Kamis, 21 Januari 2010

Biro Travel Lirik Potensi Wisata Kepulauan Seribu



Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Jakarta melirik potensi pariwisata Kepulauan Seribu. Biro-biro perjalanan saat ini menghadapi persoalan tingginya biaya fiskal bagi mereka yang belum punya NPWP dan masalah krisis global.

Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) akan melirik potensi wisata domestik dan mengajak orang Indonesia menikmati keindahan Jakarta.

Wakil Ketua Umum Asita Jakarta Rudiana mengatakan hal itu kepada Kompas di sela-sela perjalanan fun cruise dengan Quicksilver Sunda Kelapa Cruise selama 2,5 jam di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Menurut Rudiana, selama ini agen-agen perjalanan wisata Jakarta membawa banyak orang Indonesia ke luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. ”Dengan krisis perekonomian global seperti ini, kami kini melirik potensi wisata dalam negeri. Kepulauan Seribu, misalnya, memiliki potensi wisata alam yang menarik dan dapat dikembangkan lebih jauh dengan paket-paket wisata terpadu,” kata Rudiana.

Rudiana akan mengajak segenap anggota Asita Jakarta untuk memasarkan paket-paket wisata di Jakarta, khususnya di Kepulauan Seribu, kepada masyarakat Jakarta dan Bodetabek.

”Selama ini, jika liburan panjang, orang-orang Jabodetabek lebih suka berlibur ke Puncak dan Bandung. Padahal, di Jakarta, ada tempat wisata alam yang juga menarik dengan jarak tempuh yang relatif dekat,” katanya.

Hal senada ***ngkapkan Pauline Suharno dari Elok Tour dan Hakim Sastradihardja dari Megaforum Tour and Travel, keduanya Koordinator Tour Asita Jakarta.

Menurut Manajer Pemasaran PT Marina Batavia Lanny Elvirya Maladjong, kapal pesiar ini dapat menampung 140 penumpang. Hari Minggu, kapal pesiar ini berangkat pukul 11.30 dan membawa penumpang berputar-putar di perairan Kepulauan Seribu selama 2,5 jam.

Menurut Rudiana, tarif Rp 389.000 per orang untuk menikmati makan siang di kapal pesiar dan hiburan di atas kapal dinilai relatif terjangkau. (KSP)

kompas.com

1 komentar: