Selasa, 16 Februari 2010

Usaha Sepatu Lukis Meningkat



Jika enggan melukis sendiri, mendapatkan kaos lukis atau Sepatu Lukis jadi pun tidak sulit. Selain menjual alat lukis, kios Abu Djumhur di Pasar Seni Taman Sari juga bisa membuatkan kaos dan sepatu lukis sesuai yang diinginkan.

Padahal awalnya hanya kaos. Namun belakangan pemesanan kaos menurut Abu lebih eksklusif, karena peminatnya lebih sedikit. Konsumen lebih banyak memesan sepatu lukis.

"Kaos agak eksklusif, malahan lebih banyak yang pesan sepatu lukis sampai kewalahan," ujarnya saat ditemui di standnya dalam pameran Kriya Pesona Bandung Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh. Namun Abu belum bisa merinci berapa banyak sepatu lukis yang dipesan setiap minggunya.

Sepatu yang dilukis adalah sepatu kasual berwarna putih dari bahan kain kanvas. Sepatu-sepatu tersebut dibeli langsung dari produsennya.

"Cat lukis paling bagus di warna-warna terang. Kalau di warna gelap harus di blok dulu," tutu Abu.

Tidak hanya untuk perempuan, tapi ada juga untuk laki-laki. Berbagai corak dan motif sudah tersedia, konsumen tinggal memilih saja motif yang diinginkan.

Jika memesan harus bersabar karena Sepatu Lukis tidak akan didapatkan saat itu juga. Konsumen harus menunggu sampai empat hari sampai sepatu tersebut jadi. Dalam pembuatannya Abu sudah mendelegasikan pada tiga orang rekannya.

Selain order yang banyak, menurut Abu lamanya pembuatan juga dipengaruhi oleh pasokan sepatu yang terkadang mengalami keterlambatan.

Harga yang ditawarkan pun berbeda-beda. Untuk kaos misalnya dari mulai RP 25 ribu sampai Rp 200 ribu belum termasuk kaos putih polos. Sedangkan utnuk sepatu harganya dari mulai Rp 50 ribu sampai Rp 65 ribu.

bandung.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar