesan.
"foto yang dipamerkan sangat beragam, baik subyek maupun bentuk, bahkan beberapa di antaranya lebih cenderung melampaui berbagai aliran yang konvensional. Sekaligus menunjukkan gambaran bagaimana fotografi kontemporer ingin menembus batas antara yang bukan seni dan yang seni, menghampiri suatu pendekatan terhadap konsepsi-konsepsi yang mutakhir," kata julian sihombing, fotografer terkemuka yang menjadi salah seorang kurator pameran, jumat (13/11) di jakarta.
Fotografer yang memamerkan karya art fotografi yaitu agan harahap, ahmad deny salman, davy linggar, hengki koentjoro, imelda mandala, jay subiakto, jim allen abel, john suryaatmadja, kemal jufri, oscar matulloh, sutrisno, dan wimo ambala bayang, dengan curator rifky effendy dan julian sihombing.
Direktur utama pt pembangunan jaya ancol tbk, budi karya sumadi, mengatakan, pameran yang digelar sejak 23 oktober lalu ini dikunjungi ribuan orang. Pameran bertajuk urbantopia itu menjadi sebuah representasi untuk melihat wajah masyarakat perkotaan di era global saat ini yang mencakup realitas, imajinasi, dan bahkan impian-impian atau utopianya


Http://edukasi.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar