Rabu, 03 Februari 2010

Sewa Mobil Batam dan Tanjung Pinang Kehabisan Stock



Momen pergantian tahun benar-benar dimanfaatkan warga Tanjungpinang dan Batam. Persiapan matang mereka lakukan, misalnya menyiapkan kendaraan dan Mobil Batam.

Hal ini terbukti, sehari jelang pergantian tahun 2009 ke 2010 kemarin, usaha penyewaan mobil (rental) laris manis. Hampir semua pengelola rental Mobil Batam dan Tanjung Pinang mengaku kehabisan stok karena disewa warga. Sebelum menjelang Natal dan tahun baru, harga sewa kendaraan adalah Rp250 ribu per unit per hari. Kemarin, harga sewa sudah naik menjadi Rp300 ribu sampai Rp350 ribu per unit untuk satu hari sewa.

Meski harga sewa yang dikenakan mengalami kenaikan dari hari biasa, namun tak menyurutkan animo warga memanfaatkan penyewaan Mobil Batam.

”Sembilan mobil kita disewa semua. Tak ada yang tersisa lagi. Masih banyak warga lainnya hendak menyewa. Tapi, stok tak ada lagi,” kata Asui, pengelola rental sekitar Jalan Pramuka.

Pemesanan Mobil Batam yang hendak disewa lanjutnya, telah dilakukan jauh-jauh hari oleh warga. Bahkan, ada warga memesan sebulan lalu. Mereka menyewa untuk masa pakai dua hari, ada pula untuk tujuh hari sewa.

Asui mengatakan, warga yang menyewa ini bukan untuk memeriahkan peringatan pergantian tahun saja akan tetapi disewa warga untuk merayakan Natal beberapa waktu lalu.

Sementara itu, pedagang terompet juga mendapat rezeki lebih jelang pergantian tahun 2010. Tiga hari terakhir, telah banyak warga membeli. Jenis yang ditawarkan beraneka macam. Ada berbentuk kapal, mobil, rumah, dan sebagainya.

Ukuran terompet pun beda-beda, mulai dari kecil hingga besar. Harga yang ditawarkan beragam, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp50 ribu. ”Kita menawarkan banyak jenis agar warga bisa memilih sesuai keinginan. Sejak dua hari lalu, telah banyak yang membeli,” kata Udin, seorang penjual terompet saat ditemui di tepi laut Tanjungpinang kemarin.

Terompet yang dijual ini sebutnya, didatangkan dari luar kota. Tapi, ada pula yang dibuat di Tanjungpinang. Udin mengatakan sebagian besar pedagang terompet membeli dalam skala besar. Jika terompet ini tak habis dijual, maka resiko ditanggung penjual. Karena itu, pedagang biasanya mengambil untung besar atas penjualan tersebut. ”Meski untung besar, tapi kita harus mengembalikan modal pembelian terompet yang tak laku,” tukasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Tanjungpinang Azhar berharap memasuki tahun 2010, persatuan dan kesatuan warga harus terus tercipta. Bersama-sama ikut membangun negeri dengan saling menjaga keamanan dan komunikasi. ”Mari kita sambut pergantian tahun ini dengan semangat baru. Iklim kondusif harus tetap kita jaga setiap saat,” tutupnya. ***

batampos.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar