Rabu, 05 Agustus 2009

Perkembangan Investasi Properti di Bali

Bali sebagai destinasi wisata menjadi perhatian seluruh dunia. Buktinya kunjungan pariwisata Bali tetap normal, bahkan cenderung naik.

Di sisi lainnya, sektor pariwisata menentukan perkembangan di semua bidang bisnis, termasuk perkembangan properti juga ditentukan sektor yang satu ini.


Dalam dekade belakangan ini , bisnis properti menarik dan terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Terjadinya krisis global sekalipun, bisnis seperti property
real estate tetap bergairah. hanya saja, pasar secara umum memang terjadi penurunan , tapi pasar masih tetap eksis.


Hal ini dikatakan pengamat bisnis property sekaligus Managing Director The Globali Property, Dadang Razzak.


Dadang menjelaskan, dibandingkan dengan daerah lainnya, Bali masih survive. Di semua sektor bisnis masih bagus, walaupun pasang surut aktivitas selalu terjadi.


Kondisi seperti sekarang ini sudah teruji sejak terjadinya krisis moneter di Indonesia yakni, tahun 1996. Di Bali waktu itu justru sebagian besar masyarakatnya berlimpah keuntungan. Terutama yang bergerak di bidang eksport, pariwisata dan lainnya.


“Sekarang ini krisis global melanda dunia, tetapiaktivitas bisnis di Bali tetap stabil. Terutama di bidang properti,
real estate masih cukup banyak investoringin tahu perkembangan bisnis properti di Bali.


Mereka kebanyakan menanyakan keamanan Bali, apalagi menjelang pemilihan legislatif dan pemilu. Jika Bali mampu mempertahankan keamanannya, masyarakat dunia akan berduyun-duyun ke Bali. Selain untuk berholiday, juga melakukan transaksi property
Bali real estate, ” katanya.


Menurut Dadang, Bali sudah teruji ketika terjadi tragedi bom Bali I dan II. Di mata dunia, terjadinya ledakan bom tersebut justru diakui Bali makin aman. Masuk akal memang, tragedi tersebut membawa dampak keamanan makin ketat. Perwakilan kepolisian negara lain juga ada di bali, sehingga membuat citra lebih aman dan nyaman.


“Kebanyakan wisatawan ke Bali lantaran keamanan makin dijaga dengan baik sehingga Bali potensial untuk tempat berinvestasi.” tegasnya.


Dadang menambahkan, saat ini ada beberapa tempat dan titik pusat perhatian investor untuk
Bali real estate. Selain tempat yang sudah ada sejak sebelumnya diakui sangat strategis, seperti wilayah resort (Kuts, Krobokan, Umalas, Canggu, Jimbaran, Sanur, Denpasar), saat ini wilayah akses Denpasar-Bali timur (Gianyar, Karangasem, Klungkung) sangat strategis. Cukup banyak investor menginginkan informasi perkembangan wilayah pesisir selatan ke Bali Timur tersebut (tepatnya Jalan By-pass Ida Bagus Mantra).


“Kami sangat antusias bahwa, wilayah sepanjang by-pass Ida Bagus Mantra akan berkembang pesat. Buktinya, mulai Denpasar (tohpati) sampai Ketewel sudah sangat padat. Banyak juga muncul
real esteate agents.


Bahkan sekarang ini, mulai dari wilayah Saba ke timur sedang berkembang pesat. Untuk itu, bagi pemain properti mesti,
real estate agents berinvesti ke wilayah tersebut. ” tandasnya sambil berseloroh, berinvestasi di wilayah tersebut dapat dipastikan akan mendapat keuntungan tinggi.


http://balipropertyexpo.wordpress.com


Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

1 komentar: