Kamis, 21 Januari 2010

Pulau Bidadari untuk Wisata Pengantin

Menginjakkan kaki di Pulau Bidadari, ada hal lain yang bisa dilakukan selain menikmati wisata pantai. Ada wisata sejarah menapaki jejak-jejak zaman peninggalan Belanda. Sementara pemandangan uniknya menggoda banyak calon pengantin untuk berfoto-foto sebelum menikah di pulau ini.

Kepulauan Seribu yang terletak di teluk Jakarta pada zaman penjajahan Belanda adalah perairan yang sibuk. Tahun 1619, ketika VOC mencengkeram tanah Jawa, Pulau Onrust, dan sekitarnya, termasuk Pulau Bidadari, dibuatlah benteng pertahanan yang melindungi kota Batavia. Pulau itu diberi nama Onrust, yang berarti tidak beristirahat. Pasalnya, pulau ini tak pernah sepi dari aktivitas bongkar muat kapal di masa itu.
Sayangnya, benteng-benteng di Kepulauan Seribu ini berhasil dikalahkan Inggris di tahun 1800. Setelah dibangun lagi di tahun 1840 sebagai pangkalan angkatan laut, letusan Gunung Krakatau yang dahsyat di tahun 1883 kembali menghancurkan benteng-benteng itu.

Salah satu reruntuhan benteng peninggalan Belanda di Kepulauan Seribu itu bisa disaksikan di Pulau Bidadari. Benteng di Pulau Bidadari ini diberi nama Benteng Martello dari abad ke-17. Namun, tidak banyak informasi yang bisa digali dari situs di pulau itu selain papan nama Benteng Martello. Ini menjadi salah satu potensi
wisata Pulau Seribu.


Benteng itu dinamai Martello karena bentuknya relatif kecil. Benteng jenis ini banyak dibangun di abad ke-19. Tingginya kurang lebih 12 meter dengan struktur yang bundar. Benteng ini terbangun dari tembok tebal, sehingga bisa bertahan dari gempuran meriam. Sementara dengan ketinggian yang dimilikinya, benteng itu bisa balas menembaki musuh dengan sudut pandangan 360 derajat berkat strukturnya yang bundar.


Paket Pre-Wedding


Benteng model Martello dibangun meniru benteng bundar di Mortella Point di Pulau Korsika. Orang Inggris terkesan dengan benteng model ini gara-gara pertarungan dua kapal Inggris yang gagal menyerang benteng di Mortella Point. Benteng itu baru berhasil ditaklukkan setelah melalui pertarungan sen*** selama dua hari.


Pemandangan reruntuhan benteng di Pulau Bidadari dengan guguran dedaunan tampak indah bila dijadikan lokasi pemotretan. Situs benteng ini sering dijadikan latar belakang objek foto pre wedding. Tak heran, Pulau Bidadari merupakan lokasi favorit calon pengantin asal Jakarta untuk foto-foto sebelum pernikahan atau dikenal sebagai foto pre wedding.


Paket foto prapernikahan ini tidak mensyaratkan harus menginap. Namun, mereka mendapat makan dan fasilitas yang cukup memadai untuk bergaya di depan kamera.


Untuk Bulan Madu


Dengan fasilitas 49 kamar yang dimiliki pulau resor ini, sejatinya Pulau Bidadari juga merupakan tujuan bulan madu. Pilihan kamar yang tersedia untuk menginap yakni deluxe, family dan suite dengan harga yang berbeda tentu. Di hari biasa harga cottage tempat menginap itu adalah 464 ribu nett per orang.


Paling menarik adalah cottage yang dibangun di atas air laut, selain cottage berbentuk rumah panggung Minahasa. Pemandangan cottage yang mengambang di atas laut ini juga sering jadi objek menarik pengambilan foto pre wedding. Memang peninggalan Belanda menjadi
wisata Pulau Seribu yang menarik.


www.pulauseribu.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar