Kamis, 07 Januari 2010

Dekorasi Cantik dengan Jam Antik

Jam dinding tak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu. Jika bentuknya betul-betul diperhatikan, jam dinding juga bisa menambah nilai estetika ruangan.

Mendekorasi ruangan dari sisi pemasangan jam, khususnya yang antik, juga memiliki teknik tersendiri. Desainer interior Sadrisman Muktadi menyatakan, penempatan jam antik pada ruangan harus memerhatikan gaya ruang itu sendiri. Sebab, jam mempunyai jenis beragam, seperti jam dinding dan jam meja.


Mari kita bahas dulu
jam dinding antik berukuran besar yang mempunyai bandul besar pula. Jam ini dapat mengeluarkan bunyi tiap setengah jam sekali. Menempatkan jam jenis ini tentu tidak mudah karena banyak yang harus diperhitungkan, semisal tema serta fungsi ruangan.


"Jika Anda ingin meletakkan
jam besar itu, sebaiknya di ruang tamu, tapi yang memiliki luas ruang cukup besar. Sangat tidak dianjurkan meletakkannya di ruang keluarga. Selain merusak ketenangan, jam tersebut juga akan kehilangan fungsinya sebagai aksen dalam ruang," kata desainer interior yang akrab disapa Risman itu.


Ada
beberapa hal yang harus diperhatikan saat kita hendak meletakkan jam antik di dalam rumah. Pertama, harus diperhatikan komposisi ruangannya. Misalkan di ruangan yang luas. Fungsi jam bukan hanya sebagai penunjuk waktu, tapi juga dijadikan aksen pemanis ruangan. Sementara untuk ruang berukuran kecil, biasanya jam disesuaikan dengan furnitur yang ada. Kedua soal peletakannya. Penempatan aksesori jenis ini pada ruangan mempunyai porsi yang berbeda-beda.


"Jika ruangan itu luas, Anda bisa meletakkan
jam di mana saja pada bagian sisi ruang. Contohnya jam berdiri. Berbeda dengan ruangan kecil, sebaiknya menggunakan jam meja atau jam yang biasa diletakkan di sudut sofa. Hal ini bertujuan supaya tidak mengganggu sirkulasi di dalam ruangan karena ruang tersebut sempit," papar Risman.


Ketiga, perhatikan tema ruangan. Ada berbagai tema ruang yang biasa digunakan dalam hunian, seperti klasik, mediteranian, etnik, modern, dan minimalis.


"Pengaplikasian jam untuk ruang minimalis biasanya menggunakan satu jam untuk satu ruangan. Sebab, di rumah bergaya minimalis umumnya berdinding bersih sehingga jam dianjurkan ditempatkan secara tersembunyi, misalnya diletakkan di atas meja. Jenis jamnya pun menggunakan yang bergaya minimalis," saran Risman.


Sementara untuk hunian bertema etnik, gunakanlah jam yang bergaya kontemporer. Seperti kita tahu, jam merupakan benda berdesain teknologi modern. Sementara kita menggunakan gaya etnik pada ruangan. Kita dapat menggunakan jenis jam yang terbuat dari bahan-bahan alamiah, seperti batok kelapa atau bahan natural lainnya. Hal ini berlaku pula untuk hunian bergaya mediteranian.


Hal terakhir yang harus diperhatikan adalah fungsi ruang itu sendiri. Jika dia adalah dapur,maka gunakan jam berbentuk buah atau sayuran. Jadi, padukan bentuk jam dengan area dapur yang identik dengan masakan. Untuk kamar tidur, Anda bisa menggunakan jam alarm. Gunakan jam antik yang tidak hanya berfungsi membangunkan Anda di pagi hari, tapi juga bisa dijadikan aksen di dalam ruangan.Jam jenis ini umumnya diletakkan sejajar dengan tempat tidur.


Lain lagi jam yang kerap digunakan di ruang tamu. Ruang tamu termasuk public area. Maka, pilihlah jam dinding yang unik dan menarik pandangan mata untuk menambah nilai tata ruang dan keindahan di dalamnya.


Anda juga boleh menggunakan jam antik yang dapat dilihat dari semua sudut ruangan. Misalnya jam antik model zaman dulu. Jam itu akan menjadi salah satu pusat perhatian di dalam ruangan. Apalagi ditunjang oleh bunyi dentangnya yang khas dan bisa menambah keanggunan ruang tersebut.


Jam memang hanya penunjuk waktu bagi sebagian orang, namun di tangan orang yang tepat, jam bisa menjadi elemen dekorasi alternatif saat Anda kehabisan ide untuk memperindah ruangan. Range harga jam pun sangat bervariasi. Untuk Anda yang ingin menggunakan jam art deco atau jam antik, jelas lebih membutuhkan biaya.


lifestyle.okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar