Rabu, 16 Maret 2011

Melihat Minat Konsumen Dengan Data Riset




Strategi Pemasaran -  Riset adalah bagian inheren dari aktivitas pemasaran yg terencana dgn baik. Melalui riset pemasaran, kita mendapatkan data-data yg kita perlukan mengenai segmentasi, strategi pemasaran, profil dan perilaku konsumen, apresiasi terhadap produk kita, dan banyak lagi hal lain yg menarik dan bermanfaat. Oleh karena itu sedikitnya kita pasti pernah memanfaatkan data yg berasal dari riset pemasaran yg berkorelasi terhadap produk kita dan strategi pemasaran produk kita.

Untuk itu, ada beberapa hal yg dapat kita jadikan sebagai acuan, yaitu:

§               Riset pemasaran perlu dipahami sebagai sebuah input. Riset bukanlah hasil akhir yg kita inginkan, data riset justru berfungsi sebagai input yg akan kita olah lebih lanjut sesuai dgn tujuan dan kebutuhan kita. Contohnya, apabila kita melakukan riset pemasaran sebelum meluncurkan produk baru, riset bukanlah penentu apakah kita akan memasarkan produk tersebut atau tidak. Riset merupakan input yg nantinya akan kita olah menjadi strategi pemasaran.

§               Sebagai sebuah input riset akan memberikan output. Output ini yg membuat riset menjadi hal yg penting dan dibutuhkan, yaitu informasi. Informasi dari riset dapat berupa data respons konsumen terhadap produk, profil konsumen baik dari segi demografi maupun psikografi, persepsi konsumen terhadap merek dan produk, serta banyak lagi hal yg lain.

Pada dasarnya, informasi inilah yg seringkali kita tanggapi secara emosional, hal ini sebenarnya dapat dipahami, karena secara psikologis hasil riset terhadap produk kita seringkali seperti memaksa kita untuk bercermin saat kondisi kita tidak dalam keadaan prima.

Dalam tahap selanjutnya atau tahap ke tiga, kita akan memperoleh benefit dari informasi yg telah kita miliki. Dgn bahan informasi yg lengkap dan valid dari data yg kita miliki kita dapat merumuskan policy yg akan kita ambil. Policy ini adalah dasar dari strategi pemasaran yg kita miliki. Dgn data yg lengkap, kita tidak hanya terpaku pada dua pilihan saja, seperti "go" or "no go" atau "maintain" or "expand". Karena apabila kita memutuskan untuk "go" umpamanya, kita sekaligus dapat merumuskan strategi "go with what, how and why".

Sebagai contoh, saat kita melakukan tes produk dan produk tersebut tidak disukai konsumen. Dgn informasi yg lengkap kita dapat mengetahui alasan mengapa konsumen tidak menyukainya dan apa yg sebenarnya diinginkan oleh konsumen, sehingga kita dapat merumuskan dgn apa kita dapat mempengaruhi konsumen tersebut untuk berubah.

Singkatnya, dgn informasi yg kita miliki kita dapat mengambil strategi pemasaran sesuai dgn result atau hasil yg kita inginkan. Dari benefit yg telah kita capai, kita akan merasakan impact atau dampaknya. Impact tersebut dapat berupa maintain dari market share yg telah kita miliki, atau improve profit.

Dari sini jelas bahwa tujuan pemanfaatan riset pemasaran bukan sekadar untuk mengevaluasi tim pemasar dan strategi pemasran sajah, namun lebih dari itu, riset pemasaran memiliki manfaat untuk membimbing kita untuk lebih mendekat kepada hasil akhir yg ingin kita capai.

Sumber: economy.okezone.com

Temukan Info Lain Seputar Strategi Pemasaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar