Rabu, 11 November 2009

Tips Jamuan Makan di Rumah

Mengadakan jamuan makan di rumah tentu menyenangkan. Entah karena Anda baru menjadi warga di sebuah perumahan, atau untuk mempererat hubungan dengan sesama orangtua murid. Anda bisa mengerjakan sendiri tanpa bantuan pembantu atau baby sitter. Namun karena ini hanya sebuah jamuan makan sederhana, yang dihadiri tamu dalam jumlah terbatas, tentu Anda tak ingin menghabiskan biaya terlalu besar harus memesan catering box dan sebagainya, dan terlalu repot. WomansDay.com memberikan tips mengenai apa yang harus disiapkan:

1. Siapkan appetizer dan dessert

Kebanyakan orang yang lebih senang mencoba beberapa jenis makanan yang tidak mengenyangkan, daripada menikmati makanan utamanya. Bila Anda langsung merasa kenyang, Anda tentu tidak bisa mencoba makanan lezat lainnya. Dimsum, kebab, sushi, atau bahkan tempe mendoan, adalah beberapa contohnya.

2. Lakukan menjelang makan siang, atau sore

Pada jam-jam ini orang belum begitu lapar, sehingga mereka tak begitu membutuhkan makanan yang mengenyangkan.

3. Siapkan satu jenis minuman

Maksudnya, tentu di luar air putih. Sediakan saja minuman bersoda, atau kopi sekalian. Tak perlu menyediakan terlalu banyak jenis minuman.

4. "Bring your own food"

Kebanyakan orang tak akan muncul di rumah Anda tanpa membawa sesuatu. Ibu-ibu biasanya akan membawa bingkisan berupa makanan. Bila hubungan Anda dengan teman-teman di komunitas ini sudah cukup akrab, Anda juga bisa menjadikan jamuan makan ini semacam potluck party, dimana para tamu membawa sendiri makanannya untuk dinikmati bersama.

Jenis makanan

Anda tentu perlu menyiapkan meja makan yang cukup besar, sehingga dapat menyajikan beragam hidangan dengan tempat makanan yang cukup. Namun mengingat acara makan-makan ini dilakukan di rumah, jangan menyiapkan segala bentuk makanan. Majalah Real Simple menyarankan beberapa jenis makanan ini:

* Mudah digigit atau dipotong. Jika Anda bisa memasukkan sepotong makanan langsung ke dalam mulut, Anda tentu terhindar dari risiko menumpahkan makanan ke pakaian atau ke lantai.

* Tidak mudah remuk. Makanan bisa dipegang dan digigit, namun tidak langsung remuk atau berceceran.

* Tidak terlalu panas. Sup yang sudah dingin tentu tidak menggugah selera. Namun Anda juga jangan menyajikan sup yang baru mendidih.

Yang menjadi topik pembicaraan

Bila Anda belum mengenal terlalu dekat tamu-tamu Anda, tentu Anda tak ingin terjadi keheningan dalam jamuan makan tersebut. Lalu, apa yang sebaiknya dibicarakan?

* Event yang diadakan di kawasan perumahan atau sekolah. "Kita kan biasanya khawatir tentang apa yang harus diobrolkan, apa kesamaan yang kita miliki dengan orang lain," kata Susan RoAne, penulis buku How to Work a Room. "Sekarang, Anda memiliki topik yang sifatnya 'nasional'."

* Pertanyaan seputar keluarga, pekerjaan, atau latar belakang pendidikan, tentu tak akan ada habisnya.

* Adakan acara perkenalan. Tidak cukup hanya dengan menyebutkan nama, tetapi juga tempat tinggal atau pekerjaannya. Dengan demikian Anda lebih mudah mengingat sosok mereka.

* Topik soal hidangan juga menarik. Tanyakan dimana seseorang membeli makanan yang ia bawa. Beri pujian ketika makanan tersebut ternyata hasil karyanya sendiri. Tamu Anda tentu akan tersenyum puas dengan penghargaan Anda.

Kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar