Kamis, 24 Desember 2009

Tips Memilih Baby Sitter Untuk Anak




Sebagai ibu sekaligus pekerja yang baik, seringkali Anda membutuhkan jasa
baby sister untuk mengasuh buah hati Anda. Tapi, jika tidak teliti memilih baby sitter, alih-alih si buah hati mendapat pengasuhan yang tepat, malah mendapat perlakuan fatal. Untuk memilih baby sitter atau pengasuh bayi yang andal, pastikan ia memiliki kriteria sebagai berikut: berpenampilan rapi dan bersih. Ya, penampilan mencerminkan kepribadian. Jika ia berpenampilan rapi, berkuku bersih, rambut yang tersisir dengan baik, kulit bersih dan sebagainya. Ini berarti ia pun bersih dan rapi dalam merawat buah hati Anda.
Kesehatan calon baby sister juga penting, baik fisik maupun mental, untuk mencegah anak Anda tertular dari penyakit. Jangan sungkan untuk mengeluarkan sejumlah uang guna melakukan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengasuh anak Anda. Jika calon baby sitter Anda memiliki sikap yang ceria, ini akan membawa pengaruh yang baik bagi Anda, karena mereka—anak dan baby sitter —akan berada dalam suasana yang gembira. Bagaimana baby sitter bisa bersikap ceria bila ia menderita penyakit?
Untuk mengasuh anak dibutuhkan kesabaran tinggi. Tapi, bukan berarti calon baby sitter Anda tidak bisa marah, terutama saat anak melakukan kesalahan. Sebab itu, pastikan bahwa kesabaran adalah salah satu kriteria yang dimiliki calon pengasuh buah hati Anda. Selain sabar, baby sitter yang andal juga harus berlaku jujur. Bayangkan, apa jadinya jika baby sitter Anda mengaku bahwa ia sudah memberi obat pada anak, padahal obat itu dimuntahkan oleh si kecil?
Selain memiliki akhlak yang baik, pengasuh anak juga harus memiliki pengetahuan dasar mengenai pelbagai penyakit yang umumnya diderita anak kecil. Termasuk bagaimana mencegah penyakit itu dengan senantiasa mensterilkan peralatan makan dan minum si kecil, serta menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan bermain anak.
Baby sitter yang kompeten juga memiliki pengetahuan tentang makanan yang bergizi bagi anak. Selain itu, ia juga paham mengenai perkembangan dunia anak, misalnya bahwa seorang bayi yang belum bisa bicara harus dirangsang dengan komunikasi yang intens. Tahu ragam mainan dan cerita yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Dengan demikian, ia tidak menyampaikan cerita yang salah, pada saat membaca dongeng bagi anak sebelum tidur. Ia juga tidak malas menjawab pertanyaan yang sering disampaikan oleh anak, termasuk menyanyikan lagu-lagu bagi mereka.

Pengasuh yang baik tidak akan mudah menyerah menghadapi anak yang rewel. Misalnya jika si kecil sedang mogok makan, calon baby sitter bisa membuat suasana yang menyenangkan. Dan, baby sitter yang andal juga bisa menjadi teman bagi si kecil, di mana mereka bermain bersama dan melakukan pelbagai aktivitas lainnya.

Ibu, Anda bisa mengetahui kriteria semacam apa yang dimiliki calon baby sitter Anda dengan menanyakan ragam pertanyaan yang sering ditanyakan layaknya perekrutan kerja di sektor formal. Mulailah dengan menanyakan identitas dan riwayat hidup mereka dengan lengkap. Kemudian, tanyakan pengalaman kerja mereka dengan detail. Hadapkan pada suatu kasus, misal apabila anak terkena panas, apa yang akan ia lakukan untuk mengatasinya. Jangan lupa minta ia juga untuk mempraktekkan cara ia menangani anak yang sedang terkena panas. Terakhir, ajak calon baby sitter Anda berbicara sebanyak-banyaknya, untuk menggali kepribadiannya.



http://www.glministry.com/?p=152

Tidak ada komentar:

Posting Komentar