Kamis, 18 Maret 2010

Proses Tahap Produksi Kerajinan Tembaga



Kerajinan Tembaga tumang merupakan satu-satu nya kerajinan dengan sistem hammered pattern di indonesia atau bahkan dunia. Sistem tehnik dalam pengerjaan kerajinan juga sangat unik. Dari bahan baku plat lembaran tembaga/kuningan, pertama di mal pola.

Untuk tahapan ini pengrajin biasanya menerapkan ukuran detailnya. Untuk tahapan berikutnya, bahan yang sudah di mal/pola, lalu bahan plat di bakar hingga merah, adapun tujuan pembakaran tersebut untuk melenturkan bahan plat tembaga agar bisa di kenteng/hammered.Pengelasan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari proses produksi kerajinan Tembaga manufaktur. Proses manufaktur lainnya yang telah dikenal antara lain proses-proses pengentengan (metal Hammered), pembentukan (metal forming), pemesinan (machining), dan Finishing Warna(Finshing colour ). Setelah proses diatas selanjutanya bahan yang telah di dinginkan lalu masuk dalam tahapan pengelasan. Pada tahapan ini bahan yang telah dimall akan disambung dengan las sesuai dengan ukuran pada pola yang akan di bentuk. Adapun proses selanjutnya masuk pada tahapan pengentengan atau hammered bentuk sesuai dengan pola awal, misalnya berbentuk vas, washtavel, bath tube, dll.

Dalam proses ini pengentengan ada dua tehnik, yaitu buko(pengetengan melebar) dan ngimpes (pengentengan kedalam ). Adapun alat yang di gunakan adalah pukul/hammer dan alasnya besi rel kereta api. Bentuk modelnya sudah jadi seperti pola di awal. Setelah tahapan ini selesai, proses selanjutnya adalah pattern hammered atau menextur bentuk sesuai keinginan. Ada beberapa pattern texture yaitu babaran(sarang lebah), cacahan(paku jatuh), acakan, texture jeruk dan masih banyak lagi.

Setelah proses penexturan maka tahapan selanjutnya masuk pada tahapan finishing bentuk. Yaitu pengamplasan dan pemolesan. Di sinilah proses krusial dimana kualitas barang ditentukan. Perlu skill dan kesabaran yang tinggi dalam pengampalasan dan pemolesan ini karena sangat mempengaruhi seni dan kualitas barang. Adapun amplas yang digunakan dari amplas kasar hingga halus. Sedangkan untuk pemolesan menggunakan batu hijau dan bensin/minyak tanah untuk menghasilkan warna yang shinny.

Setelah proses di atas selesai, selanjutannya proses penjemuran dan proses coating/pelapisan pada tahapan ini Proses coating ada dua pilihan yaitu doff dan shinny. Ini tergantung pemesan. Dalam tahapan ini kami menggunakan sistem semprot kompresor adapun coating yang kami pilih yaitu sikkens untuk shinny dan petelac untuk yang glossy dan doff. Untuk komposisi takaran campuran nya yaitu 3 banding 2 (3 clear, 2 hairdenerr dan 3 thinner), sehingga menghasilkan lapisan yang kuat, mengingat sifat tembaga itu oksidan. Dengan demikian maka barang Kerajinan Tembaga yang di hasilkan kuat terhadap cuaca, baik panas matahari maupun air hujan. Sehingga dapat ditaruh di dalam dan luar ruangan.

asta-kriya.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar