Rabu, 15 Desember 2010

Inilah Seni Tarian Maut Dari Brazil

Seni bela diri Capoeira ternyata populer di Indonesia. Seni bela diri ini berbeda dari yang lain karena apa ? Karena menggunakan musik dalam gerakannya, jadi menimbulkan suasana yang gembira dan bersahabat. Tapi jangan salah gerakan ini bisa berbahaya kalau memang ditujukan untuk melawan serangan.


Mereka ini sedang melakukan Capoeira. Sebuah jenis bela diri asal Brazil yang gerakan - gerakannya terkenal eksotik. Gimana nggak ? Sepintas kalau dilihat seperti seni tari kan ? Apalagi kalau begini pakai iringan tabuhan musik khas Brazil batu kada.

Padahal gerakan mereka itu sebenarnya jurus - jurus berkelahi yang sangat mematikan. Sejak awal Capoeira memang sebuah aksi bela diri berkedok tarian. Diciptakan tahun 1500 an oleh orang - orang Afrika yang dijadikan budak di Brazil dengan tujuan melawan pasukan koloneal.Tahun 1900 an Capoeira mulai berkembang dan tersebar ke seluruh penjuru dunia. Di Indonesia sendiri masyarakat mulai kenal seni bela diri asal negeri Samba itu sejak akhir tahun 90 an. Ditandai dengan munculnya sejumlah tempat latihan Capoeira. Aksi seni bela diri ala negeri Samba itu memang bisa dibilang lain dari yang lain. Dengan iringan musik tabuhnya, orangpun jadi asyik mengikuti baik sebagai penonton maupun sebagai Capoeiresta sebutan bagi mereka yang menekuni Capoeira.


Setiap latihan, setiap Capoeiresta maju berpasangan secara bergantian saling beradu, tapi tidak ada gerakan yang sengaja untuk menjatuhin lawan.Bahkan gerakan mereka cenderung lambat dan sebisa mungkin nggak mengenai tubuh lawan. Suasana gembira, senyum bersahabat iringan musik juga selalu mewarnai. Yang namanya kuda - kuda kalau dilakukan tidak sempurna sudah pasti gampang diserang lawan. Tapi yang unik jadi kuda - kuda pada Capoeira ini selain berguna untuk bertahan dari serangan lawan sekaligus sebagai ancang - ancang untuk menyerang. Dengan musik dan olah gerak yang dinamis memang bikin Capoeira jadi sesuatu yang enak dinikmati.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar