Rabu, 28 Oktober 2009

Melatih Disiplin dengan Les Ballet



Les atau kursus seni menari indah seperti ballet banyak digemari anak perempuan di perkotaan. Tak hanya menjaga tubuh tetap ramping, ballet juga melatih anak berdisiplin dan lebih percaya diri.

Kendati berasal dari Prancis, ballet cukup populer dan banyak diminati di Indonesia, terutama wanita. Ini terlihat dari banyaknya sekolah dan tempat Les Ballet yang menawarkan pendidikan ballet mulai usia dini hingga kelas dewasa. Tak heran, di perkotaan banyak anak kecil yang sudah piawai meliukkan badan melalui gerakan ballet yang atraktif.

Sebut saja Sherina Munaf. Artis cilik yang namanya melejit sejak membintangi film Petualangan Sherina pada tahun 2000 itu kini sudah beranjak dewasa. Selain lihai menyanyi dan bermain piano, Sherina yang sejak kecil ikut les ballet juga dikenal pandai menari ballet. Tak heran, gadis berusia 19 tahun ini tetap ramping, bugar, dan jauh dari kegemukan.

Menurut maestro ballet Indonesia, Farida Oetoyo,menari sangat bagus untuk tubuh, jiwa, dan pikiran. Menari ballet sangat berguna untuk mengembangkan koordinasi tubuh dan pikiran, membentuk postur tubuh yang baik, melatih kecepatan berpikir, dan membangun kepercayaan diri.

Les ballet juga baik untuk memperkuat daya tahan tubuh, terutama anak-anak yang lemah secara fisik. Melalui les ballet, anak-anak belajar mengembangkan sense tentang gerakan tari, ritme, dan apresiasi terhadap musik. Farida mengungkapkan, dalam mengikuti les ballet terkandung nilai-nilai, bukan sekadar menari.

"Anak-anak bisa belajar banyak dari ballet. Dalam ballet, pelajaran pertamanya adalah disiplin. Agar anak berdisiplin, kami para guru harus memberi pengertian. Misalnya di kelas pada saat latihan tidak boleh ngobrol karena waktunya juga terbatas," kata wanita yang sudah menggeluti dunia ballet sejak 40 tahun silam.

Kecintaan Farida terhadap dunia ballet dibuktikan dengan didirikannya kursus atau les ballet Sumber Cipta yang sudah berusia lebih dari 20 tahun.

Menurut dia, mengajarkan ballet kepada anak harus disesuaikan dengan tingkatan usia anak. Teknik dan gerakannya pun agak berbeda dengan ballet dewasa.

"Untuk pertama kali, anak lebih banyak belajar menari, belajar tentang dirinya, badannya, ruangannya, dan hubungan dengan temannya. Selain itu, kita tidak bisa memaksa anak langsung belajar gerakan ballet karena kalau belum siap bisa mencederakan tulang-tulangnya," papar wanita yang sudah berpengalaman pentas di berbagai negara ini.

Fifi mengungkapkan, anak-anak binaannya mengikuti les ballet dengan beragam alasan. Misalnya karena dorongan orangtua yang menginginkan anaknya berpostur bagus. Untuk itu, latihan les ballet harus dilakukan secara kontinu karena kalau tiba-tiba berhenti sama sekali, otot-otot yang tadinya kencang bisa kendur.

"Apalagi kalau anaknya sudah besar dan punya tujuan untuk meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi, tentunya harus kontinu. Makan dan minumnya juga harus dijaga. Biasanya saya menyarankan untuk tidak terlalu banyak makan makanan manis atau terlalu berlemak seperti cokelat," saran generasi kedua Marlupi Dance Academy ini.

"Agar anak bersemangat,harus ditanamkan dulu kesenangan terhadap les ballet. Kita tidak bisa memaksa mereka karena ballet itu motivasinya dari dalam diri anaksendiri,

lifestyle.okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar