Selasa, 03 Juli 2012

Apa Saja Gajala Stroke Itu






Terapi Stroke – Stroke menjadi salah satu pembunuh yang paling sering menyerang manusia, gaya hidup yang tak sehat merupakan faktor dibalik terjadinya serang stroke tersebut, jika pada dahulu lebih sering mengintai orang-orang yang lanjut usia, kini keberadaan stroke pun dapat mengintai kaula muda, bahkan tak jarang mereka yang diusia produktif terserang penyakit ini.

Untuk serangan stroke, seringkali tubuh kita telah mengirimkan tanda-tanda berupa ministroke ataupun stroke ringan namun sering kali kita tidak menyadarinya, Mini stroke atau yang disebut juga Transient Ischemic Attacks (TIA) seringkali terdapat tanda-tanda yang sama pada saat terjadinya ischemic stroke. Hanya saja penyumbatan (blood clot) tidak berlangsung lama dan hilang begitu saja. Sesudah itu mekanisme tubuh kembali normal. 

TIA terjadi biasanya sekitar kurang lebih 5 menit dan tidak menyebabkan kerusakan otak secara permanen. Tanda-tanda yang biasa  terjadi pada tubuh berupa :

  • Mati rasa atau merasa lemas di bagian muka, lengan atau kaki secara mendadak, terutama di satu sisi tubuh saja
  • Mengalami kesulitasn untuk berbicara, mengerti, atau bingung secara tiba tiba
  • Mengalami Kesulitan untuk melihat dengan satu atau dua mata secara mendadak
  • Mengalami Kesulitan berjalan, pusing atau hilangnya keseimbangan/koordinasi tubuh secara mendadak
  • Rasa Pusing yang timbul secara mendadak tanpa penyebab yang jelas

Untuk perawatan dan terapi stroke ringan sendiri dapat dilakukan sedini mungkin dengan cara :

  • Pemantauan tekanan darah. Tekanan darah harus benar-benar dipantau dan tidak melebihi 140/90 mmHg
  • Pembatasan garam pada asuapan anda.
  • Pemantauan kolesterol
  • Pemantauan gula darah.
  • Berhenti merokok
  • Pemantauan berat badan
  • Hentikan kebiasaan fisik tidak aktif, perbanyak olah raga teratur
  • Hindari makanan tidak sehat
  • Sering berkomunikasi dengan kerabat, berbicara dan mendapatkan dukungan dari keluarga dan sahabat dapat memberikan terapi sportif, seperti mengangkat kembali harga diri pasien yang menurun

Semoga Bermanfaat.

Info Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar