Kamis, 21 Januari 2010

Tambang Dalam Pongkor Jadi Obyek Penelitian



Jika kita pernah mengunjungi tambang emas Pongkor milik PT Aneka Tambang Tbk di Bogor, Jawa Barat, mungkin akan takjub. Di sana berlangsung eksploitasi mineral dengan teknik tambang dalam (underground mining), yang diakui cukup berhasil. Keberhasilan itu membawa sejumlah departemen dan instansi lain, menjadikannya sebagai obyek penelitian.

Seperti ***ngkapkan Direktur Operasi PT Aneka Tambang (Antam), Winardi, beberapa orang dari Direktorat Jenderal Pekerjaan Umum (PU) dan Kehutanan, yang terakhir datang ke Pongkor.

Tujuannya untuk mengambil contoh pelaksanaan underground mining (Cut and Fill) yang cukup berhasil. Saat ini PU dan Kehutanan datang untuk mempelajari teknik pembuatan Tailing Dam (danau pembuangan limbah).

Winardi mengakui, melaksanakan teknik penambangan underground bukanlah hal yang mudah. Karena biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar, teknologi yang digunakan juga jauh lebih rumit, sementara volume yang didapatkan tidak sebesar eksploitasi menggunakan teknik open pit.

Akselerasi peningkatan produksi juga tidak semudah jika menggunakan penambangan terbuka. Pongkor sendiri dipilih menggunakan tambang dalam, karena KP (kuasa pertambangan) yang didapatkan diatas kawasan hutan.

“KP tambang emas Pongkor didapatkan pada 1992 seluas 7.000 hektar. Dari keseluruhan areal itu sebagian adalah hutan produksi dan sebagian lagi hutan lindung. Selain itu, di sekitar tambang juga ada Taman Nasional Gunung Halimun dan Gunung Salak. Maka dari itu kami pilih teknik tambang dalam,” ujar Winardi yang sebelumnya menjabat Senior Vice President Unit Penambangan Emas Pongkor.

Dia menambahkan, metode tambang dalam yang digunakan di Pongkor saat ini adalah Block Caving Metode. Selain itu juga sedang dipikirkan penggunaan teknik Cut and Fill Metode. Sedangkan teknik tambang dalam yang dikenal selama ini ada banyak macam. Selain beberapa metode diatas, juga dikenal adanya Underground Mine Truck Metode, Vein Lurat Metode, dan banyak lagi yang lainnya.

Sebelum metode-metode mutakhir itu dilaksanakan, dikenal juga metode konvensional yakni Scrapper. Metode ini sudah pernah dilaksanakan pada penambangan emas milik Antam di Cikotok, Jawa Barat, dan berhasil. Antam sendiri terus mencari daerah-daerah baru eksplorasi guna menjaga jumlah cadangan.

“Sebagai Exploration Policy, Aneka Tambang selalu menyisihkan 2,5% dari revenue ekspor untuk membiayai pencarian cadangan-cadangan baru. Ini adalah komitmen para miner,” ungkap Winardi lagi.

majalahtambang.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar