Jumat, 22 Juni 2012

Mengenal Kandungan Berbahaya Pada Obat Pelangsing






Obat Pelangsing – Berat tubuh menjadi masalah yg sensitive terlebih lagi tuk sebagian besar wanita yg tinggal di kota-kota besar, malasnya berolah raga dan pola makan yg cenderung kurang sehat menjadi faktor utama dibalik berat tubuh yg berlebih, dan tuk sebagian besar wanita dgn menkonsumsi obat pelangsing menjadi solusi mudah dan efesian.

Namun disarankan tuk tidak terlalu banyak mengonsumsi obat pelangsing karena bisa berbahaya. Karena kini daftar obat pelangsing berbahaya sangat banyak jumlah yg beredar dipasaran.

Untuk daftar obat pelangsing berbahya sangat sulit tuk dipantau karena ragam dan jenis nya sangatlah banyak, namun bukan berarti anda tidak tau bagaiman cara mengetahui daftar obat pelangsing yg berbahaya dan mana yg tidak, salah satu caranya adalah dgn berkonsultasi ke dokter dan mengetahui kandungan yg terdapat pada daftar obat pelangsing berbahaya tersebut.


Berikut ini kanduang berbahaya pada daftar obat pelangsing berbahaya:

fenfluramine dan dexfenfluramine. Tuk Kedua daftar obat pelangsing berbahaya itu, diyakini sebagai penyebab kelainan pada katup jantung. Penelitian ini dikuatkan oleh penemuan kasus kelainan katup jantung langka, yg dilaksanakan  oleh Yayasan dan Klinik Mayo Amerika Serikat, Juli 1997. Setelah itu, ditemukan lagi 66 kasus serupa.

Disamping itu tuk fenilpropanolamine, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM) telah mengatur pemakaiannya agar tidak berbahaya bagi kesehatan. Kini tuk obat pilek batuk, kandungan yg diperbolehkan di bawah 15 mg. hal itu didasarkan, kandungan atau dosis fenilpropanolamine pada obat pelangsing jauh lebih tinggi dibandingkan pada obat pilek batuk.

Namun yg harus anda perhatikan apabila menemui produk obat pelangsing perhatikan kandungan Sibutramine dan Phenolphthalein karena apabila tedapat salah satu dari zat ini dipastikan masuk dalam daftar obat pelangsing berbahaya.



Info Terkait:




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar